
Happy reading
Matahari sudah naik sepenggal tangan tapi belum ada tanda-tanda seorang gadis itu membuka tirai kamarnya. Hawa dingin bekas hujan semalam masih terasa jelas dikulitnya.
Ceklek
"Anak gadis udah siang belum juga bangun."
"Gorilanya ibu, bangun udah siang."
Ibu membuka tirai kamar itu hingga sinar matahari itu menerpa mata Gloria.
"Gorila bangun, udah siang," ibu mrnggoyangkan tubuh Gloria hingga sang empu menggeliat.
"Gorilanya ibu bangun nak sudah siang, anak perawan gak boleh malas bangun," ucap ibu menarik selimut Gloria hingga tatapan sang ibu menuju leher Gloria yang terdapat bekas merah walau samar.
"Gorila!!!" teriak ibu yang langsung membuat Gloria bangun.
"Ibu apa sih, namaku Gloria bukan gorila. Ibu jahad," raju Gloria dengan qalqalah di akhir kalimat.
"Di leher kamu itu apa?" tanya ibu dengan nada sedikit tinggi.
"Kamu dicium siapa ibu tanya?"
Leher? Oh shitt Gloria lupa jika Arthur kemarin membuat tanda di lehernya.
"Ini?" Gloria menyentuh kiss mark itu.
"Iya."
"Ini digigit nyamuk bu, bukan bekas cium," jawabnya dengan santai walau di dalam hati sedang berdistro ria.
"Bener digigit nyamuk?" tanya ibu tak percaya.
"Iya bener," jawab Gloria.
"Awas aja kamu sampai macam-macam."
"Enggak kok bu."
"Hm sekarang bangun dan mandi, ibu harus ini ada meeting. Ibu sudah siapkan makanan untuk kamu," ujarnya dan diangguki oleh Gloria.
"Hati minggu bukannya libur ya bu? Kok masih aja kerja?" tanya Gloria pada sang ibu.
__ADS_1
"Meeting dadakan sayang, harusnya sih libur."
"Aku sendiri dong," gumam Gloria.
"Ajak aja Arthur ke sini," ucapnya.
"Emm bu aku nanti jalan sama Arthur boleh?" tanya Gloria sedikit takut.
"Boleh tapi pulangnya jangan sampai larut," jawabnya berlalu meninggalkan Gloria di kamar.
"Untung udah gak bahas kiss mark sialan ini, " gumamnya berlalu menuju kamar mandi.
Gloria keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar tak lupa ia handuk yang ia sampirkan kepundaknya.
"Bener juga kata ibu, kenapa gak ajak Arthur sarapan bareng aja," gumam Gloria melihat makanan yang sudah dibuat ibunya tadi.
^^^Anda^^^
^^^Ke rumah gih, sarapan bareng. Ibu kerja dan aku sendiri.^^^
Gloria mengirim pesan itu pada Arthur.
Seorang pria yang baru bangun di kamar apartemennya itu tersenyum melihat pesan dari Gloria itu.
"Bodoh banget sih, kenapa senyum senyum?" tanyanya berlalu menuju kamar mandi.
Tak sampai 25 menit Arthur sudah kembali segar dengan rambut yang basah menanbah kesan seksinya, tubuhnya yang gagah karena sering berolah raga membuat otot-otot dituhuhnya itu muncul. Mungkin Gloria adalah salah satu orang yang beruntung dapat melihat dan merasakan tubuh Arthur.
"Hah sudah jam 8, kenapa gak sekalian jalan aja ya nanti," gumamnya seraya mengambil pakaiannya.
Berbeda dengan Arthur yang sedang bersiap untuk ke rumah Gloria, wanita itu sedang uring-uringan karena Arthur belum juga datang padahal ia sudah lapar.
"Awas aja sampai 10 menit dia gak datang," kesal Gloria meminum air putih di depannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah selesai berpakaian, Arthur berlalu meninggalkan apartemen dan mengambil motor sport berwarna hitam di garasi apartemennya.
"Rasanya aku sudah lama tak memakai motor ini, hahaha dan dia yang pertama," ucapnya seraya membayangkan Gloria yang memeluknya dari belakang dengan erat.
Arthur menaiki motor itu dan menjalankannya keluar dari area apartemen mewah itu dengan kecepatan penuh memuju rumah Gloria yang notabenya pacar sekaligus pemuas nafsunya. Bukankah itu sama saja dengan jala*g?
__ADS_1
15 menit kemudian Arthur sampai di perkarangan rumah Gloria yang tampak asri dengan dua pohon dan ayunan disana.
"Gue kira lu gak dateng, lama banget sih!!" seru Gloria dengan nada tak santai duduk diruang tamu. Gloria sengaja membuka pintu utama rumahnya.
"Lu chat gue tadi, gue baru bangun," jawabnya santai dan langsung mengecup bibir Gloria.
"Cih."
Mereka berjalan kearah meja makan dan menganbil makanan untuk masing-masing. Arthur yang mulai terbiasa dengan Gloria itu tanpa enggan mengambil piring Gloria yang sudah terisi nasi dan lauk.
"Arthur... Balikin piring aku," geram Gloria mengambil piringnya tapi malah ditahan oleh Arthur. Arthur menarik tangannya Gloria dan menyuruhnya duduk dipangkuannya.
"Aku suapi kamu sebagai tanda permintaan maaf aku," ucap Arthur pada Gloria yang ada dipangkuannya.
"Kita tak sedekat itu ya, gak usah ngomong aku kamu," ketus Gloria.
"Hei... Kita memang dekat ya Ri, kamu gak inget kalau aku udah pernah masukin kamu?" tanya Arthur seraya menyuapkan nasi ke mulut Gloria.
"Itu terpaksa," jawabnya masih dengan keketusannya.
"Tapi kamu menikmatinya kan. Harusnya kamu seneng bisa disuapi sama seorang Arthur yang tampannya gak perlu diragukan lagi," sombong Arthur.
Gloria memutar matanya malas, ia akui Arthur tampannya 11, 12 dengan Zain. Hanya saja Arthur sangat mesum sedangkan Zain tidak.
"Iya tampan tapi mesum," cibir Gloria.
"Yang penting bisa membuatmu mendes ah di bawahku," bisiknya di telinga Gloria.
"Ar... Udah aku udah kenyang," Gloria bangkit dari pangkuan Arthur dan duduk di kursinya. Arthur hanya tersenyum melihat wajah Gloria yang tampak memerah.
"Cie... Blusing," goda Arthur meletakkan piring yang sudah kosong itu dan meminum air putih itu.
Gloria sebagai perempuan tentu harus membereskan sisa sisa makanan dan piring kotor itu.
"Kamu siap-siap habis itu kita jalan," ujar Arthur pada Gloria.
"Heem," Gloria meletakkan jus jeruk di depan Arthur dan berlalu menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Yah sekarang Gloria hanya memakai kaos dan celana pendek saja apalagi ia masih memakai sandal bulu itu sebagai penghangat kakinya.
"Dia selalu mengemaskan," gumamnya dengan senyum menatap punggung Gloria yang sudah hilang dari pandangannya.
Bersambung
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
__ADS_1
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