Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Ngamar


__ADS_3

Happy reading


"Ini bukan rumah Ar!!!"


"Haiss ini rumah aku honey, emang kamu pikir ini hutan?" tanya Arthur mengecup pipi Gloria.


"Ini istana Ar, bukan rumah," ujarnya masih syok dengan bangunan yang ada didepannya ini.


"Ini rumah honey, yuk turun," ajaknya pada sang tunangan.


Arthur turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Gloria. Gloria yang diperlakukan itu hanya tersenyum untuk menutupi kegugupannya.


"Kok jadi minder gini ya," batin Gloria mengikuti Arthur yang menggandengnya.


"Pak tolong belanjaan yang ada dimobil ya," pintanya pada salah satu penjaga disana.


"Baik tuan muda," jawabnya patuh. Penjaga itu mengambil belanjaan yang ada dimobil tuan mudanya.


Arthur dan Gloria masuk kedalam mansion itu, terlihat para pelayan berjejer rapi disana.


"Kayak di istana beneran dah gue," batinnya menatap sekeliling.


Arthur yang merasa tangan Gloria berkeringat dingin dan bergetar itu menggenggamnya erat dan mengecupnya.


"Orang-orang disini gak akan makan kamu kok honey tenang aja," ujarnya pada Gloria.


"Ih jangan cium-cium Ar, malu," ujarnya menarik tangannya.


Arthur menyuruh semua pelayan untuk bubar, ia tahu Gloria tak nyaman dengan semua ini tapi mau bagaimana lagi.


"Mama kemana Ar?" tanya Gloria.


"Mungkin masih dikantor nemenin Papa," jawabnya dengan santai. Ia menarik tubuh pacarnya agar duduk dipangkuannya.


Gloria hanya nurut, Gloria menatap sekitar mansion ini sangat luas dan mewah tapi kenapa Arthur malah tinggal diapartemen?


"Ar," panggil Gloria.


"Apa hmm?"


"Aku takut gak bisa ngimbangi kamu, dengan segala kemewahan ini," ucapnya dengan lirih.

__ADS_1


Bisa dibayangkan rumahnya saja tak seluas halaman mansion Arthur. Rasa tak percaya diri itu muncul pada diri Gloria. Gloria berfikir Arthur bisa mendapatkan gadis yang lebih kaya dan seimbang dengannya daripada ia. Tapi ia juga kembali mengingat saat dimana ia tersadar disebuah hotel kala itu.


"Kenapa bilang gitu? Aku butuh kamu buat jadi istriku, penyemangat dan bisa menerima semua sifat burukku. Bukan untuk mengimbangi apa yang aku punya. Untuk apa aku punya istri kaya tapi tak bisa menerima semua sifatku hmm? Aku cuma butuh kamu Gloria Lexa, dan nama kamu akan berubah menjadi Gloria Bara, nyonya di hatiku dan mansion ini."


Malu? Yah, Gloria malu akan ucapan Aryhur yang panjang lebar dan juga sangat manis hingga menyebutnya nyonya dihatinya.


"Boleh cium bibir manisnya itu gak sih?" batinnya berteriak.


"Cieeee ngebluss," godanya seraya memeluk perut Gloria.


"Ngamar yuk honey, Mama sama Papa juga masih lama pulangnya," ajak Arthur pada sang tunangan.


"Ngapain ngamar?" tanya Gloria dengan pikirannya yang sudah tidak-tidak.


"Cuma mau tidur, Mama sama Papa pulang masih jam 3 nanti honey, kamu akan bosen duduk disini terus," ujarnya memainkan rambut cokelat Gloria.


Gliria mengangguk, benar juga yang diucapkan Arthur. Ia akan bosan disini terus. Dengan semangat Arthur menggendong Gloria ala koala hingga rok yang dipakai wanita itu tersingkap. Untung tak ada pelayan laki-laki disana, kalau ada bisa diambang kematian tu laki laki.


"Kamar kamu dilantai berapa?" tanya Gloria mendongakkan kepalanya menatap mata Arthur.


Cups


"Gemes banget sih hmm!!"


"Isss."


"Kamarku dilantai atas honey, jadi kita pakai lift aja biar cepet!"


"Kalau pakai tangga?" tanyanya.


"Kaki kita yang capek," jawabnya mengecup bibir Gloria berulang kali.


"Ooo."


Sampailah mereka dilantai paling atas mansion itu, dilantai itu hanya ada satu kamar di lantai itu dan itu adalah kamar Arthur.


"Turunin Ar," pintanya pada Arthur.


"Nanti deh Honey, kurang berberapa langkah lagi sampai di kamar aku."


Ceklek

__ADS_1


Pinta kamar dibuka dan Arthur membawa sang tunangan ke ranjangnya dengan pelan ia menurunkan Gloria di kasur itu.


"Ini kamarku, kalau kamu sudah menjadi istriku. Kamar ini juga akan menjadi kamarmu, kamar kita," ujarnya seraya menutup pintu otomatis itu.


Gloria menatap seluruh ruangan itu, sangat rapi. Biasanya anak laki-laki kamarnya berantakan tapi tidak dengan kamar Arthur yang sangat rapi dan juga wangi.


"Boleh minder gak sih?" tanyanya dalam hati.


Arthur yang melihat pacarnya kembali terbengong itu hanya tersenyum memaklumi Gloria saat ini.


"Kamu akan terbiasa dengan ini kok honey," ujarnya ikut naik keatas kasur dan memeluk tubuh Arthur.


"Hm."


Gloria hanya berdehem, sedangkan Arthur yang mendapat respon tak biasa dari Gloria itu menarik tangan wanita itu dan meletakkannya dikepalanya.


"Elusin," manjanya. Gloria yang tersadar dari lamunannya itu mengangguk dan mengelus rambut Arthur.


"Kamu kenapa dari tadi bengong terus?"


"Aku cuma gak PD dengan semua ini, rasanya aneh gitu kalau harus tinggal disini," ujarnya dengan ragu.


"Hufftt kalau kamu gak nyaman nanti kita bisa tinggal di apartemen untuk sementara," ujarnya.


"Boleh juga.".


Arthur terus memeluk Gloria hingga ia nyaman akan posisinya sekarang dan tetidur. Gloria yang merasa nafas Arthur mulai teratur itu melepaskan pelukannya dengan memposisikan tubuh Arthur dengan nyaman dan turun dari ranjang.


Ia mengelilingi kamar itu hingga sampailah ia di balkon kamar itu. Gloria bisa melihat dengan jelas pemandangan disana. Indah? Sangat indah! Ia bisa melihat semuanya dari balkon itu mulai dari jalan, perkotaan, hutan juga nampak dari sana.


"Biarkan aku menikmati ini sebentar saja," gumamnya menatap pemandangan ini.


Setelah puas dengan apa yang dilakukannya, Gloria keluar dari kamar menuju dapur. Setelah sampai lantai bawah Gloria dibuat bingung dengan banyak ruangan itu untung ada pelayan yang bisa ia tanyai dimana letak dapur.


Gloria melihat dapur yang serba wah itu, walau sudah di larang oleh oara koki disana Gloria tetap ngeyel untuk memasak hingga mau tak mau para koki itu mengalah.


Grep


"Eh...


Bersambung

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur


__ADS_2