Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Hanya karena emot


__ADS_3

Happy reading


Seperti biasa Gloria sudah dijemput oleh Arthur didepan rumah. Setelah berpamitan dengan ibunya Gloria dan Arthur berangkat ke sekolah dan kampus bersama.


"Maaf ya nanti aku gak bisa jemput kamu mata kuliahku sampai sore tapi janji besok aku jemput kamu pulang sekolah sekalian malam mingguan," ujar Arthur pada Gloria tak lupa tangan pria itu menggengam dan menciumnya.


"Gak apa-apa, lagian aku udah biasa pulang sendiri dan gak terjadi apa-apa," jawabnya.


Arthur menganggukkannya, tangannya masih stay menggengam tangan sang pacar.


"Ar," panggil Gloria.


"Hmm."


"Gak jadi."


"Tuh kan, kamu krbiasaan kalau mau ngomong terus gak jadi. Bikin aku penasaran tahu gak! "


"Ya 'kan aku gak tahu mau ngomong apa," jawabnya tam kalah ngegas. Mungkin Arthur lupa jika Gloria sedang PMS.


"Ck ikutan ngegas lagi," gumamnya.


"Oh lu gak ikhlas 'kan jemput gue!" serunya saat mendengar gumaman Arthur itu tapi Gloria mengartikan lain.


Tak mau menambah masalah dengan sang pacar. Arthur menghentikan mobilnya dan membungkam bibir manis Gloria dengan bibirnya. Gloria yang awalnya memberontak kini malam seakan mrmunta lebih.


Plup


"Jangan pengen, kamu lagi datang bulan. Aku gak mau tersiksa," ujarnya mengusap bibir basah itu.


Gloria malu karena tertangkao basah menginginkan lebih dari ciuman itu. Arthur tersenyum tipis dan mengacak acak rambut Gloria.


"Is berantakan tahu rambut aku."


"Kamu cantik," ucapnya.


Bluss


Wajah Gloria memanas mendengar itu, sontak saja wanita itu memalingkan wajahnya.


Arthur kembali menjalankan mobilnya dengan pandangan yang sesekali menghadap Gloria.


"Emang jalanan lebih menarik daripada aku ya?" tanya Arthur.


"Banget."


Sampailah mereka di depan gerbang sekolah Gloria. Wanita itu hendak membuka sabuk pengaman dan keluar tapi ditahan oleh Arthur.


"Kiss me please."


Cups


Tak mau memperpanjang waktu Gloria mengecup singkat bibir Arthur. Tangan Arthur menekan tengkuk leher wanita itu hingga mau tak mau ciuman itu semakin dalam. Gloria yang mulai menikmati itu mengalungkan tangannya keleher Arthur.


Tangan nakal pria itu membuka tiga kancing atas seragam Gloria dan mere mas buah dada yang semakin besar itu.


"Dada kamu makin besar. Aku suka," ucapnya yang membuat Gloria malu.


"Dadaku besar juga gara-gara kamu tahu," cebik Gloria melelas tangannya dari leher Arthur.


"Tapi kamu makin seksi loh Ri," jawabnya.

__ADS_1


Gloria mengancingkan kembali seragam sekolahnya hingga rapi seperti semula. Tak lupa ia mengoleskan sedikit bedak dan lipstick agar bibirnya tidak terlalu pucat.


"Makasih dah nganterin," ucap Gloria pada Arthur.


"Uang saku kamu masih?" tanya Arthur.


"Masih banyak kok, aku juga jarang belanja paling cuma jajan," jawabnya jujur.


"Kenapa gak dihabisin aja? Buat shopping kan bisa!"


"Nanti lah dipikir buat apa itu uang," jawabnya dengan senyum.


"Aku masuk ya Ar, sekali lagi makasih dah nganter."


Arthur mengangguk dan setelah Gloria masuk kedalam sekolahnya. Arthur kembali menjalankan mobilnya menuju kampus.


"Ayang Zaim," teriak wanita itu saat melihat pujaan hatinya berjalan menuju kelas bersama sahabat-sahabatnya.


Zain diam dan terus berjalan menuju kelasnya tanpa menghiraukan Gloria yang mengejarnya.


"Di panggil tuh, melengos aja," ujar Bagas pada Zain.


"Biarin aja, gue cuma gak mau beri harapan sama dia," jawabnya santai.


"Kadang gue kasihan sama tu anak, gak ada bosennya kejar lu," ujar Dimas yang dengan santainya berjalan mendahului mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya Arthur di kampus, pria itu sudah dihadang oleh Nathan dan Nabila yang sedari pagi sudah ada di parkiran.


"Kemana kemarin lu gak masuk ke kampus?" tanya Nathan pada sang sahabat.


"Pacar gue sakit," jawabnya tanpa beban.


"Arthur punya pacar?" batin Nabila bertanya.


"Lu punya pacar? Siapa?" tanya Nabila dengan kecewa.


"Ada deh, kalau gue kasih tahu lu juga gak bakal tahu."


Jawabnya berlalu meninggalkan dua sahabatnya dengan senyum mengembang.


"Gue gak rela lu dimiliki cewek lain Ar, lu cuma milik gue," batinnya.


"Belum nyerah juga lu saat Arthur udah punya pacar?" tanya Nathan pada sepupunya.


"Gue yakin Arthur cuma jadiin cewek itu mainannya aja, sama kayak cewek-cewek sebelumnya," jawab Nabila yang masuh positif thinking.


"Arthur gak pernah sebahagia itu Bil, apalagi sampai jaga ceweknya yang sakit."


Deg


"Benar juga, bahkan aku sakitpun Arthur gak pernah jagain aku," batinnya sedih.


Nathan dan Nabila berjalan menuju kelas mereka masing-masing, Nabila yang memasuki kelas Fashion Design sedangkan Nathan dan Arthur adalah kelas Bisnis.


"Ar."


Nabila mencekal tangan Arthur yang hendak masuk ke dalam kelas. Arthur menaikkan alisnya menatap Nabila.


"Emm nanti setelah pulang kampus gue mau ngomong bisa?"

__ADS_1


"Oke," jawabnya berlalu masuk ke dalam kelas.


Walau dengan malas, Arthur mengikuti setiap mata kuliah. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah 2 siang berarti sang pacar sudah waktunya pulang.


^^^Anda^^^


^^^Udah pulang?^^^


Gorilaku


Baru keluar kelas. Kenapa?


^^^Anda^^^


^^^Hati-hati dijalan ya honey, maaf aku gak bisa jemput.^^^


Gorilaku


Iya. Oh ya Ar, nanti mau jalan sama temen-temen gak apa-apa kan?


Senyum terbit dari bibir Arthur, Gorilanya meminta izin darinya yang notabenya hanya pacar. Sungguh Gloria seperti meminta izin pada suaminya sendiri.


^^^Anda^^^


^^^Iya gak apa-apa, kalau uang yang kemarin habis bilang aja.^^^


Gorilaku


Iya. Makasih pacar😙


Oh, astaga Arthur merasa berbunga-bunga sekarang. Hanya emot cium saja sunda membuatnya kesemsem.


^^^Anda^^^


^^^Sama-sana honey.^^^


Arthur terus melihat emot yang tadi dikirim Gloria dengan senyum dan semua itu tak luput dari pandangan Nathan yang ada disampingnya.


"Astaga Ar, cuma emot cium aja buat lu senyum senyum gila gini. Bukannya lu udah biasa ya sama ciuman cewek yang lebih hot lagi."


Nathan berkomentar setelah melihat pesan itu.


"Dia beda Nat, beda banget dari cewek-cewek lain," jawabnya masih dengan senyum.


"Gue boleh lihat fotonya?"


"Ntar kalau gue perlihatin lu embat lagi, gue gak rela ya cewek gue jadi bahan fantasi lu," jawabnya dengan sinis.


"Ya elah gitu aja, gak boleh biasanya bekas lu beralih ke gue begitupun sebaliknya," jawab Nathan.


"Khusus dia gak boleh, gue gak akan lepas cewek gue begitu aja. Dia cewek gue, dan gak boleh satu orangpun yang bisa rebut dia dari gue. Kalau sampai ada yang berani deketin dia awas aja bakal habis ditangan," ucapnya dengan nada yang tak bisa diganggu.


Nathan yang mendengar itu langsung merinding. Ucapan Arthur memang tak bisa diganggu gugat oleh siapapun termasuk dirinya yang notabenya adalah sahabatnya sendiri.


"Seistimewa apa gadis itu?" batin Nathan menatap sahabatnya.


Bersambung


📌Stuck Marriage (On going) Kisah Anak Gloria dan Arthur.


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊

__ADS_1


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏


__ADS_2