Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Balapan Liar


__ADS_3

Happy reading


"Hon," panggil Arthur setelah melepas pung utannya dari dada Gloria.


"Hmmm." Gloria masih enggan mengangkat kepalanya dari dada Arthur.


"Kamu udah ada rasa sama aku?" tanya Arthur.


"Rasa apa?"


"Rasa suka kek, sayang kek, cinta mungkin," jawabnya yang membuat Gloria mempererat pelukannya sedangkan Arthur mati-matian menahan sesuatu dibawah.


"Gak tahu," jawabnya.


"Kok gitu?"


Gloria hanya diam, ia sendiri bingung dengan perasaannya. Ia nyaman dengan Arthur yang selalu memperlakukannya bak ratu tapi apa iya dia secepat itu jatuh cinta. Rasanya itu tak mungkin.


Arthur hanya diam seraya menghembuskan nafasnya pelan karena ia tahu pacarnya ini bambang dengan jawabannya.


"Aku harap kau juga mencintaiku Ria. Jika kata itu terucap dari bibirmu langsung aku akan langsung menikahimu saat itu juga," batin Arthur dengan mantap.


Walau ia masih muda ia bisa mencukupi kebutuhan Gloria, apalagi usaha club, bar, dan kafe yang ia kelola sidah berkembang pesat. Arthur tak mau terlalu dalam merusak wanita yang ada dipelukannya ini.


Karena hatinya sudah yakin akan pilihannya ini dan itu adalah Gloria dari ratusan cewek yang dekat dengannya hanya Gloria yang mampu membuat seorang Arthur berdebar dan ingin selalu bersama wanita ini.


Malam makin larut tak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Gloria yang dalam pelukan Arthur itu tersadar dan memakai bajunya. Wanita itu meminta Arthur untuk mengantarnya pulang.


Arthurpun memakai jaket hitam dan celana hitam. Entah kenapa Arthur semakin tampan jika begini.


"Kita naik motor?" tanya Gloria dan dianggukkan oleh Arthur.


"Nanti aku ada urusan bentar, biar cepet pakai motor gak apa-apa kan?" tanya Arthur dan dijawab anggukan oleh Gloria.


"Untung tadi aku pakai celana," batinnya.


Arthur naik ke motornya begitupun debgan Gloria yang sudah siap itu. Wanita itu memeluk Arthur hingga motor itu berlalu meninggalkan area apartemen mewah itu.


"Dingin ya hon?" tanya Arthur pada pacarnya.


"Sedikit," jawabnya.


Arthur menarik tangan Gloria dan diletakkan diperutnya yang hangat.


"Makasih," gumamnya memeluk erat perut Arthur.


Sampailah mereka di perkarangan rumah Gloria, wanita itu turun dari motor sport itu.


"Gak mampir dulu?" tanya Gloria.


"Enggak honey, aku langsung aja. Langsung tidur jangan bergadang. Semoga kamu mimpi indah," pesan Arthur seraya mengecup kening Gloria.


"Kamu juga, jangan pulang malam-malam," ucapnya dan dianggukkan oleh Arthur.


Setelah itu Arthur menjalankan motornya meninggalkan perkarangan rumah Gloria.


Ting


Niken


Zain balapan malam ini lu ikut lihat gak?


^^^Anda^^^

__ADS_1


^^^Dimana?^^^


Niken


Tempat biasa, gue sama Keyra udah OTW nih.


^^^Anda^^^


^^^Oke, tunggu gue di tempat biasa.^^^


Gloria masuk ke dalam rumah dan ternyata sudah kosong. Mungkin ibunya sudah tidur. Gloria berlalu menuju kamarnya.


Ia mulai bersiap dengan jaket hitam dan celana hitamnya tak lupa kunci motor yang sudah ia sembunyikan dari ibunya.


"Ibu, Arthur maafin Ria."


Gloria menata guling itu sedemikian rupa dan menutupnya dengan selimut. Gloria membuka jendela kamarnya dan keluar dari situ.


"Oh, astaga kenapa jadi susah gini sih. Padahal dulu gampang deh," gumamnya apalagi bagian dadanya yang sesak karena lebih berisi.


Gloria berlari menuju tempat dimana ia meletakkan motornya, karena jika ibunya tahu dia bisa kena hukum dua hari tiga malam ini.


Motor sport berwarna biru tua itu adalah motor kesayangan Gloria karena itu satu-satunya peninggalan sang ayah untuknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arthur sampai di arena balap, terlihat banyak motor berjejer disana.


"Mana lawan gue?" tanya Arthur pada Kevin.


