
Happy reading
Mobil yang dikendarai Arthur berhenti di parkiran apartemennya. Rencananya mereka akan menginap semalam di apartemen.
"Ay, gendong," manja Gloria. Sebenarnya ia lelah karena berjalan mengelilingi mall tadi.
"Ayo sini."
Arthur berjongkok didepan Gloria. Gloria yang melihat itu langsung naik keatas punggung sang suami tak lupa membawa paper bag yang ia beli tadi eh lebih tepatnya Mama Kirana yang membelikannya.
"Ayang tadi gimana di kantor?" tanya Gloria seraya mengalungkan tangannya dileher Arthur.
"Biasa aja honey, kapan-kapan aku ajak kamu ke kantor," jawabnya.
"Pasti cantik-cantiknya pegawainya Papa?"
"Cantik sih, tapi lebih cantikan kamu apalagi kalau di atasku," jawabnya dengan mesum bahkan tangan kekar itu meremat bokong Gloria.
"Akhh, jangan dong, nanti kalau tepos gimana?" tanya Gloria menepuk lengan Arthur.
"Gak akan tepos kok honey, aku gemas sama bokong kamu ini," ujarnya kembali meremas bokong bulat Gloria.
"Jangan Ayang, sakit ihh."
"Sorry honey."
Sampailah mereka di kamar mereka, Arthur menurunkan sang istri di kasur empuk itu.
"Aku berat ya?"
"Enggak honey, cuma sedikit berisi aja."
Arthur berlalu menuju kamar mandi sedangkan Gloria berjalan kearah lemari untuk menata baju yang ia beli tadi.
Mamanya gila dengan membelikannya 6 pasang lingerie berbeda warna itu untuknya membayangkannya saja ia sudah bergidik ngeri apalagi memakainya bisa bisa suaminya itu khilap terus menerus.
Brug
Gloria membaringkan tubuhnya dikasur empuk itu. Lelah? Yah, dia lelah walau hanya mengikuti mamanya saja.
"Bagaimana cewek-cewek yang setiap hari kr mall ya? Apa gak capek tu kaki," batinnya.
"Nyaman banget," gumamnya seraya memejamkan matanya.
__ADS_1
Ceklek
Pintu kamar mandi itu terbuka, bersamaan dengan Gloria membuka matanya. Dan pemandangan ini yang membuat matanya sehat tiap hari. Hahahaha.
Arthur keluar dari kamar mandi hanya memakai boxer saja, dengan handuk untuk mengeringkan rambutnya itu.
"Ganteng banget deh ya, duh untung aja lu jadi suami gue kalau enggak ruhi gue," batinnya menatap Arthur.
Setelah merasa rambutnya kerung, Arthur ikut naik ke kasur dan menindih tubuh istrinya.
"Nyaman," gumamnya saat kepalanya sudah berada diatas dada Gloria itu.
"Capek ya?" tanya Gloria menyisir rambut suaminya dengan tangannya.
"Sedikit, tapi sekarang sudah hilang saat ada kamu," ujarnya dengan senyum.
"Gombal aja, aku mau mandi gerah."
"Aku mandiin mau?" tanya Arthur pada Gloria yang menggeleng.
"Udah cukup kemarin aja kamu mandiin aku, sekarang gak usah," ujarnya dengan senyum manis, sangat manis ngalahin senyum uthor sang pencipta cerita.
Arthur hanya menyengir mengingat pergulatan panas mereka kemarin dengan mandikan sang istri. Tentu saja itu hanya akal akalan Arthur agar mendapat jatah double di sore mereka.
"Apa aku kayak bocil ya? Kenapa mukaku gak kayak wanita yang sudah menikah seperti umumnya ya?" tanyanya memegang pipi tirusnya.
Gloria melepas bajunya dan mulai mandi, hingga ia sadar jika ia lupa membawa baju ganti dan adanya hanya handuk mini di kamar mandi itu.
"Bodoh!! Kenapa bisa lupa sih hah? Kalau begini tahu tahu Arthur garap gue lagi," umpatnya.
Gloria menyelesaikan mandinya dan mengintip disela pintu apa Arthur masih ada disana.
"Syukurlah dia gak ada di kasur," gumamnya keluar seraya memegang handuk didadanya itu menuju lemari.
Grep
"Mau goda aku hmm?" tanya Arthur memeluk tubuh Gloria dari belakang. Ia tadi hanya membuka tirai kamar itu agar cahaya dapat masuk.
"Aku tadi lupa bawa baju ganti, bukan mau goda kamu," ujarnya dengan gugup.
"Ouhhh aku pikir mau goda aku, padahal aku udah siap-siap aja loh honey," ujarnya pada sang istri.
"Enggak deh, aku masih capek."
__ADS_1
"Ya sudah, tapi aku cuma mau request pakaian kamu."
"Apa?" tanya Gloria.
"Hehehe pakai itu dan itu ada ya honey, jangan pakai yang panjang."
Arthur menujuk tank top dan celana pendek yang sengaja ia beli berberapa waktu lalu untuk sang istri.
"Itu terlalu mini Ay, nanti kamu gak tahan lagi," ujarnya menolak.
"Menolak keinginan suami dosa loh honey," ucap Arthur melepas pelukannya.
"Kan dosa istri dosa suami juga," jawabnya seraya mengambil apa yang ditunjuk suaminya tadi.
"Pakai disini aja honey."
Gloria mengangguk dan memakai pakaiannya didepan Arthur, ia hanya ingin melihat sejauh mana harsat suaminya itu tertahan.
"Tahan kau yang menginginkan ini tadi," batin Arthur dan akhirnya sang istri itu selesai berpakaian.
"Kau sangat seksi honey," ujarnya.
"Ya lah, secara gue gitu loh."
"Dan wanita adalah istriku, milikku."
Cups
Arthur merengkuh tubuh Gloria dan mengecup bibir merah alami itu dengan lembutnya.
"I love you honey," bisiknya seraya menggigit kuping Gloria.
Gloria mengangguk pelan, dan mengecup rahang suaminya. Selain karena rahang adalah hal favoritnya ia juga tak sampai untuk mengecup bibir suaminya.
Arhur menggendong tubuh sang istri ke ranjang, mungkin siang ini ia hanya ingin minum saja. Karena ia terlalu lelah untuk bermaju mundur cantik.
Gloria yang tahu akan apa yang diminta suami itu hanya mengangguk dan membuka tanktopnya.
Mungkin Gloria akan selalu menyusui bayi besarnya ini tiap hari, tiap wakti jika ada kesempatan.
Bersambung
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
__ADS_1
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur