
Happy reading
"Udah Pa, nanti ada yang denger," tahan Mama Kirana saat Papa Emanuel ingin kembali menggagahinya.
"Tapi Ma, nanggung ini," ujarnya dengan nada berat.
"Satu kali habis itu kita bebersih, Gloria juga pasti nunggu kita," ujarnya. Tak tahu kah kau ibu kalau calin mantumu itu sudah pulang setelah mendengar suara merdu kalian!!
Kedua manusia itu kembali melakukan ritual mereka. Sedangkan diperjalanan menuju rumah Arthur, Gloria asik dengan dunianya hingga mengabaikan Arthur yang berada di sampingnya.
"Hahaha sumpah ngakak," tawanya.
Arthur yang tak tahan diacuhkan itu mengambil paksa ponsel Gloria dan melihat apa yang dilihat pacar sekaligus tunangannya itu.
"Aku gak suka dicuekin ya Ria."
"Bosen tahu gak Ar, lagian rumahku udah deket kan!"
"Oke biar gak deket kita muter aja lagi beberapa kali gimana, sekalian nikmati waktu berdua," ujarnya tak mendasar.
"Big no, ini udah sore banget buat jalan-jalan," tolaknya dengan kesal. Ponselnya diambil oleh Arthur padahal tadi sedang asik asiknya menonton.
"Kembaliin ponsel aku Ar, mau nonton lagi," pintanya dengan nada melas.
"Lihat aku gak puas hmm? Aku gak kalah tampan sama tokoh laki-laki yang baru kamu lihat," ujarnya dengan sombong. Yah, Gloria akui memang ketampanan Arthur diatas rata-rata artis yang ada.
"Ya sudah kalau gitu kamu jadi artis aja biar aku lihat film film kamu," ujarnya berusaha mengambil ponselnya.
"Nanti kalau aku jadi artis kamu gak rela lagi banyak yang ngantri buat dapatin aku," ujarnya menjauhkan tangannya dari jangkauan Gloria.
Gloria tak habis akal, wanita itu melepas sabuk pengamannua dan mengecup bibir Arthur dan melum atnya. Arthur yang mendapat ciuman itu ikut membalas hingga Gloria berhasil mengambil ponselnya ditangan Arthur.
"Yes dapat," senangnya dan kembali duduk dikursinya.
Arthur yang sadar sudah dibodohi oleh tunangannya sendiri itu merutuki dirinya yang tak kuat akan ciuman yang diberikan Gloria.
"Lemah banget dah iman gue," batinnya kesal.
Tapi tak bisa Arthur pungkiri jika ciuman tadi sangan nikmat apalagi saat Gloria berinisiatif mellumatnya tadi.
"Seneng banget sih Ri, lihat aja wajahku."
__ADS_1
Gloria yang mendengar ucapan itu menatap Arthur dengan senyum, ia tahu jika singa dipermainkan akan jadi seperti apa.
"Jangan marah aku cuma bercanda."
"Gak lucu tahu Ria, lihat kau membangunkannya," ujarnya menujuk bawahnya.
"Dih lemah," cibirnya menyandarkan kepalanya dilengan Arthur.
"Jangan meremehkannya ya Ri, kamu aja dibuat klepek klepek saat dia sudah masuk," ujarnya tak terima jika miliknya dibilang lemah.
"Iya percaya."
Arthur terus menjalankan mobil itu menuju rumah Gloria dengan pelan. Ia tak mau cepat berpisah dengan Gloria. Gloria yang merasa lelah itu malah tertidur dilengan Arthur.
"Cantik banget kalau lagi pulas gini!"
"Boleh gak sih gue karungin dan bawa pulang lagi, gue mau jadiin dia guling gue," ucapnya lagi.
Tanpa sadar bahwa mobil hitam itu sudah sampai diperkarangan rumah Gloria. Arthur yang tak tega membangunkan Gloria itu menggendongnya menuju kamarnya.
Ceklek
"Itu Gloria kenapa?" tanya Ibu Riska yang berada diruang tamu.
"Tapi ini masih petang gak baik kalau dia terus tidur," ujar ibu pada Arthur. Tapi kasihan juga jika melihat raut kelelahan Gloria.
"Tapi kasihan kalau dibangunin bu," ujarnya menatap Gloria.
"Ya sudah kalau begitu, tolong antar dia ke kamar ya nak," punta ibu dan dianggukkan oleh Arthur.
Setelah pamit pada Bu Riska Arthur berlalu menuju kamar Gloria. Dan sampailah ia dikamar wanita cantik ini. Dengan perlahan Arthur menurunkan tubuh Gloria dikasur.
Arthur menyelimuti tubuh Gloria dengan selimut berwarna biru laut itu.
Cup
Cup
Cup
Cup
__ADS_1
"Aku pulang ya. Mimpi indah honey," ucapnya dengan senyum tak lupa Arthur mengecup kening, kedua pipi, dan bibir Gloria sedikit lama.
Arthur keluar dari kamar Gloria dan pamit pada Bu Riska yang masih berada di depan televisi. Entah acara apa yang dilihat tapi Bu Riska nampak antusias.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul 9 malam Gloria terbangun dari tidurnya. Ia menatap sekeliling dan ternyata ia sudah berada dikamarnya sendiri.
"Udah jam 9 malam tapi, berarti aku tidur udah lama dan Arthur menggendongku ke sini," gumamnya menatap jam bekernya.
"Haus lagi," gumamnya.
Gloria keluar dari kamar menuju dapurnya. Suasana gelap disana membuat Gloria takut. Ia mulai membayangkan yang tidak-tidak karena film yang tadi ia lihat bersama Arthur.
"Pake dimatin segala lampunya," gumamnya mencari saklar lampu tapi tak kunjung dapat.
"Bodolah."
Gloria berlalu menuju dapur dengan penerangan seadanya hingga ia melihat putih-putih didepan kulkas yang terbuka. Pikirannya mrlayang disana Gloria berhenti dan menatap seksama apa itu.
Hingga putih-putih itu berbalik dan betapa kagetnya saat melihat wajah pucat dengan jubah yang sangat panjang itu.
"SETANNNNN," teriaknya hingga ia pingsan ditempatnya.
"Gli, istigi itu inik gik kenilin ibinyi ya," gumamnya berjalan menuju tempat anaknya. Ia sengaja memakai masker karena kulitnya mulai kusam dan memakai jubah ia sudah terbiasa karena itu kalau tidak daster.
Cetak
Lampu dihidupkan ibu Riska dan memapah Gloria kesofa. Bu Riska mengambil minyak kayu putih dan membangunkan Gloria.
Setelah berberapa menit kemudian Gloria mengijabkan matanya, hal pertama yang ia lihat adalah wajah ibunya yang putih pucat. Saat ingin berteriak ibunya terlebih dahulu menyela.
"Ini ibi, kinipi pikiy pingsin sigili sih?" tanya Bu Riska tak jelas.
"Karena ibu nyeremin," ujarnya bangun dengan kepala sedikit pusing.
Bu Riska membantu Gloria menuju kamarnya, dengan botol minum ditangannya.
Bersambung
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
__ADS_1
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur