
Happy reading
Grep
Tangan kekar itu melingkar penuh diperut rampingnya, Gloria sangat hafal ini tangan siapa.
"Eh kamu kok udah sampai sini, bukannya tadi masih tidur?" tanya Gloria pada Arthur yang memeluk perutnya itu.
"Kamu ninggalin aku di kamar sendirian sih makanya aku bangun," jawabnya seraya mengcup tengkuk leher Gloria.
"Jangan, nanti ada yang lihat," ucapnya dengan geli.
"Gak ada kok, sudah aku usir semua," jawabnya yang masih stay memeluk Gloria.
"Tapi aku susah mau masak," jawabnya dengan melepas tangan Arthur.
"Gak mau," kekeuhnya.
"LEPAS GAK!" Bentak Gloria melepas paksa tangan Arthur. Para pelayan yang mendengar suara bentakan wanita itu harap-harap cemas, takut jika tuan mudanya marah.
"Aaaa kamu mah gak asik, aku cuma mau peluk doang," kesal Arthur duduk dikursi yang ada disana.
"Aku susah masaknya kalau kamu peluk," ucapnya memberi pengertian Arthur.
"Hmm."
"Ar, Mama kamu punya alergi apa gitu gak? Atau Papa?"
"Mama gak suka merica, kalau Papa sih setahu aku gak ada alergi apapun," jawabnya.
Gloria mengangguk dan mulai meracik bumbu untuk memasak ikan salmon yang sudah ia beli tadi.
"Yakin bisa?" tanya Arthur pada tunangannya.
"Ya walau gak seenak masakan koki kamu, masakan aku bisa dimakan kok," jawabnya masih fokus pada masakannya.
"Ya deh percaya, kapan-kapan masakin aku juga," pintanya dan diangguki oleh Gloria.
Mereka terus berbincang kadang juga diselipi candaan keduanya hingga membuat dapur yang biasanya sepi kini terasa hidup. Tanpa sadar jika ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka.
"Mereka terlihat bahagia ya Pa!"
"Iya, Papa rasa Arthur tak salah pilih," jawabnya dengan memeluk tubuh istrinya yang semakin langsing itu.
"Gloria juga sepertinya pandai masak, baunya juga enak Pa," ujarnya menatap suaminya.
"Heem, udah biarin mereka. Kita bebersih dulu ke kamar," ajaknya pada Mama Kirana.
Kedua manusia itu berlalu meninggal dapur menuju kamar mereka membiarkan Gloria dan Arthur menghabiskan waktunya di dapur.
"Ar, coba deh," Gloria memberikan piring yang berisi masakannya itu pada Arthur.
Dengan senang Arthur menerimanya dan merasakan masakan itu. Rasanya sangat pas perpaduan rempah rempah yang meresap kedalam daging salmon menambah cita rasanya.
__ADS_1
"Ada yang kurang deh Honey dimulut aku," ujarnya yang membuat Gloria was was.
"Apa? Tadi udah enak loh Ar!" ucapnya dengan nada sedih.
"Kurang ciuman honey, cium dulu di bibir," pintanya menujuk bibirnya. Modus yakkkkk Arthurnya modus.
Blusss
"Ishhh gak mau," tolaknya kembali memeriksa masakannya.
Arthur yang tak kehabisan akal itu menyendok kuah ikan itu dan meraik tengkuk Gloria hingga kuah tadi berpindah kemulut Gloria.
"Ini baru enak," ujarnya seraya menghapus sisa liur di bibir Gloria.
"Mesum," kesalnya mengusap bibirnya dengan kasar.
"Kamu juga menikmatinya kan?" tanyanya seraya menghoda Gloria, yah Gloria sempat membalas walau hanya sebentar dan itu cukup membuktikan jika Gloria menikmati ciuman tadi.
Gloria diam dan menyajikan masakannya di mangkuk saji, Arthur yang melihat Gloria menghindarinya itu hanya tersenyum geli.
Arthur menyuruh pelayan untuk membawa makanan itu keruang makan.
"Mama dan Papa tadi sudah pulang?" tanya Arthur pada salah satu pelayan disana.
"Sudah Tuan, baru berberapa menit yang lalu," jawabnya.
"Hmm."
Pelayan itu kembali melakukan tugasnya.
"Ya sudah kita cari di kamar aku, mungkin ada yang cocok," ujarnya pada sang tunangan.
Mereka berlalu menuju kamar atas lagi, mencari baju yang kiranya cocok untuk Gloria. Hingga ada satu kemeja putih yang agak pendek cocok untuknya.
"Kamu pakai rok aja ya, gak mungkin kamu mau pakai boxer aku," ujarnya dan diangguki oleh Gloria.
Gloria masuk kedalam kamar mandi dan berganti pakaian. Dalam kamar mandi Gloria sempat kaget karena luas kamar mandinya hampir sama dengan luas kamarnya.
"Ternyata calon suami gue sultan beneran ya," batinnya menatap sekeliling kamar mandi itu.
"Honey kok lama banget?" teriak Arthur dari luar.
"Bentar," batasnya tak kalah berteriak.
Gloria keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju Arthur yang duduk di ranjangnya itu.
"So beautiful girl," ucapnya meraih pinggang Gloria dan mengecup bibir pink alami itu.
"Emmhhh." Arthur tak sepenuhnya mengecup tapi juga mencium dan melum@tnya.
Plup
"Kebiasaan deh Ar," kesalnya.
__ADS_1
"Candu honey," jawabnya dengan memeluk tubuh Gloria dari samping. Ingin sekali ia kembali mengecup bibir Gloria yang manis itu.
"Mama dan Papa pasti sudah laper yuk turun," ajaknya pada Arthur dan langsung menggenggam tangan Gloria.
Sedangkan dibawah Mama Kirana dan Papa Emanuel duduk dikursi masing-masing dan menatap masakan yang tertata disana.
"Ikan salmon?"
"Mungkin Arthur yang memberitahukannya pada Gloria," ujarnya.
Mama Kirana yang melihat olahan itu tersenyum, ia mengingat saat masih dipanti dulu ibunya akan memasakkan ikan salmon jika ada uang lebih.
"Anak-anak kok belum turun ya Pa?" tanya Mama Kirana.
"Mungkin masih ganti baju," jawabnya.
Tak lama Gloria dan Arthur keluar dari lift dan berjalan menuju ruang makan.
"Sore Ma.. Pa," sapa Gloria yang agak canggung karena pakaiannya.
"Sore juga sayang," jawab mereka.
"Kamu cantik dengan kemeja itu nak, kapan-kapan kita belanja bareng ya," ajak Mama Kirana pada Gloria. Ia membayangkan berbelanja dengan anak perempuannya mungkin akan sangat seru.
"Iya mah, Glo ngikut aja," jawabnya dengan senyum.
Para wanita mengambilkan makanan untuk laki-laki mereka. Dan mulai menyantap makan sore mereka dengan lahap.
Sup ikan salmon dan berberapa olahan salmon itu sangat pas dilidah mereka tanpa ada yang kurang satupun.
"Ini masakan kamu nak?" tanya Papa Emanuel seakan tak tahu.
"Dibantu Arthur kok Pa," jawabnya tak enak jika menjawab iya.
"Apa? Aku aja kamu usir saat peluk kamu. Iya pah ini masakan calon mantu Papa," ujarnya dengan bangga.
"Enak sangat pas dan Mama suka masakan kamu," ujar Mama Kirana kembali menyuapkan nasi dengan ikan salmon itu.
"Makasih ma, syukurlah kalau mama suka dengan masakan aku," ujarnya malu.
"Kamu mirip dengan mama kamu ya nak, orangnya malu-malu kalau baru ketemu tapi jika udah lama gak ada malu-malunya," ujar Mama Kirana.
"Hehehehe mungkin nurun Mah," jawabnya.
Mereka makan dengan lahap, semua makanan yang dimasak Gloria habis.
"Mungkin Arthur harus banyak olah raga jika setiap hari makanannya enak terus," goda Papa Emanuel.
"Heem. Dan sebelumnya Mama sama Papa mau minta maaf atas apa yang sudah Arthur lakuin sama kamu. Tolong kamu tetap bersama dia ya nak, Mama tahu dia hanya kurang kasih sayang saja," pesan mama dan diangguki oleh Gloria.
Arthur yang mendengar itu tersenyum, mamanya selalu tahu apa yang ia inginkan. Setelah makan Mama Kirana dan Papa Emanuel kembali ke kamar. Apalagi besok mereka akan ke Singapura jadi istirahat itu perlu.
Bersambung
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur