
Happy reading
Setelah rengekan panjang dari Gloria akhirnya Arthur mengiyakan untuk membawa Gloria pulang dengan syarat ia harus menemani wanita itu sampai Bu Riska pulang kerja.
"Ar," panggil Gloria saat mereka sudah ada di dalam mobil itu.
"Kenapa? Sakit lagi perutnya?" tanya Arthur menatap Gloria.
"Dikit sih."
"Terus kenapa panggil aku?" tanya Arthur.
"Gak papa, makasih udah bawa gue ke rumah sakit dan bayarin rumah sakit gue," ucap Gloria tulus.
"Santai aja honey. Kamu tanggung jawab aku sekarang," ujar Arthur mengelus rambut indah Gloria.
"Aku mau tidur, nanti kalau udah sampai rumah bangunin aku ya," pintanya pada Arthur yang mengangguk.
Tak lama setelah Gloria mengucapkan itu, wanita itu sudah tertidur. Arthur yang melihat itu hanya tersenyum dan menyenderkan kepala Gloria dibahunya. Ia usap lembut rambut cokelat itu agar Gloria tak bangun.
Arthur memang bukan orang yang romantis, ia tak pernah pacaran sebelumnya walau sering gonta ganti wanita itu hanya satu malam di kamar saja. Sedangkan Gloria? Entahlah kenpa ia bisa nurut saja sengan gadis yang sudah bukan gadis lagi ini.
Hingga sampailah mereka di rumah Gloria, Artgur yang tak tega membangunkan Gloria yang sangat pulas tertidur itu menggendongnya ke dalam rumah. Untung kunci rumah dibawa oleh Gloria jadi mudah jika ingin masuk.
Arthur kembali menutup pintu dan menggendong Gorila imutnya ke dalam kamar wanita itu.
Ceklek
"Maaf Ria, gue harus masuk tanpa izin dari lu," ucapnya masuk dan membaringkan ke kasur empuk itu.
Arthur mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Gloria, tanpa disadari pria itu Gloria sudah terbangun dan menatap Arthur yang sedang berjalan menuju sofa itu.
"Sshh seperti ada yang keluar," batin Gloria.
Tanpa menghiraukan Arthur yang sudah duduk itu, Gloria bangkit dan berlalu menuju kamar mandi. Arthur yang melihat khawatir ia takut Gloria kembali sakit.
__ADS_1
"Tuh kan benar, huhhh syukurlah ***** Arthur bener gak jadi di rahim aku," gumamnya menatap bercak darah di celana da lam itu.
Gloria membuka lemari dan ternyata persediaan pembalutnya habis.
"Gimana dong!!"
"Ah Arthur kan ada," gumamnya dengan senyum.
Gloria membuka pintu kamar mandi dan melihat Arthur sedang berada di depan pintu dengan tatapan khawatir.
"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Arthur.
Gloria tersenyum dan mengangguk, "Gue boleh minta tolong?" tanya Gloria tak menyurutkan senyumnya.
"Apa?"
"Tolong beliin gue pembalu*," pinta Gloria menatap Arthur.
"Kamu bocor?" tanya Arthur dan diangguki oleh Gloria.
"Oke," tanpa menoleh Arthur berlalu begitu saja.
"Yang ada sayapnya," teriak Gloria sebelum Arthur menutup pintu.
"Ya," jawabnya.
Arthur berlalu menuju mobilnya dan menjalankannya menuju minimarket dekat sana. Arthur senang tapi juga kesal. Senang karena Gloria belum hamil dan kesal kenapa tadi ia mengiyakan untuk membelikan pembalu* Gloria. Tahukan anda semua bahwa Arthur tak pernah membelikan seseorang kebutuhan wanita itu.
Sampailah ia di minimarket, Arthur masuk dan menyuruh mbak mbak di sana untuk memilihkan pembalu* paling bagus dan tak lupa ada sayapnya. Mbak pegawai itu tersenyum malu ternyata masih ada cowok se sweet ini dimuka bumi ini. Membelikan pembalu* adalah kekuatan mental paling tinggi seorang laki-laki.
"Berapa mas?" tanya mbak tadi.
"Beli semuanya yang bagus, bungkus dan bawa ke kasir," perintah Arthur berlalu begitu saja mengambil makanan ringan untuk nanti.
Setelah sampai di kadir, Arthur membayar semua belanjaannya. Demi Gloria Arthur harus menahan malu dengan ibu ibu yang ada dibelakangnya. Apalagi mbak mbak kasir yang tampak senyum-senyum itu.
__ADS_1
Setelah selesai, Arthur memberikan tips untuk mbak yang mengambilkan pembalu* tadi.
"Sial!! Gue harap ini kali terakhir gue beli beginian," ucapnya melanjukan mobilnya menuju rumah Gloria.
Arthur masuk dengan menenteng kantong kresek itu menuju kamar Gloria.
"Nih," Arthur memberikan satu kantong kresek pembalu* kepada Gloria.
"Makasih, tapi kok banyak banget!!"
"Udah pakai aja, siap juga buat cadangan," ujar Arthur kembali duduk di sofa dengan mengambil minuman yang tadi ia beli.
Gloria mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi membawa pembalu*.
Tak sampai 20 menit Gloria sudah keluar dengan pakaian santainya. Gloria kembali ke kasur empuknya, dan menarik selimutnya.
"Ar, makasih ya udah mau beliin pembalu* buat gue. Gue gak nyangka lu se gentle ini mau beliin," ujar Gloria membayangkan wajah Arthur tadi.
"Lu harus tanggung jawab atas malunya gue tadi honey, " Arthur membuang botol minuman itu ke tempat sampah.
Arthur berjalan menuju kasur tempat Gloria berbaring dan ikut naik dan berbaring di sebelah Gloria.
"Iya nanti gue bayar pembalu*nya, uangnya ada didalam laci," ucapnya.
"Gue gak butuh uang lu Ria," jawab Arthur memiringkan badannya. Dan menarik tangan Gloria untuk mengelus rambutnya
Dengan adanya Gloria ia bisa mendapatkan perlakuan layaknya ibu yang selalu menyayanginya. Mengelus rambutnya dengan lembut, hal itu sudah tak ia dapatkan dari ibunya sejak umurnya 8 tahun.
"Makasih sudah hadir," gumamnya dan tak lama ia terlelap.
Bersambung
📌Stuck Marriage (On going) Kisah Anak Gloria dan Arthur.
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
__ADS_1
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