Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Gara Gara Film Horor


__ADS_3

Happy reading


Kini tinggal Arthur dan Gloria di ruang keluarga itu, mereka berdua duduk di karpet bulu itu dengan snack ditangan mereka. Semua lampu dan jendela ditutup untuk menambak kesan dalam film itu.


"Takut hmm?" tanya Arthur saat Gloria berlindung dibalik lengannya.


"Itu mbak kuntinya mau muncul gak bilang-bilang," ucapnya menutup matanya.


"Hahaha kalau jump scare nya bilang bilang gak jadi horor kesannya jadi komedi," ujarnya dengan tawa.


"Ihhh gak suka deh, takut Ar. Nanti kalau aku gak bisa tidur gimana?"


Tangan Gloria mencengkram erat paha Arthur hingga sang empu meringis kesakitan. Dengan lembut Arthur memindahkan tangan itu kedadanya dan menyuruh Gloria untuk duduk dipahanya.


"Nanti kamu modus lagi," tolaknya tak mau menatap ke depan.


"Kalau kamu takut, kan bisa aku peluk," ujarnya dengan senyum.


Dengan menurut Gloria naik keatas paha Arthur dan menarik tangan Arthur agar memeluk perutnya.


"Jangan dilepas aku takut," ucapnya dengan menatap Arthur kemudian menatap televisi itu lagi.


Arthur yang ada dibelakang Gloria itu hanya tersenyum tapi tangannya membuka kancing kemeja yang dipakai Gloria.


"Tangannya dikondisikan ya tolong, " ujarnya menahan tangan Arthur yang sudah berada diatas dadanya itu.


"Dikit doang kok honey," ujarnya dengan nada melas.


Akhirnya Gloria hanya membiarkannya selagi tak sampai memasukkan terong pria itu. Mendapat persetujuan dari Gloria membuat Arthur senang bukan main, ia bisa memainkan dua buah favoritnya itu dan menghiraukan film yang mereka tonton.


"Aaaaa Ar.... itu mukanya hilang... hantu aaa serem.."


"Nikmati aja, honey."


"Tapi takut," ucapnya lirih.


Cups


"Gak apa-apa itu cuma film gak ada disini kok," ujarnya setelah mengecup tengkuk leher Gloria.

__ADS_1


Arthur tetap melakukan aktivitasnya hingga suara leguhan Gloria itu terdengar dari bibir manis Gloria.


"Emhhh, Ar."


Rasa yang tadinya takut kini berubah menjadi panas, Gloria merasakan rema san demi rema san yang dilakukan Arthur mampu membakar tubuhnya.


"Ar, cukup nanti ada yang lihat," ujarnya tapi Arthur seakan tuli bahkan ia mencetak satu kepemilikan dileher belakang Gloria.


"Ashhh sakit tahu," ujarnya menepuk lengan Arthur.


"Honey, gak tahan," ucapnya menggendong tubuh Gloria menuju kamarnya.


Gloria yang takut jatuh itu mengalungkan tangannya keleher Arthur, Arthur yang memang sudah bernafsu itu mencium bibir pacarnya dengan lembut. Memang tak ada paksaan disana dan Gloria menerima itu.


Ceklek


Arthur menurunkan tubuh Gloria dikasur dan menindihnya. Arthur mencium bibir Gloria, melu matnya. Gloria yang mulai terbuai akan ciuman itu ikut membalasnya.


Dan pernyatuan disore hari itu tak terelakkan untuk keduanya.


Sedangkan di ruang keluarga, televisi itu masih menyala hungga membuat kesan seram mencengkam disana. Mama Kirana yang baru keluar dari kamar itupun ikut takut. Ia pikir siapa yang menutup gorden dan mematikan lampu rumah ini.


"Papa," teriaknya.


"Ada apa mah? Ada yang sakit atau apa kita ke rumah sakit mau?"


"Takut Pa, gelap," ucapnya memeluk tubuh polos suaminya.


Papa Emanuel meneliti sekitar dan benar saja suara televisi itu membuat suasana seram. Papa Emanuel menyuruh pelayan untuk membuka gorden dan menghidupkan lampunya.


"Udah Ma, udah terang nih," ujarnya.


"Tapi Mama sudah membangunkan burung elang Papi, main lagi yuk. Ronde ke dua."


Papa Emanuel membawa istrinya ke kamar lagi untuk melakukan ritual kedua mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setengah jam berlalu Gloria dan arthur belum juga selesai bermain kuda kuda. Bahkan keringat itu sudah membasahi keduanya. Arthur terus membuat Gloria memekik nikmat dibawahnya.

__ADS_1


Hingga akhirnya mereka sampai dipuncak masing-masing. Arthur tumbang diatas Gloria. Untunglah tadi ia memakai pengaman jadi aman jika ia belum melepaskannya.


"Gimana rasanya kalau pakai pengaman?" tanya Arthur pada Gloria.


"Biasa aja, enakan kalau gak pakai tapi aku takut hamil," ujarnya dengan nafas terengah.


Arthurpun merasa begitu, walau ia sering keluar masuk lubang tiap harinya tapi ia selalu memastikan jika wanita itu sudah KB sebelumnya sedangkan Gloria dari kemarin masih wacana saja belum terlaksana.


Arthur melepas terongnya hingga membuat Gloria mendesis saat kenikmatan itu dilepas.


"Kenapa mau lagi?" tanya Arthur yang dijawab gelengan oleh Gloria.


Gloria yang melihat apa yang dilakukan Arthur itu malu dan menutup wajahnya dengan selimut.


"Habis ini pulang ya Ar, aku takut makin malam aku disini. Dan ibu sendiri di rumah," ujarnya dan diangguki oleh Arthur.


Keduanya membersihkan diri mereka dikamar mandi dan memakai pakaian yang tadi mereka pakai.


Seelah selesai berpakaian Gloria dan Arthur turun dari kamar untuk berpamitan pada orang tuanya.


Tapi langkah mereka terhenti saat mendengar suara-suara ehem walau agak samar tapi itu terdengar jelas dipendengaran mereka.


"Ouhhh El.... lebih cepat."


"Yah Ran panggil namaku ouhhh."


"Ahh El... ku mohon!!"


"Sepertinya tak bagus menganggu mereka," ucap Gloria ketar ketir mendengar suara itu.


"Hmm, sekarang aku anterin kamu pulang. Nanti biar aku yang bilang kalau kamu sudah pulang," ujarnya dan diangguki oleh Gloria.


Mereka tak jadi untuk berpamitan, dan berbalik menuju mobil Arthur yang ada di garasi. Arthur mengantarkan Gloria tanpa berpamitan pada pasangan yang sedang melakukan ehem ehem itu.


Bersambung


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur

__ADS_1


Hai semua mampir ke novel temen uthor juga ya!



__ADS_2