
Happy reading
"Eh Nyonya ada dimana sekarang?" tanya Airin itu pada rekannya yang sedang membersihkan guci guci mahal itu.
"Tadi aku lihat dia lagi main kucing yang dibawa tadi pagi," jawab Ina itu dengan ketus.
Ina sangat tidak suka dengan orang Airin yang ada didepannya ini karena selalu mencari perhatian tuan rumah. Apalagi pekerjaan Airin selalu tak jelas.
"Kalau tuan muda?" tanya Airin lagi.
"Di kamar kali," jawabnya singkat.
Airin yang mendengar itu langsung tersenyum senang, ia semakin yakin jika kedua orang itu sedang marahan.
Airin berlalu meninggalkan Ina yang ada disana. Ina menatap kepergian Airin dengan nahar entah apa yang akan dilakukan rekannya kali ini.
"Jangan sampai di berniat yang tidak tidak," gumamnya mengikuti Airin dari belakang.
Airin membuat minuman untuk tuan mudanya, ia menoleh ke sekitar dan tak ada yang melihat ia meneteskan obat ke dalam minuman itu dan semua itu tak lepas dari pandangan Ina.
"Apa yang di teteskan itu?" tanya Ina dalam hati.
Airin berlalu menuju kamar Arthur dan Gloria, Ina yang merasa tak beres dengan rekannya itu langsung mencari nyonya mudanya yang berada di halaman belakang.
"Et dah, ini istana gede amat ya. Nyonya dimana lagi," gumamnya dengan nafas memburu.
Ina menanyakan kepada beberapa pelayan yang ia temui, dari kejauhan ia melihat Nyonya dengan bercanda ria dengan satu pelayan dan kucing yang baru ditemukan pagi tadi.
Dengan lari cepat Ina menghampiri Nyonya nya. Ia sampai dengan nafas tersengal.
"Nyo-nya..... A nu.... Tuan... huh," ucap Ina terbata.
Gloria yang tak tahu apa maksud pelayannya itu berusaha memberikannya air dan Ina meminumnya.
"Coba bicara dengan tenang, aku gak bisa dengar apa yang kamu katakan," ujarnya mengelus punggung Ina agar lebih tenang.
"Gak bisa nyonya, Tuan dalam bahaya."
Deg
"Ada apa dengan suamiku?" tanya Gloria pada Ina.
"Pelayan Airin naik kekamar atas membawa minuman yang ia te tetesi sesuatu nyonya. Saya takut Tuan kenapa napa nyonya," jawabnya dengan lancar.
__ADS_1
Gloria yang mendengar itu langsung memberikan kucing yang ia pegang pada Ina dan berlari menuju kamarnya.
"Emangnya apa lagi yang anak baru itu lakukan?" tanya Iren pada sahabatnya.
"Gak tahu tapi dia netesin sesuatu diminum yang ia buat, aku takut Tuan kenapa napa. Karena bagaimana pun Tuan Arthur beliau yang sudah memungut kita dari jalanan," ujar Ina mengelus kucing itu.
"Benar jika sampai terjadi sesuatu dengan tuan atau nyonya muda, gak akan aku ampuni tuh si Airin," ujarnya dengan sorot tajam.
Sedangkan Gloria berlari cepat, ia takut terjadi sesuatu dengan suaminya.
"Awas saja kalau sampai pelayan itu melakukan yang tidak tidak dengan suamiku," batinnya geram.
Ia tak bodoh akan apa yang ucapkan Ina tadi ia tahu yang di teteskan ke minuman itu adalah obat peran*sang kalau bukan ya obat tidur.
Brak
Gloria membuka pintu kamar itu dengan paksa dan ia melihat suaminya seperti kepanasan. Dan menahan untuk tetap sadar tapi Airin sudah melepaskan semua bajunya hingga dia hanya memakai underwear dan bra saja.
"Honey," ucap Arthur dengan sayu.
"Tuan bukankah kita ingin melakukan itu hmm?" goda Airin mengelus dada Arthur dan tak menghiraukan Gloria yang ada disana.
"Perlu lu jalan*," bentuknya mendorong Airin hingga tersungkur.
"Urusan kita belum selesai ya. Kalian berdua awasi dia jangan sampai dia kabur," ujar Gloria dengan tegas.
Ina dan Iren yang memang mengikuti Nyonya nya tadi mengangguk dan menyeret Airin dengan tidak epiknya.
