
Happy reading
Tak terasa hari-hari menuju PAS sudah mulai, hari ini adalah hari terakhir pelajaran biasa karena minggu depan sudah ujian.
Seperti biasa pula Arthur selalu mengantar jemput Gloria, bahkan jika ia tak bisa menjemput sang istri, Arthur akan meminta sopir mansion untuk menjemput Gloria.
Sempat Gloria menolak tapi semuanya sia sia, karena suaminya sangat keras padanya. Akhirnya mau tak mau Gloria manut apa kata suami.
"Kiss me please honey," pinta Arthur menujuk bibirnya.
Biasalah bagi pasangan muda yang sudah halal, apalagi Arthur ciuman dari Gloria adalah vitamin yang harus ia dapatkan setiap hari.
Cups
"Dah, aku mau masuk hari ini adalah pelajaran biologi siapa tahu dapat tips memuaskan suami."
"Oh ya, nanti sampai rumah kita praktek bareng ya," ajaknya dengan semangat.
Ia tahu sang istri hanya bercanda tapi ia pun tak ampil pusing ikut menimpali.
"Siap, apalagi ini bab terakhir pasti uwuh apalagi tentang repro*uksi pria," sambar Gloria.
"Hmm, awas saja sampai memikirkan milik pria lain. Ingat kamu sudah punya suami dan juga terong sang sangat perkasa di sini."
"Iya ayang, aku cuma bercanda. Mana mungkin aku mikirin pria lain hmm. Mungkin malah kamu yang mikirin apem cewek lain," sindirnya.
"Enggak aku mah mikirin dan lagi bayangin apem kamu yang legit dan menggigit itu," ujarnya dengan senyum mengembang.
"Terserah, jangan pengen sekarang aku udah hampir telat."
Cups
"Bye ayang," pamit Gloria setelah mengecup bibir suaminya itu.
Gloria langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam sekolah. Untung ia masih bisa masuk tanpa dicegat oleh para OSIS.
"Ehem yang gak mau pisah, nempel aja tiap hari," dehem Gloria mengagetkan Zain yang sedang mencuri ciuman Mariana itu.
__ADS_1
"Ck ganggu tahu gak," kesal Zain.
"Bodo, jangan sampai khilaf loh ya. Ingat berdua aja ketiganya setan loh," ujarnya dengan santai berlalu meninggalkan Zain dan Mariana disana.
"Emang iya ya kak, kalau berduaan yang ketiganya setan?" tanya Mariana dengan polosnya.
"Enggak kok, jangan percaya sama Gloria musyrik," ujar Zain dengan senyum.
"Tapi."
"Dah ya nanti kita telat masuk kelasnya, yuk."
Mereka meninggalkan taman dan masuk kedalam kelas masing-masing.
Pelajaran pertamapun dimulai, Biologi bab terakhir adalah pelajaran yang paling ditunggu tunggu oleh anak anak dimana hari ini mereka akan membahas tentang alat repro*uksi wanita dan pria.
Bahkan saking niatnya guru mapel membawa patung dan miniatur tentang pelajaran kali ini.
"Oke anak anak karena lab biologi dipakai oleh Bu Rere untuk pelajaran Kimia. Jadi hari ini kita pelajarannya dikelas saja ya," ujar Bu Lika selaku guru biologi.
"Ya bu," jawab mereka serentak.
"Ya karena beda bu, otak kita mah gak kayak otaknya jerome polin yang ngucapin selamat tahun baru aja pake rumus. Lah kita masih mandek di X dan Y," jawab sang ketua kelas yang dikenal dengan kepandaiannya dalam debat dengan guru.
"Ngejawab aja ya kamu," ujar Bu Lika menatap murid bandelnya.
"La kan ibu tanya ya harus dijawab dong," jawab Gloria dengan semangat entahlah otaknya ingin sekali pelajaran ini.
"Ya sudah terserah kalian saja, oke kita bisa mulai prlajaran pagi ini?" tanya Bu Lika yang sudah serius.
Dengan semangat mereka memperhatikan apa yang diterangkan oleh Bu Lika. Begitupun dengan Gloria yang fokus dengan apa yang diterangkan Bu Lika.
"Dih itu patung bentuk anunya kok besar banget gitu ya? Tapi gak lebih besar daripada milik suami gue sih. Shitt jadi pengen kan gue, astaga Glo otak lu kok mesum gini sih?" batin Gloria dengan senyumnya.
Keyra yang ada disamping Gloria itu hanya menggelengkan kepalanya, sahabatnya ini pasti memikirkan Arthur yang notabenya adalah suami Gloria sendiri.
Tak terasa mata pelajaran Biologi sudah selesai.
__ADS_1
"Oke anak-anak materi kita sudah selesai. Masih ada 10 menit buat tanya jawab."
"Bu mau tanya?" tanya Adel, siswa paling rajin diantara yang rajin, selain rajin Adel juga sangat polos.
"Iya Adel mau tanya apa?"
Tanya Bu Lika dengan senyum tak heran kenapa Bu Lika seperti ini, ya karena Adel adalah siswa berprestasi dan sudah berulang kali menyumbangkan piala untuk sekolahnya.
"Gimana cara buat baby bu?" tanyanya polos.
Hahahahhaha.
"Kenapa? Adel salah ya?" tanya Adel yang sungguh tak tahu akan itu. Kata pepatah malu bertanya sesat dijalan.
"Adel sayang anak kesayangan ibu, kita belum sampai di sana ya cantik. Nanti di kelas 12 ibu akan ajar bab yang itu," jawabnya.
"Ibu mau ajarin kita cara buat baby?" tanyanya lagi.
Hahahahahaha
Suara tawa lagi-lagi terdengar oleh mereka tak terkecuali Gloria. Adel salah tanggap akan apa yang diucapkan Bu Lika.
"Adel... Adek kakak yang paling gemes, maksud ibu itu. Bab tentang pembuatan baby itu ada di kelas 12, jadi jangan tanya sekarang oke," ucap Gloria menepuk pundak Adel.
Yah Adel dan Gloria sudah seperti adik kakak jika di kelas, apalagi usia Adel 5 bulan lrbih muda darinya hingga tak ayal jika mereka sangat akrab.
"Oh gitu, Adel pikir ibu mau ngajarin kita bikin baby," ujarnya tanpa malu.
Bu Lika yang sudah memerah itu langsung mengakhiri kelasnya. Meninggalkan siswa siswinya yang masih menyorakinya.
"Untung anak-anak pinter kalau enggak, gur aku bejek bejek. Hufffttt sabar sabar. Mas Al udah selesai ngajar belum ya?" tanyanya dalam hati.
Bu Lika dan Pak Ali adalah pasangan suami istri yang mengajar disekolah yang sama. Jadi tak heran jika mereka mau bermesraan di ruangan mereka.
Karena setiap guru memiliki ruangan masing masing apalagi dengan banyak berkas milik guru tersebut.
Bersambung
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur