
Happy reading
"Honey."
"Hmm, apa kita perlu bawa banyak baju?" tanya Gloria yang memang tak tahu harus bawa baju berapa.
"Seperlunya aja honey yang penting jangan lupa bawa jaket," jawabnya.
Gloria mengangguk dan mengeluarkan beberapa potong pakaiannya dan pakaian suaminya.
Setelah semuanya selesai, Gloria berlalu menuju solat tempat dimana suaminya mengerjakan tugas kampus yang numpuk karena seminggu lebih ini Arthur tak masuk.
"Masih kurang banyak?" tanya Gloria menatap layar leptop yang menampilkan grafik data entah apa Gloria juga tak paham.
"Masih kurang dikit, kalau kamu ngantuk kamu bisa tidur dulu honey." Gloria menggeleng.
Gloria pamit keluar pada suaminya, tak lama Gloria kembali membawa piring yang berisi kue basah dan teh melati buatannya.
"Makasih istriku," ucap Arthur menarik tangan istrinya agar duduk di pangkuannya.
Gloria yang sudah duduk dipangkuan suaminya itu mulai mengalungkan tangannya dileher Arthur dan menyadarkan kepalanya di dada bidang suaminya manja.
Tangan Arthur mengelus pelan rambut istrinya dengan satu tangan berada diatas keyboard laptopnya.
Arthur yang sekarang sudah beda dengan Arthur yang dulu, Arthur yang suka main wanita dan setiap hari minum minuman beralkohol kini menjadi Arthur yang setia dengan satu wanita yaitu Gloria, bahkan pria itu sudah menghentikan kebiasaan buruknya itu. Arthur lebih suka bermanja dengan istrinya daripada keluhuran tak jelas.
"Ay," panggil Gloria.
"Apa?"
"Kamu pengen anak gak dari aku?" tanya Gloria mendongak kan kepalanya menatap sang suami.
Arthur yang mendapat pertanyaan dari sang istri itu menatap Gloria yang juga sedang menatapnya.
Cups
"Kenapa tanya gitu?" tanya Arthur setelah mengecup singkat bibir Gloria.
"Ya gak apa-apa, siapa tahu kamu mau gendong baby?" tanya Gloria kembali menyadarkan kepalanya di dada Arthur.
"Kalau kamu gimana?" tanya Arthur.
__ADS_1
"Kok balik tanya sih?" tanya Gloria.
"Aku ikut kamu honey, aku juga gak paksa kamu buat cepet hamil. Kamu masih muda aku juga begitu, tapi jika kamu mau hamil ya aku mau aja," jawabnya dengan senyum.
"Aku belum bisa, tunggu satu tahun lagi ya Ay," ujarnya dan diangguki oleh Arthur.
"Iya honey aku akan menunggu, walau kita harus jadi Mami dan Papi muda," ujar Arthur memeluk tubuh istrinya.
Setelah perbincangan singkat itu Gloria berangsur diam di dada Arthur yang masih fokus dengan tugasnya itu.
"Daedlinenya kapan?"
"Besok lusa honey, ini aja kalau aku gak diingatnya Nathan juga aku gak bakal ingat," jawabnya.
"Kan masih ada hari esok ay, tidur yuk, " ajak Gloria pada suaminya.
"Besok kita liburan honey, aku gak mau ada gangguan saat kita liburan," jawabnya mengecup singkat kening Gloria dan kembali meneruskan tugasnya.
Setelah 30 menit berkutat dengan laptopnya dan buku, akhirnya tugas Arthur selesai. Pria itu mengirim tugasnya pada dosennya.
Setelah menutup semua buku dan leptop, Arthur menggendong tubuh istrinya yang sudah terlelap itu menuju kasur.
"Good night honey, aku sangat mencintaimu," bisiknya seraya mengecup kening Gloria lembut.
Tangan kirinya dijadikan bantal untuk Gloria dan tangan kanan memeluk perut Gloria dengan erat.
Pagi harinya pasangan ini sudah siap akan apa yang akan dibawa. Mereka berdua juga sudah pamit dengan orang tuanya.
"Hati hati ya, kalau ada apa-apa hubungi mama atau papa," pesan mama Kirana dan dianggukkan keduanya.
Keduanya pamit dan masuk kedalam mobil milik Arthur, mobil yang hanya boleh ditumpangi olehnya dan sang istri.
Perjalanan yang panjang membuat mereka berdua harus bergantian menyetir, apalagi kaki Arthur yang belum sepenuhnya sembuh.
3 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai disebuah vila yang sangat besar itu. Jika dilihat saja mungkin besar vila ini daripada Rumah Gloria. Sungguh suaminya ini memang kaya raya.
"Ini vilanya Ay?" tanya Gloria.
"Iya honey," jawabnya seraya membuka sabuk pengamannya.
Mereka sudah disambut oleh beberapa pelayan disana yang bertugas menjaga dan merawat vila itu.
__ADS_1
Arthur mengajak istrinya untuk masuk kedalam vila, Arthur juga memperkenalkan istrinya pada para pelayan.
"Ingat jangan pernah ada yang berani masuk ke dalam kamar pribadi saya," titah Arthur yang membuat mereka mengangguk paham.
Arthur menggandeng tangan sang istri menuju kamar yang berada dilantai tiga. Tanpa lift jadi mereka harus naik tangga.
"Istri tuan muda cantik ya, kelihatannya juga baik," ucap salah satu pelayan.
"Iya, masih muda tapi mereka sangat serasi."
"Aku dengar dari sepupu yang kerja di mansion istri tuan muda itu masih SMA loh, muda banget kan?"
"Iya, semoga nona muda tidak membuat tuan muda sakit hati ya."
"Hah masih SMA tapi udah nikah? Beruntung sekali gadis itu. Tapi aku tak boleh pesimis aku pasti bisa miliki tuan muda Arthur," batin seorang pelayan dengan senyum smirknya.
"Sudah sudah semuanya bubar, kita harus siapkan makanan untuk tuan muda dan nona muda. Jangan sampai beliau marah dan memecat kita semua," ujarnya seorang pelayan yang lebih tua dari mereka.
......
"Ini kamarnya! Kamu suka?" tanya Arthur memeluk istrinya dati belakang.
"Suka, tapi hawanya dingin Ay disini," jawabnya memegang tangan Arthur yang ada di perutnya.
"Kita bisa hangatin suasana disini kok honey," jawabnya dengan senyum menggoda.
Arthur mengunci kamar itu dan membawa istrinya ke ranjang, wangi yahh kamar itu sangat wangi bagi Gloria hampir sama dengan kamar yang ada di mansion Bara.
"Ayang gak capek?" tanya Gloria pada suaminya yang sudah ada diatasnya.
"Enggak, aku mana ada capeknya kalau udah sama kamu hmm? Terong aku juga, gak akan capek untuk berkunjung ke rumahnya," jawab Arthur dengan senyum ia mulai membuka baju sang istri.
"Tapi aku lelah."
"Lelahnya nanti hilang kok, kamu tenang aja," ujar Arthur membuang baju istrinya begitu saja.
Gloria yang ada di bawah suaminya itu hanya pasrah, karena melawanpun tak berguna. Tenaga Arthur lebih kuat darinya hingga berusaha menolak sekuat apapun itu sia sia.
Seperti sekarang mereka sudah polos, pakaian yang tadi mereka pakai sudah terhempas ke lantai marmer yang dingin itu.
Bersambung
__ADS_1