Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Pacar rasa istri


__ADS_3

Happy reading


Akhirnya yang ditunggu tunggu Arthurpun tiba, dimana dua jam telah berlalu. Untunglah hari ini hanya ada satu mata kuliah jadi dijam 9 para mahasiswa dan mahasiswi berhamburan keluar dati kelas entah ada yang ke kantin, langsung pulang, ada pula yang langsung kerja.


"Ar, gue mampir ke apart lu ya," ujar Nathan.


"Gue mau ngapel, kapan-kapan deh lu boleh main ke apartemen gue," jawabnya dengan santai.


Nathan menghembuskan nafasnya kasar, ia hanya ingin menikmati wine mahal milik sahabatnya.


"Gak usah sok dramatis gitu," ujarnya seakan mengerti ucapan Arthur.


"Datang aja ke bar biasanya, nanti gue gratisin," ucapnya pada Nathan.


"Gak ah nanti kayak kemarin-kemarin lagi, ada yang iseng kasih obat perangsang," tolak Nathan.


Arthur hanya tertawa melihat wajah sahabatnya yang muram mengingat kejadian berberapa minggu silam.


"Dah ya gue mau ke rumah ayang, tadi dia bilang kangen," ucapnya berlalu masuk kedalam mobil.


"Cih bucin sanget sih lu," ucapnya ya g masih didengar oleh Arthur. Ia membuka kaca mobil.


"Biarin yang penting punya ayang," jawabnya berlalu meninggalkan area kampus meninggalkan Nathan yang ada disana.


Nabila yang sudah selesai mata kuliah pertama itu tak sengaja melihat Nathan berdiri diparkiran.


"Tantan ngapain di sini?" tanya Nabila.


"Eh Blibli, lagi nunggu angin lalu," jawabnya sedikit kesal.


"Oh ya sudah terusin aja nunggu anginnya," ujar Nabila dengan naa tak peduli. Nathan yang melihat sepuounya curk bebek itu bertambah kesal.


"Cih.... Lu sama Arthur sama aja deh, sama-sama ngeselin. Lu gak peka sama isi hati gue," ujarnya.


"Dih gue siapa lu emang, harus peka sama hati lu."


"Sepupu bego," tekannya.


Nabila yang melihat sepuounya ngegas itu tersenyum geli, ia tahu kenapa sepupunya ini menjadi kesal pasti gara-gara minuman.


"Dah jangan emosi. Ke kantin yuk, gue traktir hari ini," ujarnya.


"Tumben?"


"Hehehe pengen aja," jawabnya seraya menggandeng lengan Nathan menuju kantin.

__ADS_1


Sedangkan Arthur yang sudah berjalan menuju rumah Gloria itu terpaksa berhenti dipinggir jalan untuk mengganti ban mobilnya.


"Sial! Pake acara kempes segala ni ban mobil," gumannya.


Dengan segala kekuatannya Arthur mengganti ban mobil hingga pakaian yang ia pakai sefikit kotor dengan oli. Bahkan wajahnya sedikut cemong.


Setelah berberapa menit Arthur selesai mengganti ban mobilnya,pria kembali menjalankan mobilnya menuju rumah Gloria.


Dan sampailah ia dirumah Gloria untung Bu Riska sudah bekerja. Arthur mengucap salam dan masuk kedalam kamar pacarnya.


"Honey pinjam kamar mandi," ujar Arthur tanpa permisi nylonong saja menuju kamar mandi, Gloria yang sedang membaca buku didekat jendela itu sedikit kaget akan munculnya Arthur dikamarnya.


"Ngagetin aja pacar gue," gumamnya dengan mengelus dada saat Arthur sudah masuk kedalam kamar mandi.


Tak lama Arthur keluar dari kamar mandi hanya memakai celana pendek saja. Kaos uang yang tadi ia pakai sudah kotor dengan oli dan debu.


"Kenapa gak pakai baju?" tanya Gloria menggelengkan kepalanya.


"Kotor honey, tadi harus ganti ban dulu," ujarnya langsung memeluk pacarnya.


"Hais dingin tahu, bentar."


