
Happy reading
Seperti kebanyakan muda mudi pada umumnya, Arthur dan Gloria juga memerlukan malam minggu sebagai pelengkap pacaran mereka. Benar jika dipikir mereka belum pernah malam mingguan sebelumnya.
Sempat ada perdebatan antara Arthur dan Gloria tadi sebelum berangkat. Arthur menginginkan malam minggu mereka disebuah tempat yang romantis dan tentunya mahal. Tapi berbeda dengan Gloria yang hanya menginginkan malam minggu mereka ditempat yang sederhana entah itu hanya dipinggir jalan atau dimanapun tanpa membawa uang banyak.
"Honey, uang 300 ribu itu dikit banget. Kita niat malam minggu apa tidak sih?" tanya Arthur sedikit kesal.
"Jadi dong, lagian uang 300 ribu itu banyak Ar. Nanti kita bisa main di pasar malam. Makan bakso atau mie ayam, duh kalau bayangin ceker pedesnya itu wahhh," ujarnya membayangkan ceker ayam yang diberikan diatas mie. Ngiler woy astaga!!
"Ishh gak ada romantis-romantisnya honey," ujarnya.
"Nanti ku kasih yang romantis, dah yuk!" ajaknya.
Pakaian mereka sangat sederhana, Gloria yang hanya memakai hoodie berwarna cream dan celana panjang sedangkan Arthur memakai jaket lepis dengan celana pendek.
"Kita naik motor aja," ajaknya mengambil motor sportnya. Motor yang dulu digunakan Gloria untuk melihat balapannya Zain.
"Dingin honey," ujar Arthur tak mau. Enakan pakai mobil ya kan.
"Dih lebay, laki harus tahan dingin dong. Ayo!!"
Mau tak mau Arthur mengikuti apa mau Gloria, wanita itu bersorak senang saat keinginannya terpenuhi. Kadang ia iri dengan Niken yang selalu romantis dengan pacarnya walau dengan cara sederhana.
"Kita ke pasar malam ya Ar," ucapnya dengan berteriak.
"Iya honey, aku nurut apa kata kamu. Lagian uang kita cuma 300 ribu," jawab Arthur sedikit kesal. Pasalnya kartu dan uang cashnya diletakkan dimobil semua.
Sampailah mereka di pasar malam tempat, Arthur dan Gloria turun dari motor dan membeli tiket masuk.
"Mau main apa?" tanya Gloria pada Arthur yang terlihat bingung.
"Aku ikut kamu aja," jawabnya. Karena jujur Arthur belum pernah masuk ke pasar malam. Dan ini adalah hal pertama ia lakukan.
"Kita main capit boneka yuk," ajaknya saat melihat capit boneka dengan banyak boneka yang unyu unyu disana.
__ADS_1
"Kamu mau itu?" tanyanya dan dianggukkan oleh Gloria.
"Ya sudah kita main itu," ujarnya menarik tangan Gloria menuju tempat itu.
Arthur berusaha mengambilkan boneka untuk Gloria walau hanya satu tapi setelah berberap kali mencoba ia belum mendapatkan satupun.
"Udah Ar, stop!! Kita udah habisin banyak uang disini. Ingat ya kita cuma bawa 300 ribu," ujar Gloria menarik tangan pacarnya saat ingin memasukkan kembali uangnya.
"Tapi aku belum dapat satu boneka honey," ujarnya.
"Lain kali aja. Sekarang kita main wahana yang ada aja ya," ujarnya dan diangguki oleh Arthur. Ia juga berjanji akan membelikan boneka yang besar untuk pacarnya ini.
Setelah puas berkeliling Arthur dan Gloris memutuskan untuk naik bianglala. Ya, wahan yang satu ini tak boleh terlupakan begitu saja. Bianglala adalah wahana wajib yang harus mereka naiki.
"Kamu sering ke pasar malam?" tanya Arthur pada Gloria yang asik memandang pemandangan kota itu.
"Dulu sering sama Ayah, tapi sejak Ayah gak ada aku sama ibu juga jarang ke pasar malam," jawabnya.
"Kalau begitu aku juga akan sering ajak kamu ke pasar malam agar kamu selalu ingat dengan ayah dan aku," ucapnya menggengam tangan Gloria.
"Emm benar juga," gumamnya.
"Lihat deh, itu bukannya mansion kamu?" tanya Gloria menunjuk posisi mansion keluarga Bara.
"Iya, aku gak nyangka jika rumah itu terlihat dari sini," ujarnya memandang rumahnya.
"Rumah? Dasar orang kaya! Itu bukan rumah tapi mansion! Kalau segitu rumah gimana mansion yang asli hmm?" tanyanya dengan nada tak suka.
"Hehehe maaf."
"Tapi percuma besar jika tak ada penghuninya, jika papa sama Mama pergi aku juga akan kembali ke apartemen."
"Tapi enakan dimansion sih Ar, kamu apa-apa tinggal nyuruh pelayan kalau diapartemen kamu jarang makan. Mentoknya di mie, kamu juga jarang pesen makan kalau gak pengen," ujar Gloria mengingat kejadian berberapa hari lalu.
"Sepi honey, aku pilih di apartemen karena suasana disana beda. Tapi kalau kamu mau tinggal bareng aku di mansion besar itu aku akan selalu pulang ke sana," ujarnya dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Dih modus, nanti deh kalau udah jadi istri," jawabnya langsung memalingkan wajahnya. Arthur yang melihat itu tersenyum geli, bisa juga Gloria tersipu hanya dengan kata seperti itu.
"Honey.." panggil Arthur dan Gloria menoleh.
"Kamu udah cinta sama aku?" tanyanya.
Entah kenapa ia masih saja ragu akan semua perhatian Gloria padanya selama ini. Ia hanya takut jika hanya ia yang mencintai tapi Gloria tidak kan sad ending.
"Aku..."
Belum juga menjawab bianglala itu berhenti, Arthur dan Gloria turun dari sana.
"Makan yuk," ajak Gloria menarik tangan Arthur menuju salah satu stand sate ayam yang cukup ramai menurut Arthur.
"Bang satenya dua porsi jadi satu," pesan Gloria pada penjual sate itu.
"Kenapa jadi satu?" tanya Arthur.
"Biar romantis, daripada ngeluarin duit banyak-banyak mending gini kan?"
Arthur mengangguk tak rugi juga dia menerima kekalahan atas yang tadi. Niatnya ingin romantispun terbayar lunas dengan adanya sate ayam ini.
Tiba-tiba dari arah samping ada laki-laki tampan yang menyapanya.
"Hai say," sapa seorang laki-laki menyapa Gloria.
Arthur yang mendengar itu seketika darahnya mendidih, bolehkah Arthur cemburu dengan kata 'Say' ini. Sedangkan laki-laki itu menatap Arthur dengan beda.
Bersambung
300 ribu buatku mah buanyak poll kalau cuma kepasar malem mah😅😅😅
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur
__ADS_1