"Tuh yang motornya merah," jawabnya menujuk kearah orang yang memiliki motor merah.


Arthur mengangguk dan menatap lawannya itu dengan santai. Ia yakin ia bisa mengalahkan orang itu.


Deg


"Motor itu! Jaket itu! Arthur!" batin Gloria menatap laki-laki yang sedang bersiap ditempatnya.


"Woahh udah mau dimulai tuh," pekik Keyra yang sangat antusias.


"Ready boy, three... two... one.. go!"


Bendera hitam putih itu jatuh ke aspal bertepatan dengan melajunya dua motor itu yang menjadi pusat perhatian orang disana tak terkecuali Gloria.


"Ishh kenapa dia ikut balapan sih, awas aja kalau dia kenapa napa," gumamnya dengan nada khawatir.


Balapan itu semakin panas saat keduanya saking berebut untuk sampai ke garis finis, hingga saat kurang berapa meter dari garis finis keseimbangan Arthur hilang dan Arthyr terjatuh. Hingga membiarkan lawannya itu menang.


Adegan itu cukup membuat fans dari Arthur berteriak histeris melihat fans mereka.


Gloria berlari kearah Arthur dan membuka helm Arthur yang sedang merintih dalam diamnya. Pria itu belum tahu jika pacarnya yang membuka helmnya.


"Thank... Honey!" kaget Arthur melihat siapa yang ada didekatnya.


"Kenapa? Kaget! Kamu kenapa pake balapan segala sih!"


"Emang kenapa?" tanya Arthur yang sedikit tersenyum karena dikhawatirkan pacarnya.


"Ya kan bahaya Ar, kalau orang tua kamu tahu gimana?"


"Mama, papa gak akan tahu kok, Honey," ucapnya seraya mendudukkan dirinya.


Teman-teman Arthur membantu mendirikan motor sport itu. Tak sedikit pria yang memperhatikan wajah cantik Gloria yang tampak khawatir itu.

__ADS_1


Tiba-tiba lawan dari Arthur datang mendatangi mereka, siapa lagi kalau bukan Arthur.


"Hai lu gak apa-apa?" tanya Zain yang membuat Gloria menegang ditempatnya.


"Ayang Zain," batinnya.


Gloria lupa jika ia kesini ingin melihat Zain tapi entah kenapa ia sangat cemas melihat Arthur terjatuh tadi.


"Ayang Zain," gumamnya yang masih dapat didengar Arthur.


"Gue gak apa-apa, skill lu bagus tadi sampai gue kalah sama lu," ujar Arthur bangun dari duduknya dan menarik Gloria.


"Hahaha lu juga gak kalah bagus kok. Oh ya kenalin gue Zain," ujar Zain mengulurkan tangannya ke Arthur.


"Arthur," jawabnya membalas jabatan tangan Zain.


"Kalian satu sekolahan kan?" tanya Arthur pada Zain dan Gloria.


"Lu kenal ni cewek?" tanya Zain pada Arthur.


"Dia pacar gue," jawabnya santai yang membuat Gloria lemas karena bisa saja Zain menjahuinya.


"Oh ya selamat buat kalian. Emm dan lu Glo, tolong jangan ganggu gue lagi," ucapnya pada Gloria.


"Hm."


Zain berlalu meninggalkan mereka berdua, dan setelah berberapa saat mereka semua bubar begitupun sahabat Gloria.


"Lu kabur dari rumah?" tanya Arthur sedikit pincang berjalan kearah motornya.


"Heem, niatnya mau lihat Zain balapan tapi malah nemuin lu disini."


"Pulang!" titahnya yang sudah naik itu.


"Tapi kaki lu."


"Gue gak selamah itu Ri, ayo naik."


"Motor gue?"


"Nanti dibawa anak buah gue, gak usah khawatir motir lu gak bakal hilang kok," ujarnya pada Gloria. Hatinya masih sakit saat Gloria memanggil Zain dengan sebutan sayang.


Mau tak mau Gloria naik dan motor mereka melaju meninggalkan arena balap itu.


"Maaf ya Ar," ucap Gloria menempelkan badannya dipunggung Arthur.


"Buat apa?"


"Soal Zain tadi."


"Santai aja kali, lu kan gak ada rasa apa-apa sama gue Ri. Walau gue cinta sama lu tapi gak menutup kemungkinan lu mencintai Zain," jawab Arthur menahan rasa sesaknya.


"Maaf."


Bersambung


📌Stuck Marriage (On going) Kisah Anak Gloria dan Arthur.


[Maaf kakak kakak banyak komentar kalian yang cuma aku like, gak bisa banyaj kalau balas satu satu. Maaf ya.]


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2