
Happy reading
"SATU LANGKAH KALIAN MASUK, GUE PASTIIN KEPALA KALIAN HILANG DARI TUBUH KALIAN!!"
Sontak saja suara tinggi Gloria membuat ketiga wanita itu berhenti dan berbalik badan menatap nyalang Gloria.
"Emang lu siapa sih berani teriak gitu sama kita?" tanya wanita berbaju merah itu.
"Tahu, jangan sok berkuasa deh pake ngancam pisahin kepala segala. Emang lu istrinya Arthur? Bukan kan, dia mana mau sama barang bekas kek lu," cibir wanita berbaju hijau itu.
"Iya, lu tuh cuma jalan*, jadi jangan sok deh jadi cewek. Lu itu sama seperti kita, cuma cewek panggilan."
Seketika darah Gloria mendidih saat dikatakan cewek panggilan. Yah, ia sadar jika ia sudah tak suci saat menikah dengan Arthur tapi ia menolak tegas jika ada yang mengatakan bahwa dia adalah cewek panggilan.
Saat ingin membalas perkataan wanita itu, suara berat Arthur menjadi daya tarik tiga wanita ini.
"Honey, siapa? Cepat masuk aku sudah tak tahan!!"
Dengan cepat tiga wanita itu masuk dan betapa terkejutnya Arthur saat yang masuk bukanlah istrinya tapi wanita-wanita tak jelas ini.
"Ohh darling kenapa kau duduk dibawah, ayo naik ke kamad biar aku beri service terbaik untukmu," goda wanita berbaju hitam itu mulai menurunkan kerah bajunys hingga dada palsu akibat oplas itu terlihat jelas.
"Iya, biar kami menghangatkanmu sayang. Ayo!!"
"PERGI!!"
"Kenapa bukannya kamu sangat menikmati pelayananku?" tanya wanita berbaju hijau itu.
"Sial kenapa Gloria membiarkan wanita-wanita ini masuk," batinnya dengan gelisah.
Ia lelaki normal apalagi sedang terpengaruh gairah tadi bersama istrinya melihat wanita yang hampir telanjang itu membuatnya bernafsu.
Gloria yang baru masuk itu menatap tajam wanita yang menggoda suaminya dengan tubuh palsu mereka itu.
"PERGI SEKARANG ATAU KEPALA KALIAN HILANG? Huhhh rasanya aku sudah lama tak bermain pisau," ucapnya memegang pisau buah itu seraya memainkannya.
Glek
"Hei lu itu sama seperti kita jadi jangan sok ingin menjadi pemilik tubuh gagah itu," ujar wanuta berbaju merah.
"Ohh ya, uhhh aku memang sangat menginginkannya tapi sayangnya aku tak mau berbagi," jawabnya seraya mengelus dada bidang Arthur yang sudah berdiri itu.
"*** honey awas saja kau nanti," batinnya tersenyum senang akan apa yang dilakukan sang istri dari wanita-wanita bayaran ini.
"Dasar jalan*"
__ADS_1
Plak
Satu tamparan dari Arthur membuat ke tiga wanita ini terkejut. Kenapa Arthur membela Gloria yang mereka pikir sama seperti mereka.
"Jaga bicara kalian, dia bula wanita busuk seperyi kalian. Dia istriku istri sahku, atas dasar apa kalian menganggapnya jalan*!!!"
Aura yang dikeluarkan Arthur cukup mengintimidasi ketiga jalan* itu. Aura dingin mulai meresap dalam diri mereka.
"Maaf ku pikir dia sama seperti kami."
"Iya, kami pikir dia jalan* barumu hingga melupakan kamu," ujarnya.
"Ingat ya kalian!! Aku memakai kalian itu tidak gratis aku sudah membayar kalian. Dan kalian jangan pernah lagi ke apartemen ini."
"Iya kami tahu, kalau begitu kami permisi."
Wanita-wanita itu kembali merapikan pakaiannya dan berlalu meninggalkan pasturi ini.
Arthur menatap Gloria yang sudah tak seramah tadi. Tatapan Gloria tidak lagi menggambarkan penuh cinta dan sayang tapi lebih tepatnya membuat ia seakan ingin mati berdiri.