"Lepasin gue sialan," teriak Airin saat ia diseret dengan tak wajar oleh kedua wanita ini.
"DIAM," bentak keduanya.
Ina dan Iren membawa Airin kerudung yang sangat jelek dan sangat jarang dijangkau orang. Mereka berdua mengikuti tangan dan kaki Airin beserta menyumpal mulut Airin disana.
Sedangkan Gloria yang baru selesai mengunci kamarnya itu langsung memaparkan suaminya agar tak banyak bergerak.
"Honey, ini sangat panas. Aku tak kuat," lirih Arthur melepas semua pakaiannya hingga kini ia polos. Gloria yang melihat senjata tempur suaminya sudah berdiri tegak itu menelan ludahnya kasar.
Cups
Gloria melepas baju dan ********** dan membuangnya begitu saja, sedangkan Arthur yang sudah tak sabaran itu langsung mencium Gloria dengan brutal.
"Ayang pelan pelan," ujar Gloria di sela-sela ciumanannya.
__ADS_1
"Ini sangat menyiksa Honey," ujarnya menuntun terongnya masuk kedalam apem sang istri tanpa persiapan sebelumnya.
Jlep
"Ahhhh," terong kebanggaan suaminya masuk penuh kedalam apem Gloria yang ampuh sempit itu hingga membuatnya meringis.
"Maaf Honey," lirih nya. Gloria yang melihat suaminya menahan sesuatu itu menggeleng dan menarik tengkuk leher suaminya.
Cups
Gloria mencium bibir tebal itu dengan lembut, dan tentu saja hal itu dibalas oleh Arthur yang sudah sedari tadi terpengaruh obat sialan itu.
Arthur yang tak tahan untuk bergerak itu langsung memaju mundurkan sang terong dengan semangat hingga membuat Gloria kualahan dibuatnya.
"Ahhhh ayang pelan ahhh"
"Tak bisa Honey, arghhhh aku tak bisa pelan," jawabnya dengan menutup mata.
"Ahhhh ouhhhh ini beda dari biasanya, ahhhh ayang."
Gloria berusaha mengimbangi suaminya walau tubuhnya harus merasa pegal pegal saat bangun nanti.
"Aku mengutukmu Airin, kau harus membayar apa yang aku rasakan saat ini. Oh astaga suamiku semakin ganas saja," batin Gloria tapi suaranya men*esah akan apa yang dilakukan sang suaminya ini.
"Ahhhh Honey ini sangat nikmat," racau Arthur dengan sangat tampan di mata Gloria.
Gloria hanya menikmatinya seraya membalas sedikit apa yang dilakukan suaminya. Apa begini rasanya melakukan hubungan saat terpengaruh obat? Jika iya Gloria tak akan pernah menerima obat yang selalu diberikan mertuanya.
"Jika dalam pengaruh obat perangsang saja seperti ini apa lagi obat kuat. Astaga Ma kau ingin membuat mantu cantikmu ini mati muda karena keganasan suamiku!!" batin Gloria memeluk tubuh suaminya yang ada diatasnya itu.
Setelah beberapa jam akhirnya Arthur ambruk diatas Gloria, begitupun dengan wanita berumur 17 tahun itu. Ia bisa merasakan nafas suaminya sudah teratur.
"Aku tak akan memaafkanmu Airin," gumamnya mengelus rambut suaminya. Arthur terlihat sangat lelah sekarang lihat saja keringat yang bercucuran di badannya.
Gloria mengambil ponsel suaminya yang ada di nafas itu dan mengirim pesan pada seseorang. Gloria memiliki cara untuk membalas apa yang sudah dilakukan Airin pada suaminya ini. Gloria bukanlah wanita yang begitu saja melepaskan seseorang yang sudah mengusik rumah tangganya. Ingin menjadi nyonya, cih selama ia masih hidup ia tak akan membiarkan siapapun merebut suaminya.
Bersambung
Hai semuanya gimana bab kali ini, sama kan ceritanya di Stuck Marriage Season 1, dimana Papi Arthur di jebak pelayannya sendiri untung ada Mami Gloria ya kan. Yang udah baca Stuck Marriage pasti tahu.
Buat yang belum baca boleh langsung baca Stuck Marriage Season 1 & 2 jadi satu.
__ADS_1
Skuy baca😊😊😊😊