Gloria mengambil kaos hitam yang sepertinya pas di tubuh Arthur.


"Nih, masih baru juga belum aku pakai."


"Udah makan?" tanya Gloria dan dijawab gelengan oleh Arthur.


"Kebiasaan deh, kalau kamu sakit lagi gimana? Aku gak mau ya rawat kamu terus menerus," ujarnya dengan sinis. Walau didalam hatinya khawatir akan hal ini. Arthur tak makan dengan teratur.


"Maunya kamu yang masakin," ujarnya pada sang pacar.


"Dih, emang aku istri kamu!"


"Heem pacar rasa istri tahu gak. Kalau aku sakut kamu yang raeat, kalau aku belum makan kamu yang buatin, dan selalu layani aku," jawabnya dengan senyum.


"Hihh modus aja abangnya," ujarnya menarik senyumnya.


Mereka keluar dari kamar menuju dapur, Arthur tetap memeluk Gloria dari belakang walau sudah disuruh untuk duduk.


"Masak apa?" tanya Arthur melihat pacarnya yang sedang meracik bumbu itu.


"Nasi goreng," jawabnya singkat.


Arthur mengangguk dan mulai membayangkan jika nanti Gloria menjadi istrinya, ia akan dilayani setiap harinya tanpa diperintah. Setiap hari pula ia bisa melihat wajah cantik istrinya.

__ADS_1


"Tangannya," sentaknya tak suka saat ia masak Arthur malah bermain didadanya.


"Kata kamu boleh," ujarnya dengan nada mencebik.


"Nanti bukan saat aku masak," ujarnya meelpas tangan Arthur.


"Hmm."


Dengan sedikit kecewa Arthur melepas pelukannya dan duduk dikursi itu seraya meluhat istrinya eh pacarnya yang sedang memasak itu.


Akhirnua setelah sekian menit nasi goreng buatan Gloria selesai, ia menambahkan telur mata sapi dan irisan timun diatasnya.


"Nasi gorengnya sederhana gak apa-apa kan?"


"Gak apa-apa yang penting buatan kamu," jawabnya langsung memakan nasi goreng itu. Gloria yang melihat Arthur sangat lahap itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Kalau gini terus bisa kurus kering dia, gak maco kalau seorang Arthur kurus, apalagi dada dan perutnya yang kayak roti sobek itu hilang," batin Gloria.


Tak heran kenapa Arthur memiliki tubuh bagis, karena laki-laki itu menyempatkan satu minggu sekali untuk mengym dan tak lupa selalu meminum vitamin tiap malamnya.


Nasi goreng dipiring itu habis begitu saja, Arthur yang merasa diperhatikan itu menoleh kearah pacarnya.


"Aku tahu aku tampan tapi aku takut kamu bengong gini," ujar Arthur membereskan piring kotor itu.


"Dih sombong," ujarnya.


Arthur yang sudah kembali dari dapur itu langsung merebahkan kepalanya dipaha Gloria yang sedang menonton acara ditv itu.


"Nagih janji....


Bersambung


📌Stuck Marriage (On going) Kisah Anak Gloria dan Arthur


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini. Makasih😊😊


Oh ya Mampir ke novel teman aku ya.



Maya Larasati seorang sekretaris yang sangat cantik dan mempunyai seorang kekasih. Kekasihnya ingin menikahinya agar tidak ada orang yang yang memilikinya dan menyuruhnya untuk berhenti bekerja.


Maya sebenarnya sayang kalau berhenti bekerja tapi karena sangat mencintai kekasihnya membuatnya berhenti bekerja dan mereka pun menikah.


Uang pesangon Maya sangat besar membuat suaminya menyuruh untuk membeli rumah yang besar dan Maya pun setuju.

__ADS_1


Cobaan datang ketika keluarga suaminya ikut menumpang di rumahnya dan memperlakukan Maya seperti pelayan ditambah suaminya selingkuh membuat Maya mengajukan berpisah.


Di tengah keterpurukan Maya bertemu dengan sang mafia. Apakah sang mafia bisa meluluhkan hati Maya yang sudah membeku.


__ADS_2