Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Menunda sampai Gloria lulus sekolah


__ADS_3

Happy reading


Ini adalah hari ketiga Gloria menjadi seorang istri dari Arthur Bara. Dia tak pernah kekurangan selama disini, semua sudah disiapkan. Kadang Gloria tak enak akan perubahan ini, tak ayal ia juga merindukan ibunya.


"Gloria sayang, nanti ikut mama shopping ya. Bosen mama ikut papa terus," ajak Mama Kirana dengan antusias.


Harapannya memiliki anak perempuan yang bisa diajak shopping kini dapar terlaksana.


"Oh jadi Mama bosen temenin papa di kantor hmm?" tanya Papa Emanuel pada istrinya.


"Heem, lihatnya cuma bangunan itu itu terus. Coba aja kalau perusahaan Papa ganti ganti," jawabnya jujur.


"Gimana sayang kamu mau kan?" tanya Mama Kirana.


Gloria menatap suaminya yang tersenyum.


"Terserah kamu honey, yang penting ingat pulang," ujar Arthur mengelus rambut cokelat istrinya.


"Iya mah, aku mau. Lagian udah dizinkan juga sama Arthur."


"Honey jangan panggil nama, gak sopan," ujar Arthur dan dianggukkan oleh Gloria.


"Maaf."


"Gak apa-apa, lain kali jangan diulangi," ujar Arthur pada sang istri yang mengangguk.


"Hari ini, Papa juga akan mengajak Arthur keperusahaan agar dia belajar tentang perusahaan itu," ujar Papa Xander memotong ikan salmon dan menyuapkannya ke istrinya.


"Oke, jadi nanti aku sama mantu cantikku ini shopping habisin uang kalian yang kerja ya," ujarnya dengan senyum mengembang.


"Berapapun sayang, walau satu mall kamu borong juga gak akan habis uangku," jawabnya.

__ADS_1


"Tapi sepertinya aku sudah banyak menghabiskan uangmu."


"Haiss berapa kali aku bilang, uangku uangmu juga. Kenapa malah mengungkitnya, aku hanya mau kesembuhanmu bukan uang," ujar Papa Emanuel yang mampu membuat anak anak mereka baper dibuatnya.


"Sweet deh si papa," bisik Gloria pada suaminya.


"Aku juga bisa seperti papa," jawabnya dengan senyum.


"Tapi aku butuh kamu yang apa adanya, itu udah cukup buatku," ujar Gloria menatap suaminya.


"Hmm, aku juga. Walau aku ikut baper akan perilaku papa sama mama, tapi aku tak menuntutmu untuk seperti mereka, cukup jadi Gloriaku yang galak, tapi lembut saat diranjang."


"Jangan gitu, aku malu," bisiknya.


"Hahaha oke gak lagi tapi nanti malam 3 ronde ya honey," pintanya dengan senyum.


"Kamu mah gitu, 1 ronde kamu berberapa kali sembur sih. Aku capek tahu. Dah yah untung aku masih minum pil kontrasepsi."


"Kamu yakin gak mau punya anak sekarang?" tanya Arthur.


"Kenapa kalian bisik bisik?" tanya Mama Kirana.


"Biasa suami istri," jawab Arthur dengan santainya.


Mereka kembali menyelesaikan sarapan mereka. Setelah selesai Papa Emanuel mengajak sang putra untuk keperusahaan. Sedangkan Mama Kirana masih berada didepan televisi bersama sang mantu.


"Kamu ada rencana buat hamil setelah ini sayang?" tanya Mama Kirana.


Deg


Apa mertuanya itu sangat mengharapkan kehadiran seorang cucu? Tapi bagaimana ini, ia masih belum siap dan melihat di internet hamil diusia muda sangat beresiko untuk ibu dan bayi walau banyak yang berhasil.

__ADS_1


"Ma.. maaf ya, bukan Gloria gak mau punya bayi. Tapi Gloria dan Arthur udah sepakat untuk menunda memiliki momongan sampai Gloria lulus sekolah," ujarnya dan dianggukkan oleh mama Kirana.


"Mama tahu sayang, mama juga gak maksa kamu buat cepat hamil kok. Yang penting kalian akur akur ya. Tolong jangan tinggalkan Arthur apapun keadaanya, sebenarnya dia anak yang baik. Tapi gara-gara mama dan papa yang jarang memberinya perhatian hingga dia terlihat seperti itu."


"Gloria sudah tahu sifat Aryhur kok mah, walau perkenalan kita gak lama. Tapi sedikit banyak Gloria tahu tentang suami Glo itu," ujarnya dengan senyum.


"Syukurlah kalau begitu."


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, kedua wanita beda umur itu bersiap untuk pergi belanja.


Sedangkan di kantor, sedari Arthur sampai kantor para karyawan selalu memperhatikannya hingga membuatnya risih.


Bahkan sekretaris Papanya juga begitu, dengan pakaian seksi hingga memperlihatkan lekukan tubuhnya ditambah gincu warna merah menyalanya itu.


Tapi Arthur salut akan papanya yang tak tergoda oleh boneka mampang ini.


"Apa mama dan istriku sudah berangkat ke mall ya?" tanya Arthur.


"Mungkin mereka masih bersiap, sekarang papa jelaskan lagi agar kamu lebih paham," ujarnya.


"Tapi pah, apa papa menyiapkan pengawal untuk mereka?" tanya Arthur lagi.


"Tak perlu kau suruh, papasudah menyiapkan semuanya. Mana tega Papa membiarkan bidadari papa tanpa pengawasan apalagi keadaan mama kamu yang belum sepenuhnya sembuh," jawabnya seraya menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya.


"Hmmm, aku berdo'a semoga mama cepat sembuh, maaf dulu aku sempat berprasangka buruk pada kalian," ujar Arthur bersalah.


"Papa paham apa yang kamu pikirkan tentang kamu yang tak ada saat kamu butuh. Kami juga salah tapi mau bagaimana lagi yang penting sekarang kamu sudah mengetahui semuanya."


Arthur mengangguk, setelah berbincang-bincang dengan sanvg papa. Papa Emanuel kebalu menerangkan apa yang harus dipelajari Arthur selama bekerja.


Bersambung

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur


__ADS_2