
Happy reading
Arthur yang sudah selesai kelas itu memutuskan untuk ke kantin, hanya sekedar minum kalau enggak mentoknya ke makan snack.
Tak lama Arthur duduk disana, ada dua wanita berpakaian seksih mendatanginya. Arthur yang melihat itu menatap kedua wanita itu dengan tatapan lain.
"Untung Gloria gak di sini, bisa mampus gue sama amukan Gorila imut gue itu," batinnya.
"Ar lu kemana aja sih, udah berberapa minggu ini lu gak kunjungi gue? Gue kangen keperkasaan lu," tanya wanita berbaju merah itu pada Arthur.
"Lu juga udah gak masuk lagi kemilik gue Ar. gue rela gak dibayar kok demi itu tapi gue pengen ngrasain lagi pusaka lu itu."
Ucap wanita berbaju biru itu dengan manjanya ingin duduk dipangkuan Arthur tapi dengan cepat Arthur menghidar hingga wanita itu jatuh dengan tidak etisnya.
"Ahhh sakit Ar, bantuin dong," ringis wanita itu.
"Gue udah gak ada urusan lagi ya sama kalian, lagian gue bayar kalian bukan gratis. Anggap aja itu bayaran kalian, sorry gue udah gak mau main lagi sampai kalian," tegas Arthur pada kedua wanita itu.
"GAK BISA!!"
"Terserah apa kata kalian, lagian gue gak gratis lakuin itu," ujarnya keluar dari kantin menuju mobilnya. Masih kurang 1 jam lagi Gloria pulang.
"Gara-gara dua wanita tadi gue jadi gak mood lagi buat makan. Argghh sial," kesalnya.
"Semoga anak gue gak nurun apa yang gue lakuin," gumamnya.
Tak bisa dibayangkan jika sampai anaknya nanti meniru apa yang ia lakukan sebelum ketemu Gloria, bisa bisa setiap hari Gloria akan menyalahkannya.
Entah apa yang dilakukan Arthur hingga sampai disekolah Gloria tepat saat bel pulang. Arthur melihat pacarnya sudah keluar dari gerbang itu menuju mobilnya.
"Udah lama nunggu?" tanya Gloria dan dijawab gelengan oleh Arthur.
"Belum," jawabnya seraya memasang sabuk pengaman Gloria.
Cups
"Aku udah izin sama ibu dan diperbolehkan, kita langsung ke rumah aku ya," ujarnya dan dianggukkan oleh Gloria walau sedikit dag dig dug untuk pertama kali menuju rumah calon mertua alias rumah tunangannya.
"Eh Ar," panggil Gloria menatap Arthur yang fokus menyetir.
"Apa?"
__ADS_1
"Mama sama Papa ada dirumah?" tanya Gloria.
"Ada tapi besok harus ke Singapura buat terapi," jawabnya pada Gloria.
"Terapi apa?"
"Hufftt Mama punya penyakit leukemia stadium 2, selama ini aku berfikir mereka bersenang senang selain kerja, ternyata mereka terapi di Singapura," ujarnya kembali mengingat apa yang diucapkan mama dan papanya kemarin.
"Kamu yang sabar, aku yakin mama sembuh kok. Dia akan bermain dengan cucunya nanti," ujarnya memeluk lengan Arthur. Ucapan Gloria serasa menjadi penyemangatnya saat tadi sedih.
"Makasih, aku harap kamu gak malu punya mertua penyakitan," lirihnya yang membuat Gloria meradang dibuatnya.
"Hei, ternyata kamu belum mengenal aku hmm. Aku tahu gimana rasanya ditinggalkan seorang ayah, dan aku gak mau itu terjadi pada Mama, Ibu, atau Papa kamu. Cuma wanita gak waras yang malu memiliki mama seperti mama," jawabnya semakin memeluk lengan Arthur hingga dada Gloria menempel di lengannya.
"Jadi kamu gak malu jadi istriku, dan jadi ibu dari anak anakku?" tanya Arthur.
Skak
Gloria termakan omongannya sendiri dengan begini ia tak bisa mengelak jika ia ingin menjadi istri Arthur. Masa dia harus menjilat ludahnya sendiri.
"Dah lah yuk ke rumah kamu," ajaknya dan dianggukkan oleh Arthur.
"Mama papa sukanya makanan apa ya Ar?"
"Emm ya sudah, nanti coba aku masakin," ujarnya pada sang pacar.
Gloria mengambil ponselnya dan membuka internet, makanan sehat untuk menderita leukimia.
"Oh jadi gak boleh banyak makan kecap juga," batinnya terus menscroll ponselnya.
"Nanti mampir ke supermarket ya Ar," ujarnya dan diangguki oleh Arthur.
Mobil yang dikendarai Arthur berhenti disebuah supermarket di kota itu, Arthur yang ingin turun dari mobil itu dilarang oleh Gloria.
"Biar aku aja yang keluar, kamu tunggu dimobil," ujarnya.
"Tapi honey," tak terima Arthur. Ia juga ingin menemani tunangannya berbelanja.
"Udah biar aku aja," tahannya.
"Ya sudah kalau begitu pakai ini," ujar Arthur memberikan kartu ATMnya untuk Gloria.
__ADS_1
"Oke! Nanti kalau habis jangan salahin aku ya," ucapnya.
"Gak akan habis kok, dah sana. Aku mau ngegame dulu," ujarnya mengambil ponselnya yan ada di tas.
Gloria keluar dari mobil dan masuk ke dalam supermarket meembeli apa yang ia butuhkan tak lupa juga buah-buahan yang sehat untuk Mama lagipula ia juga suka buah buahan. Apalagi buah beri yang ada rasa masam dan manisnya.
"Tambah snack apa ya," gumamnya mengambil berberapa snack untuk nanti.
Setelah selesai berbelanja, Gloria membawa belanjaanya ke kasir.
Sedangkan Arthur yang melihat ada notif masuk itu hanya menggeleng.
"Katanya mau ngabisin saldo yang ada di ATM aku buktinya apa? Dia cuma ambil gak sampai 500 ribu," gumamnya dengan senyum. Gloria tak seboros yang ia pikirkan.
Tak lama Gloria keluar dengan membawa kantong kresek itu dan masuk kedalam mobil.
"Dah nih ATM kamu," ujarnya menyerahkan ATM Arthur.
"Gak jadi ngabisin saldonya?"
"Nanti kalau aku habisin, kamu gak makan lagi," candanya seraya meletakkan belanjaanya dikursi belakang.
"Kamu gak tahu berapa saldo yang ada disini Honey," batinnya kembali memasukkan ATM nya ke dompet.
Arthur kembali menjalankan mobilnya menuju rumah eh mansionnya. Gloria yang tadi sempat gugup kini berangsur tenang.
Tin!!!
Gerbang itu dibuka dan memperlihatkan lapangan luas mansion ini. Gloria yang baru tahu rumah Arthur itu terkejut bukan main. Ia hanya berfikir Arthur hanya kaya bukan sangat sangat kaya raya.
"Dah sampai, ini rumahku," ujarnya menatap sang pacar yang masuh terbengong.
"Ini bukan rumah Ar!!!"
Bersambung
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur
Mampir ke novel temen uthor juga ya!!
__ADS_1