Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Kepolosan Gloria


__ADS_3

Happy reading


"Eughh," geliat Gloria mulai membuka matanya pelan. Ia merasa aneh pada tubuhnya yang rasanya sangat lengket dan entahlah.


Deg


Gloria mulai meraba bawahnya yang masih sedikit basah itu. Apalagi ia tak memakai dalaman sekarang. Rasa gelisah itu mulai menyeruak dalam dirinya.


"Apa Arthur tadi masuk? Tapi pintunya masih terkunci. Apa aku melakukannya sendiri atau ada orang yang masuk?" tanyanya dengan sendu, ia takut ada seseorang yang masuk dan mel*cl*ehkannya saat tidur.


Gloria berlalu menuju kamar mandi dan memutuskan untuk mandi. Tangis Gloria pecah saat melihat ada cairan itu yang keluar dari intinya, kental! Dan ia sangat tahu apa ini.


"Arthur aku takut," tangisnya.


Dengan kasar Gloria menggosok intinya agar bekas bekas itu hilang, dengan air mata yang masih mengalir. Ia takut jika yang menye********* bukan suaminya. Entahlah pikirannya tumpul sekarang.


30 menit berlalu Gloria keluar dari kamar mandi dengan piyamanya. Gloria dengan cepat keluar dari kamar dan mencari suaminya.


"Ayang," panggil Gloria.


Hingga ia melihat suaminya sedang tertidur disofa itu dengan satu kaki menjuntai ke bawah. Gloria menaikkan kaki suaminya.


Rasa bersalah itu kian menjadi saat suaminya masih bert****ng dada. Gloria ikut naik keatas sofa dan naik keatas tubuh Arthur yang tertidur, dia memeluknya dengan erat dan menangis disana.


"Hiksss hiksss."


Arthir yang sangat peka akan apa yang dirasa tubuhnya itu mulai mengerijabkan matanya dan betapa terkejutnya ia saat sang istri menangis sampai sesegukan diatas dadanya.


"Honey kenapa?" tanya Arthur saat mrlihat istrinya berada diatasnya itu.


"Maafkan aku, maaf huaaaa," tangisnya tambah keras.


"Kenapa kamu minta maaf honey, apa yang terjadi sampai kamu seperti ini?" tanya Arthur bangun dan memeluk tubuh Gloria yang masih menangis tersedu didadanya itu.


"Huaaaa maaf aku salah aku tak tahu apa yang terjadi hingga... huaaaa......"


Arthur tak bisa seperti ini, ia memeluk tubuh istrinya agar lebih tenang. Ia mengecup kening Gloria dengan lembut, air matanya masih saja mengalir.


Setelah berberapa saat, Gloria mulai tenang walau segukan itu masuh terdengar ditelinga Arthur.

__ADS_1


Arthur memberikan gelas berisi air putih yang ia bawa tadi. Gloria mengambilnya dan menghabiskan air putih itu.


"Udah tenang? Sekarang cerita sama aku ada apa dengan kamu? Kenapa kamu nangis seperti ini hmm?" tanya Arthur lembut seraya menghapus air mata sang istri.


"Kamu tadi hiks apa masuk kamar?" tanya Gloria menatap suaminya dengan air mata yang sudah membendung disana.


"Apa dia bangun tadi? Sepertinya ia menikmati saat aku melakukannya itu dengan dia tidur," batinnya.


Arthur was-was jika ia jujur bisa saja hukumannya ditambah. Oh tidak bisa, terong harus masuk apem istrinya tiap malamnya.


"Kan kamu gak bolehin aku masuk honey, lagian kamar juga kamu kunci kan," jawab Arthur seakan ia tersiksa karena istrinya mengunci pintu kamar.


Sontak Gloria yang mendengar itu kembali menangis, jika bukan suaminya lalu siapa lagi? Ia takut.


"Hei honey kenapa menangis lagi hmm?" tanya Arthur bingung kenapa istrinya kembali menangis.


"Maafin aku Arthur, maafin aku. Aku tak tahu..." tangisnya dengan kencang. Sungguh Arthur tak tahu apa yang diucapkan sang istri ini.


"Tenang honey, aku gak paham apa yang kamu bicarakan. Tenang dulu baru kamu cerita, jangan setengah-setengah oke," ujar Arthur menggelus punggung sang istri.


"Tadi aku mimpi hiks kamu masuki aku, aku tak tahu itu nyata atau tidak hiks hiks aku menikmatinya Ar. Aku berharap saat bangun kamu ada disisiku tapi tak ada hiksss hiksss.."


Arthur mendengarkan apa yang diucapkan sang istri walau didalam hati ia dangat senang saat Gloria mengatakan 'Aku berharap kamu disisiku.'


"Aku takut, aku tak sadar Ar. Aku.... aku hiks hikss aku takut, aku kotor, aku......"


Grep


Arthur memeluk tubuh Gloria dengan erat, apa karena ini Gloria menangis? Karena dirinya yang lupa untuk tak membesihkan bekas percin**annya tadi.


"Sudah tak ada yang berubah honey, kamu tak salah. Kamu tak kotor honey, kamu hanya milikku, sudah ya jangan menangis lagi," ujar Arthur menenangkan Gloria.


"Aku takut, ada laki-laki lain yang memasuki ku Ar. Aku tak pantas untukmu," ujarnya.


"Hei kenapa bilang seperti itu? Tak ada sayang, hanya aku yang memasu kimu. Tenang ya, jangan dipikirkan soal itu," ujar Arthur mengelus rambut Gloria.


Gloria menatap suaminya dan meraih tangan suaminya dan meletakkannya di dadanya.


"Tolong, hapus jejaknya ditubuhku Ar, ku mohon," pinta Gloria dengan melas.

__ADS_1


Arthur yang mendengar itu membulatkan matanya, istrinya menyerahkan tubuhnya dengan percuma.


"Tapi honey ini sudah malam, waktunya tidur," ujarnya, bukan berniat menolak tapi ia takut istrinya kelelahan nanti.


"Kamu menolak, apa karena ini bekas pria lain yang bahkan aku tak tahu?" tanya Gloria dengan tangis.


Cups


"Bukan itu honey, tapi kalau itu kemauan kamu aku akan mewujudkannya," ujarnya dengan senyum.


Arthur menggendong Gloria menuju kamarnya tanpa melepas ciumannya. Arthur membaringkan sang istri di kamar itu dan dengan inisiatifnya sendiri Gloria melepas pakaiannya.


"Lakukan Ar, aku mau kau menghapus sisanya."


Andai kau tahu mbak, jika yang mencurimu tadi adalah suamimu sendiri.


Arthur yang melihat itu hanya tersenyum, ia merasa bersalah karena membuat istrinya salah paham tapi mau gimana lagi.


Arthur mulai mrngecup seluruh wajah sang istri dan meluma* bibir manis itu. Ciumannya kini beralih tempat semakin turun dan turun.


Mata pria itu menatap milik istrinya masih masih sedikit merah.


"Apa kau menggosoknya terlalu kuat honey?" tanya Arthur mengusap apem lembut istrinya itu pelan.


"Hmm."


Gloria tak tahan dan menekan kepala suaminya, sudah cukup lama Arthur bermain disana hingga pria itu melepas penghalang terakhirnya.


Gloria membuka pahanya lebar seakan memberi akses untuk sang suami. Tentu saja Arthur tak menyia-nyiakan hal itu.


"Maaf honey," bisiknya seraya mengecup bibir sang istri.


Mereka melakukan hal panas itu hingga jam menunjukkan pukul 2 malam baru Arthur menyudahi adegan itu. Gloria yang terlalu lelah itu langsung menutup matanya dan terlelap.


"Terima kasih honey, dan maaf jika aku khilaf," ucapnya mengecup bibir Gloria dan melepas terongnya itu hingga membuat Gloria mensesis.


Arthur mengambil tisu dan membesihkan apem istrinya. Setelah selesai ia menyelimuti tubuh Gloria dan ikut tertidur disamping Gloria dengan memeluk tubuh sang istri.


Bersambung

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur


__ADS_2