Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Kekhawatiran Gloria


__ADS_3

Happy reading


Sedangkan di kamar, Gloria sedang menahan cemasnya agar tak sampai menangis. Sudah jam setengah sepuluh tapi suaminya belum juga pulang. Apa suaminya main dulu di bar atau gimana entahlah Gloria pusing memikirkannya.


"Kamu ingkar Ar. Kamu mengingkari janji kamu buat pulang jam 9," gumamnya seraya melihat kembali ke arah balkon siapa tahu suaminya sudah pulang.


Tok! Tok! Tok!


Gloria yang mendengar ketukan itu langsung membuka pintu kamarnya ia pikir utu suaminya tapi ternyata itu adalah Papa Emanuel.


"Ada apa ya pa? Tumben Papa belum tidur?" tanya Gloria.


"Suami kamu nak," ujar Papa Emanuel.


"Iya Mas Arthur kenapa pah?"


"Arthur kecelakaan, dia ada dirumah sakit sekarang. Papa gak belum bisa ke rumah sakit karena mama kamu tiba tiba demam. Jadi papa boleh minta tolong buat kamu sama pak Sam buat ke sana dulu. Kalau kondisi Mama sudah membaik besok kami akan ke rumah sakit," pintanya.


Gloria yang mendengar itu lemas seketika, pikiannya melayang kenpa suaminya belum pulang ya karena ini, dia kecelakaan.


"Iya pah, biar Glo aja yang ke rumah sakit," jawab Gloria berganti baju dan keluar dari kamar menuju mobil yang sudah siap.


"Yang cepat ya pak," pinta Gloria dengan nada bergetar. Raut cemas an khawatir itu tercetak jelas di wajahnya.


"Siap non."


Mobil itu dikendari dengan kecepatan sedikir cepat karena perintah sang nyonya muda yang biasa dipanggilnya nona ini. Ia tetap mengutamakan keselamatan majikannya walau dalam keadaan apapun.


"Aku mohon jangan terjadi apa-apa denganmu Ar," batinnya.


Sampailah mereka di rumah sakit, Gloria bertanya kepada resepsionis.


"Atas nama Arthur Bara berada di sebelah mana ya?" tanya Gloria dengan cepat.


"Oh tuan muda ada diruang VIP khusus petinggi bu, beliau sudah dipindahkan seelah mendapat perawatan tadi," jawab suster itu sopan.


Siapa yang tak tahu Arthur dan Gloria yanv sempat menggemparkan rumah sakit katena pernikahannya beberapa minggu yang lalu.


Dengan cepat Gloria berlari menuju lift kr lantai 6. Lift terbuka dengan cepat Gloria berlalu menuju kamar rawat suaminya.


Ceklek


"Ay," panggil Gloria.


Air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya tumpah saat melihat kondisi suaminya.


"Honey.."


"Ya, kenapa kamu bisa masuk rumah sakit hah? Lihat lukamu, semakin banyak. Kamu tak memikirkan aku ha? Apa kamu mau aku hidup menjanda hah!!"


Arthur yang baru terbangun dari pingsannya itu hanya bisa tersenyum tipis. Terlihat jelas raut khawatir istrinya ini.

__ADS_1


"Aku baru bangun kamu uah nyrocos kayak bajai, dan aku gak akan mungkin ninggalin istri cantikku ini," lirihnya yang mebuat Gloria memeluk tubuh Arthur.


"Kok kamu udah bangun sih? Bukannya harus nunggu infus habis ya?" tanya Gloria dengan terisak.


"Hei suamimu tak selemah itu ya, aku masih saar saat orang orang membawku ke sini. Kamu tahu aku paling tidak suka yang namanya bius, kalau hanya kecelakaan ringan saja aku masih tahan kok."


"Jangan sok ya, kalau kamu kenapa-napa siapa yang susah?"


Arthur yang mendengar itu tersenyum, istrinya ini kelewat manis jika sedang khawatir.


"Udah jangan marah marah nanti cepat tua loh," ujarnya mengelus pipi sang istri.


"Ishhh."


Gloria menghapus air matanya dan menatap suaminya dengan tenang.


Kaki yang di gips, dan jidat yang diplaster membuat Gloria prihatin akan kondisi suaminya.


"Sakit ya Ay?" tanya Gloria menujuk kaki kanannya.


"Gak juga, aku kan laki-laki malu lah honey mengakui ini sakit."


"Tapi kalau sakit bilang," ucapnya.


"Iya."


Tiba-tiba perasaan tak pantas muncul dalam diri Arthur, mengingat dirinya seperti ini. Tapi ia juga gak boleh pesimis akan ini.


"Apa?"


"Kamu gak malu punya suami cacat?" tanya Arthur yang langsung mendapat tabokan di pahanya.


"Ngomongbya di jaga, kamu gak cacat cuma retak doang juga. Kalau udah diam*utasi itu baru namanya cacat," geram Gloria yang sangat tak suka pertanyaan Arthur tadi.


"Ya kan gak tahu honey, siapa tahu kamu malu punya suami yang kayak gini."


"Udah diam, disini aku yang salah. Gak seharusnya aku bilang jam 9 harus dirumah. Pasti kamu ngebuat kan?"


"Hmmm udah kangen sama istri soalnya, eh malah berakhir disini," ucapnya.


Sebenarnya ia tak menyesali kecelakaan ini karena dengan ini ia bisa melihat raut khawatir istrinya.


"Lain kali jangan ngebut, aku gak akan marah walau telat."


"Iya honey, kamu gemesin kalau lagi khawatir gini jadi pengen cium. Sini sini aku gak nyampe."


Gloria mendekatkan dirinya kearah Arthur dan.


Cups


Cups

__ADS_1


Arthur mengecup kening dan bibir sang istri dengan cepat, badannya masih sedikit ngilu untuk bergerak.


"Sstttt."


"Jangan dipaksa, biar aku aja yang cium kamu."


Cups


"Cepat sembuh ya ay, aku gak mau kamu sakit."


Arthur mengangguk, ternyata sakitnya membuahkan hasil yang sangat manis.


"Mama dan papa gak bisa kesini Ay, Mama tiba-tiba demam mungkin dia udah ada fitasat kalau kamu bakal kenapa napa," ujarnya seraya menyugar rambut suaminya kebelakang.


"Mungkin iya, tapi tak apa mereks belum datang. Aku kan bisa berduaan sama kamu," ujarnya dengan senyum.


"Naik honey, ranjang masih cukup buat kita tidur," pinta Arthur pada sang istri.


Tanpa ada drama prnolakan seperti yang ada di novel novel, Gloria langsung bangun dati duduknya dan naik keatas ranjang.


"Empuk gak kalah sama kasur di rumah," ucap Gloria yang menghadap kearah suaminya itu.


"Ranjang ini khusus buat petinggi atau pemilik rumah sakit honey, kalau yang lain mah keras."


"Mau nginep disini aja deh kalau gitu," ujarnya kembali mengelus kening Arthur.


"Kalau kamu mau aku bisa wujudin itu," ujar Arthur menatap senyum sang istri.


"Gak mau deh, kasur di mansion lebih empuk dan mewah lagi."


Arthyr tertawa mendengar ucapan dari sang istri, Arthur berusana memeluk tubuh istrinya tapi karena sedikit sakih hingga Gloria yang memeluk tubuh suaminya.


"Maaf cuma tangsn satu yang bisa ku jadikan bantalanmu saat ini. Kalau aku udah sembuh aku yang bakal peluk kamu dengan erat," ucapnya dengan senyum.


"Gak apa-apa, biar romantis."


"Kamu mau tidur ya honey?"


"Belum? Tapi udah ngantuk nunggu kamu pulang yadi gak pulang pulang. Ternyata kamy gak ke rumah malam ke rumah sakut," ujarnya mengelus dada suaminya.


Gloria memeluk tubuh Arthur hingga keduanya larut dalam mimpi mereka masing masing.


Sedangkan di mansion Mama Kirana ngeyel ingin ke rumah sakit tapi ditahan oleh suaminya. Papi Emanuel sudah berkata jika sang menantu sudah ke rumah sakit.


"Mama sembuh dulu, kalau demamnya udah turun besok kita ke rumah sakit," ucap Papa Emanuel dan akhirnya sang istripun menurut.


Bersambung


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur

__ADS_1


__ADS_2