
Happy reading
"Masih capek?" tanya Arthur pada Gloria yang masih bermanja didadanya itu.
Hari sudah mulai sore tapi pasturi baru itu belum juga keluar kamar, mereka tak mengetahui jika kedua orang tuanya sudah pulang sedari pagi tadi.
"Udah mendingan tapi malas bangun," jawabnya dengan mengendus dada Arthur yang sudah terbuka itu.
"Honey, jangan mancing aku dong," ujarnya.
"Lagian kamu wangi sih, pake apa coba?" tanya Gloria menatap wajah suaminya.
"Gak ada kok, lagiam seharian ini aku cuma di kamar sama kamu," jawabnya mengelus rambut sang istri.
Gloria mengangguk, karena memang sedari malam tadi mereka belum keluar dari kamar.
"Ay," panggil Gloria.
"Apa? Minta jatah? Kalau kamu udah gak capek aku siap kok," ujarnya dengan semangat.
"Bukan itu Ay, tapi aku hanya takut jika dikeluarkan dari sekolah jika mengetahui aku sudah menikah?" tanya Gloria.
Walau bagaimanapun Gloria masih pelajar. Rasa takut itu menyeruak dalam dirinya.
"Kamu gak akan dikeluarkan kok honey, aku jamin. Lagipun kalau dikeluarkan kamu bisa homescooling," jawabnya seraya memeluj tubuh istrinya.
"Kamu yakin banget."
"Kamu percaya atau tidak, Papa undang kepala sekolah kamu tadi," ucapnya dengan senyum.
Gloria yang mendengar itu kaget, bagaimana ia bisa tak tahu. Bagaimana jika kepala sekolah mengeluarkannya? Bagaimana juka ibunya tahu ia dikeluarkan? Pasti ibunya akan sangat sedih.
"Aku takut dikeluarkan," ujarnya cemas.
"Hei honey, kamu gak tahu sekolah yang kamu tempati itu milik siapa hmm?" tanya Arthur menenangkan sang istri.
Gloria menggelengkan kepalanya, bagaimana ia tahu jika ia sangat cuek akan keadaan sekolah jika itu bukan tentang Zain tapi srkarang sudah tidak.
__ADS_1
"Dengar dengar anaknya pemilik itu tampan tapi gak tahu juga karena aku tak terlalu memikirkannya. gak penting juga," ujarnya dengan cuek.
Arthur yang mendengar ucapan sang istri itu tersenyum gemas, ternyata Gloria tak tahu jika anak pemilik sekolah itu adalah dirinya sendiri.
"Kalau anak pemilik sekolah itu snagat tampan apa kamu akan berpindah hati hmm?" tanya Arthur.
"Gak tahu juga, kalau dia bisa lebih dari kamu aku sih mau mau aja. Yang penting berduit," jawabnya dengan tawa seketika ia melupakan ketakutannya.
"Oh matree kamu ya," ujar Arthur mengecup wajah Gloria tanpa sisa.
"Geli Ar."
"Apa kamu panggil aku apa?" tanya Arthur yang tak suka dirinya hanya dipanggil nama. Ia kembalu mengecup bibir Gloria dengan gemas.
"Arthur kenapa?" godanya dengan menikmati ciuman itu bahkan Gloria sudah mengalungkan tangannya dileher suaminya.
"Jangan panggil nama honey," geram Arthur mulai mengungkung Gloria.
"Kenapa? Biasanya juga gitu?" tanya Gloria dengan tangan yang sudah mengelus dada suaminya itu.
"Ini beda honey!!"
Gloria mengecup rahang suaminya, kebiasaan wanita itu masih sama yaitu mengecup rahang Arthur.
"Aku cuma gak mau kamu memanggilku nama, gak ada romantisnya sama sekali!" ujarnya dengan kesal.
"Maaf, tapi aku suka dada dan perut kamu kapan-kapan ajakin aku ngegym ya Ay, please," pintanya dengan nada melas.
Arthur yang mendengar itu langsung membayangkan jika sang istri nanti memakai baju seksi dan ikut dengannya ngegym, jangan lupakan keringat yang keluar nanti akan menambah keseksian sang istri. No!! Arthur tak akan membiarkan orang lain melihat bentuk tubuh Gloria hanya dia yang boleh.
"Gak, biar aku yang latih kamu ngegym, di mansion juga sudah disiapkan semuanya. Hanya tinggal orangnya saja," ujarnya.
"Lagian ya honey, tanpa kamu ngegym kamu badan kamu udah bagus kok. Dan yah kita akan sering-sering lagi olah raga ranjang," ujarnya dengan senyum. Arthur kembali mendaratkan ciuman dibibur Gloria.
"Punya suami mesumnya gak ketulungan, untung aku cinta kalau enggak udah aku lempar ke planet pluto," ujarnya pada sang suami.
"Emang pluto planet?" tanya Arthur.
__ADS_1
"Gak tahu juga, aku jarang buka buku astronomi," jawabnya dengan polos.
"Dah daripada ngomongin pluto yang warnanya hitam itu mending kita ngadon lagi, biar cepat jadi babynya," ujar Arthur.
"Emang kamu udah pernah ke planet pluto? Sampai tahu gitu warnanya?" tanya Gloria pada Arthur.
"Gak tahu juga, aku lihat digambar," jawabnya dengan polos.
Keduanya pun tertawa dengan lucunya mereka sama sama tak tahu pluto itu ikut planet atau bukan, dan warnanya hitam atau tidak karena mereka belum pernah ke planet pluto.
Setelah menghentikan tawanya Arthur menatap istrinya dengan lembut, ia mulai mengecup kening Gloria dengan singkat.
Dan penyatuan itu tak terelakkan Gloria yang hanya memakai jubah mandi itu sangat muah untuk dilepas begitupun dengan Arthur.
Ciuman yang tadinya lembut kini semakin menuntut, Gloria hanya bisa pasrah dibawah kungkungan sang suami.
Arthur membuka pelan paha Gloria, dan ia melihat sesuatu yang sangat indah menurutnya. Gloria sangat pandai merawat diri hingga tubuh dan asetnya terawat dengan sempurna.
"Aku masukkan ya Honey," izinnya dengan nada berat. Gloria menatap suaminya yang sedang mengelus terongnya itu dan mengangguk.
Mendapat jawaban dari sang istri membuat Arthur senang, dengan perlahan ia menggesekkan terongnya dan.
Bless
Terong itu tertanam sempurna. Hliria yang merasakan benda itu kembali masuk itu hanya tersenyum dengan mengelus pipi suaminya pertanda ia ingin segerah suaminya bergerak.
Sore itu, di kamar itu. Hanya terdengar desa han dan eran gan dari bibir keduanya. Kamar itu menjadi saksi betapa ganasnya Arthur hingga membuat Gloria terpekik nikmat dibuatnya.
"I love you honey," ucapnya saat mereka sampai dipuncak masing-masing.
"Love you too ayang," jawabnya dengan senyum.
Arthur dan Gloria terlalu lelah untuk bangun dari posisinya sekarang. Gliria sedang mencari kehangatan di dada Arthur sedangkan Arthur menarik selimutnya dan memeluk Gloria hingga terlelap disore itu. Mereka melewatkan makan siang mereka karena masih tertidur, dan setelah bangunnya mereka enggan untuk bangun dari tempat tidur.
Bersambung
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
__ADS_1
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur