
Happy reading
Arthur mengejar Gloria yang semakin jauh itu hingga ia melihat Gloria duduk taman dengan tangis yang semakin kencang.
"BRENGSEK."
"ARTHUR BRENGSEK, GUE BENCI SAMA LO."
"Disaat gue udah rasain apa itu cinta, kenapa lu sakitin gue. Gue sakit Ar, sakit...."
Suara tangis pilu itu membuat Arthur mengembangkan senyumnya. Arthur mendekat kearah Gloria yang mendekap dirinya sendiri itu.
Grep
"I Love you so much honey," bisiknya memeluk tubuh Gloria dari belakang.
Deg
Gloria langsung melepas pelukan itu tapi sayang pelukan Arthur terlalu kencang untuknya apalagi badan kecilnya.
"Lepas Ar. Kenapa lu malah ikuti gue? Balik sana sama cewek lu tadi," tangisnya memberontak dalam pelukan Arthur.
"Kamu cewek aku Honey, aku harus balik sama siapa kalau kamu udah ada dipelukan aku?" tanya Arthur dengan lembut.
"Cewek hiks tadi," jawabnya ketus. Air matanya tak kunjung berhenti hingga membuatnya terisak.
"Aku bisa jelasin tapi bukan disini, yuk balik ke mobil. Gak enak sama orang-orang kiranya aku mau perkosa kamu lagi," ujarnya.
Arthur menggendong Gloria kembali menuju mobilnya dan mendudukkannya dusamping kemudi.
"Cewek hiks yang tadi mana?" tanyanya pada Arthur yang sudah masuk ke dalam mobil.
"Diambil pacarnya lah, emang kamu mau dia terus disini?" tanya Arthur kembali memeluk Gloria.
Gloria tak menjawab tapi ia masih saja menangis dipelukan Arthur
__ADS_1
"Kamu jahat Ar, kamu jahat!"
"Maaf honey aku terpaksa melakukan ini agar kamu mengatakan perasaan kamu," jawabnya seraya mengelus rambut Gloria.
"Tapi ucapan kalian tadi," ujarnya yang membuat Arthur tersenyum. Tersirat nada cemburu dari Gloria.
"Aku jelasin tapi kamu harus ngulang apa yang kamu ucapkan ditaman tadi."
"Apa?" tanya Gloria tak paham.
"Kamu cinta sama aku," jawabnya dengan senyum. Walau kata itu belum terucap dibibir Gloria tapi ia yakin Gloria sudah mencintainya.
"Gak mau. Kamu gak setia sama aku! Kamu malah main kuda-kuda sama cewek tadi tanpa memikirkan perasaan aku," ucap Gloria dengan nada bergetar.
"Stop jangan nangis aku ada alasan tersendiri Honey, dia buka selingkuhan aku tapi sahabat aku, dibelakang kita tadi ada mobil pacarnya yang mengikuti mobil kita," jelasnya yang membuat Gloria tersenyum dalam hati walau raut wajahnya masih cemberut dan kesal.
"Tapi kamu jahat bohongi aku," ucapnya dengan ketus sesekali ia mengusap air matanya.
"Aku terpaksa honey, pernikahan kita gak lama lagi. Tapi kamu belum juga mengungkapkan cintamu. Aku takut kamu meninggalkanku nanti, kamu kan suka kabur-kaburan."
"Kamu itu cantik honey, banyak yang ngincar kamu. Aku gak akan bisa jauh dari kamu sampai kapanpun."
"Sekarang bilang sama aku kalau kamu udah cinta sama aku! Ku mohon honey, aku butuh kata itu," ucapnya dengan melas.
"Aku belum siap."
"Ayolah kau tak menghargai usahaku untuk membuatmu mengakui perasaanku hah. Aku harus mengancam kedua pasangan itu hanya untuk ini. Ayolah honey ku mohon," ucapnya dengan melas.
Gloria hanya diam seraya mencengkeram sabuk pengamannya. Ia masih malu untuk mengakui rasa yang ia miliki untuk Arthur.
"Honey.."
"Bilang aku mau dengar langsung dari bibir kamu ini," ucapnya menunjuk bibir Gloria.
"Aku....
__ADS_1
"Ya kamu apa?"
"Gak mau Ar, malu," ujarnya memalingkan wajahnya ia yakin wajahnya sudah merah sekarang.
"Hufftt aku harus nunggu sampai kamu gak malu ya Honey?" tanyanya dengan nada lemas.
"Kamu mende sah dibawahku aja gak malu, kenapa sekarang malu?" tanya Arthur menatap pacarnya.
"Gak tahu," ujarnya singkat.
Arthur yang tak kehabisan akal itu mulai mengecup bibir Gloria dengan lembut tapi lama lama kecupan itu berubah menjadi ciuman yang menuntut. Tangan Arthur yang tadi berada ditengkuk leher Gloria kini berpindah untuk membuka kancing seragam Gloria.
"Eughh," leguhan itu terdengar saat Arthur meremat buah dada Gloria.
"Katakan!" perintah Arthur yang terus melakukan aktivitasnya di dada Gloria.
"Aku mencintaimu Arthur sangat!!"
Senyum itu tersinggung dari bibir Arthur, ia kembali mengecup bibir Gloria dengan rakus. Tak bisa dibayangkan betapa bahagianya Arthur saat ini.
Plup
"Aku lebih mencintaimu Honey."
"Sudah cukup, ini masih dijalan. Dan kita harus pulang, kamu tahukan ibu sakit. Aku gak mau jauh dati ibu saat sakit," ujarnya sembari mengancingkan seragamnya yang sudah terbuka.
"Oke. Yang penting kamu udah cinta sama aku, aku bisa bermimpi indah malam ini," ujarnya menggengam tangan Gloria dan kembali menjalankan mobilnya menuju rumah Gloria.
Senyum dibibir keduanya pun tak luntur begitu saja. Gloria merasa hatinya sudah plig saat mengucapkannya tadi sedangkan Arthur tak usah ditanyakan tentu ia sangat bahagia.
Bersambung
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur
__ADS_1