"Honey aku bisa jelaskan yang tadi itu, aku sudah lama tak bermain dengan mereka semenjak ada kamu. Ku mohon jangan marah ya," ujar Arthur menggenggam tangan Gloria.
Gloria menepis tangan Arthur dan berlalu menuju kamar begitu saja. Tanpa menjawab ucapan Arthur.
"Malam ini dan seterusnya kamu tidir di luar, sebelum aku memaafkan kamu mau tak boleh tidir denganku," titah Gloria meleparkan bantal dan selimut paa suaminya.
"Honey, aku tak salah apapun, kenapa aku yang diusir dari kamar?" tanya Arthur melas.
"Tak salah kau bilang! Menimbun 3 wanita sekaligus kau bilang tak salah? Lu cuma punya satu batang bagaimana bisa masuk di tiga lubang sekaligus hah!!"
"Itu dulu sebelum aku denganmu honey, kamu tahu alasanku kenapa melakukan hal itu kan?"
" Tetap saja Arthur, aku gak suka. Dan keputusanku sudah bulat kamu harus tidur di luar," ujarnya menutup pintu jamar dengan keras.
"Honey batangku tubuh dirimu, apa kau tak kasihan pada juniorku honey?" tanyanya dengan melas. Terongnya masih berdiri sejak tadi bahkan rasanya selangkangannya terasa sakit.
"GAK."
Akhirnya dengan langkah pelan, Arthur membawa selimut dan bantal itu ke ruang tamu. Dan ternyata film yang mereka lihat tadi belum selesai.
"Astaga memang berapa jam sih film ini," gumamnya seraya mematikan televisinya.
"Hikss kenapa sakit jika tidak disalurkan, oh astaga honey kau menyiksaku," batinnya menangis.
Ia melepaskan celananya hingga ia sekarang telanjang. Untung pintu apartemen sudah dikunci.
__ADS_1
Arthur terus berfikir bagaimana ia masuk kamar dan melakukan ehem ehem dengan sang istri. Ia tak mau lagi menuntaskan hasratnya dengan sabun lagi.
"Kenapa otakku tumpul sekali, kan ada kunci cadangan," gumamnya berlalu untuk mengambil kunci cadangan dan membuka kamarnya.
"Cepat sekali dia tidur, sampai lupa dengan suaminya," gumamnya kembali mrngunci pintunya.
Dengan pelan Arthur membuka apa tank top dan celana pendek itu hingga sekarang Gloria sama seperti dirinya.
"Maaf jika aku melakukan ini saat kamu tidur honey," gumamnya seraya memberi pelumas pada miliknya dan muli memasukkannya pada apem milik Gloria.
Bless
"Ahhh .."
"Ku harap kau menikmatinya honey," ,ucaonya seraya mengecup bibir Gloria.
Arthur mulai memacu pinggulnya dengan pelan, ia tak mau Gloria terbangun karenanya. Dalam mimpinya Gloria mende sah nikmat saat yerong panjang suaminya itu memasukinya.
"Ahhh Arthurrrhhhh emmm."
"Aku mencintaimu honey sangat!"
Betapa bahagianya Arthur saat ia mendengar namanya disebut sang istri, Arthur semakin semangat dan terus memacu tubuhnya.
"Ouhhhh ssshhhh Ar...."
"Ya honey, aku mencintaimu huhhh," bisiknya seraya mengecup bibir Gloria dengan lembut.
Hingga Arthur kembali mencapai puncaknya dan menyemburkan lava itu ke rahim istrinya. Untung Gloria sudah memasang KB sehari sebelum menikah jadi aman.
"Maafkan aku honey," ujarnya kembali bangun dari tubuh sang istri dengan kondisi semangat. Ia bagai mencuri di malam hari.
Arthur kembalu memakaikan tank top dan celana pendek istrinya tanpa dalaman walau harus kembali menahan diri.
Cups
"Terima kasih, dan maafkan aku honey," ucapnya setelah mengecup kening Gloria.
Arthur keluar dari kamar itu dan kembali menguncinya.
Bersambung
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur
__ADS_1