Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Gubuk Cinta


__ADS_3

Happy reading


Setelah beberapa saat mereka menelusuri kebun teh itu mereka sampai di gubuk yang diberi nama gubuk cinta oleh orang sekitar. Karena jika ada sepasang suami istri yang bermalam di gubuk itu di yakini hubungannya akan selalu langgeng walau banyak ujian yang menghadang mereka.


"Nah dah sampai di gubuknya, yuk masuk aku sudah bilang sama warga setempat jika kita akan bermalam disini," ajak Arthur pada istrinya yang masih terbengong.


"Ini bukan gubuk ayang, ini rumah adat," pikiknya.



"Terserah kamu sebut ini apa, tapi orang sekitar bilang ini gubuk cinta karena rumahnya berbentuk love," ujarnya dengan senyum.


"Jadi."


"Jadi apa? Kita akan bermalam disini dan besok pagi kita pulang ke vila," ujar Arthur mengajak istrinya masuk.


"Tapi kita gak bawa baju ganti."


"Nanti ada orang yang bawain," jawabnya.


"Makannya?" tanya Gloria mengikuti suaminya.


"Nanti ada yang anterin honey, kita hanya perlu bermalam. Kakiku juga sedikit keram karena berjalan jauh tadi," ujarnya dengan mendudukkan dirinya di lantai.


Gloria yang mendengar itu langsung khawatir jika terjadi sesuatu dengan suaminya. Gloria langsung mengurut kaki suaminya dengan, ia tak bisa membayangkan jika suaminya kembali memakai tongkat atau kursi roda lagi.


"Maaf sudah mengajak kamu untuk kesini, sampai membuat kakimu kembali sakit," ujar Gloria bersalah kepada sang suami.


"Aku gak apa-apa honey, ini cuma keram biasa karena jalan jauh tadi. Jangan berfikiran yang tidak tidak hmmm! "


"Yah... Aku takut terjadi sesuatu dengan kakimu lagi, aku takut kamu sakit lagi," ujarnya dengan sedih.


Arthur yang mendengar itu tersenyum singkat dan menarik tangan istrinya hingga Gloria terduduk dipangkuannya.


"Makasih sudah mengkhawatirkan aku sampai seperti ini," ujar Arthur pada sang istri.


Gloria menatap suaminya itu dengan senyum, ia mengangguk.


"Aku takut kamu seperti kemarin lagi," ujarnya dengan sendu.


Arthur menyadari sikapnya kemarin hingga membuat sang istri merasa bersalah akan sikapnya yang tak bisa diungkapkan. Hanya karena melihat rumah tangga pasien di rumah sakit.


"Maaf," bisik Arthur dan membenamkan kepalanya pada dada sintal istrinya.


"Masuk tuk ay, malu kalau ada yang lihat," ajak Gloria dan diangguki oleh Arthur.


Mereka berdua masuk kedalam gubuk dengan Arthur yang memeluk tubuh Gloria dari belakang.


Hingga mereka duduk di lantai itu dengan posisi Gloria yang berada di pangkuan Arthur dengan nyamannya pria itu masuk kedalam jaket yang dipakai istrinya.

__ADS_1


"Manja banget sih hmmm? Apa ini watak kamu yang asli hmmm?"


"Enggak juga, tapi aku suka sama kamu Aku ingin kamu selalu menjain aku, kamu elus rambut aku," hawanya dengan senyum. Entahlah Arthur selalu lemah jika bersama istri tercintanya ini .


Gloria tak menjawab tapi ia membuka jaketnya dan mengelus kepala suaminya dengan lembut.


"Honey," panggil Arthur.


"Hmm?"


"Kamu masih ada rasa sama Zain?" tanya Arthur tanpa menatap mata Gloria.


"Enggak."


"Masa sih? Bukannya kamu sangat mencintainya kenapa sekarang enggak?" tanyanya dengan senyum menggoda.


"Karena kamu, aku tahu rasaku ke Zain saat itu hanya obsesi aja. Sekarang aku udah suka sama kamu, lebih tepatnya cinta sih."


"Makasih ya sudah membuka mata aku. Walau aku masih mengagumi Zain sebagai lelaki paling tampan disekolah," ujarnya dengan senyum. Ia tak aabtakut takutnya mengatakan jika dia masih mengagumi laki-laki lain didepan suaminya.


"Aku cemburu kamu masih mengagumi Zain, honey."


"Hanya mengagumi kok, bukan mencintai. Lagian dia udah punya pacar, dan aku udah punya suami yang sangat aku cintai, yaitu kamu," ujarnya dengan senyum.


Arthur yang tak kuasa untuk tidak tersenyum itu malah mengembangkan senyum manisnya dan mengecup bibir istrinya berulang kali.


"Gak usah ngambek. Masih sakit kakinya?" tanya Gloria dan dijawab gelengan oleh Arthur.


Tok! Tok! Tok!


"Siapa Ay?" tanya Gloria pada suaminya.


"Gak tahu mungkin bodyguard yang aku suruh antar baju ganti buat kita," jawabnya malas. Dia masih PW akan posisinya.


"Ya sudah kamu bangun dulu, biar aku yang buka pintunya," ujar Gloria mengangkat kepala suaminyanya yang menggeleng.


"Sebentar aja, jangan manja deh ya. Cuma sebentar."


Akhirnya mau tak mau Arthur harus melepaskan pelukannya pada perut Gloria. Sedangkan Gloria bangkit dari duduknya dan berlalu menuju depan untuk membuka pintu.


"Ini teh istrinya tuan muda?" tanya seorang laki laki dengan pakaian tani.


"Iya, bapak siapa ya?" tanya Gloria.


"Oh saya diutus oleh pengawal tuan muda untuk memberikan ini pada nona. Soalnya pengawal itu istrinya akan melahirkan," jawabnya dengan sopan.


"Oh ya makasih ya pak, maaf ngerepotin."


Gloria mengambil beberapa uang yang ia bawa tadi anak memberikan kepada bapak tadi.

__ADS_1


"Terima kasih non, semoga non sama tuan langgeng sampai kakek nenek."


"Aamiin terima kasih pak," ujarnya.


Setelah itu Gloria kembali ke dalam gubuk atau rumah?


"Ini baju ganti kita kan ay?"


"Iya honey."


Mereka duduk di kursi rotan itu dengan sesekali berbincang hangat. Tak lupa dengan candaan yang selalu dilayangkan oleh keduanya.


"Mandinya nanti gimana?"


"Di belakang ada sumur, tapi aku gak bisa cara nimbanya."


"Hah... kenapa ngajak kesini kalau kamu gak bisa nimba air disumur hmm?"


"Gak apa apa biar ada sensasi lain aja kalau kita disini."


"Hihh di vila kan juga bisa."


"Emang kita mau ngapain kok di vila juga bisa?"


Gloria yang mendapat pertanyaan itu menggigit bibirnya, ia kemakan omomongannya sendiri jika begini.


"Ya gitu gitu," ujarnya dengan senyum.


"Gitu gimana?" tanyanya lagi.


"Entah lah Ar, kamu pasti tahu apa yang akan aku katakan. Jangan pura pura bodoh," ujarnya pada sang suami.


Cup


"Kamu panggil aku apa hmm? Ar?"


"Ayang."


Jawab Gloria yang menyadari kesalahannya, ia menyadarkan kepalanya di dada Arthur seraya memainkan ponselnya.


Bersambung.


Hai kak mampir ke novel teman uthor juga ya.


Judul: Zafrina Mendadak Nikah


Karya: Emma Risma


Terjebak dalam Friendzone membuat Zafrina dan Zico nyaman satu sama lain. keduanya sama-sama memiliki perasaan lebih namun mereka ragu untuk mengungkapkannya.

__ADS_1


Rian papi Zafrina dan Zafa kakaknya berniat membuat kedua sahabat itu saling mengakui perasaannya, tapi suatu kejadian justru membuat Zafrina dan Zico dipaksa menikah.



__ADS_2