
Happy reading
Pernikahan yang diadakan sederhana nyatanya lebih mewah dari yang mewah, bayangkan saja gedung yang disewa oleh keluarga Bara mampu menampung ratusan bahkan ribuan orang.
Papa Emanuel menyiapkan pernikahan yang sangat totalitas, walau ini pernikahan yang tertutup. Para tamu tidak boleh membawa ponsel dan Papa Emanuel sengaja tak mengundang wartawan agar keinginan calon mantunya terpenuhi.
Tamu yang diundang hanya rekan bisnis dan rekan kerja saja termasuk kepala sekolah Gloria berserta sang istri.
Gloria sempat tak setuju melihat tempat untuk mereka nikah tapi apa daya, Arthur adalah pewaris tunggal keluarga Bara saat ini.
Di dalam kamar itu, Gloria yang sedang duduk dideoan cermin itu tampak gugup. Gaun yang ia pakai saat ini sangat indah dengan taburan berlian di dadanya.
Wajahnya yang dipoles dengan tipis membuat kecantikan Gloria lebih terpancar saat ini. Gloria ditemani oleh Keyra, Niken, dan berberapa MUA di sana.
"Tenang Glo, tarik nafas.... tahan..... buang lewat usus," canda Keyra untuk meneriakkan keadaan.
"Sae lu, gue gugup tahu gak. Ini bukan gue banget, padahal gue cuma mau nikahnya sederhana saja," ujarnya meremas gaunnya.
"Gue malah iri sama lu, lihat aja tadi gedungnya tadu. Hampir aja gue pingsan tadi, calon lu suktan bat dah," ujar Niken ikut menenangkan Gloria.
"Tapi gue gak mau banyak orang yang datang Ken, gue mau yang sederhana aja."
"Mungkin mertua lu mau yang terbaik buat kalian," ujarnya.
Benar juga yang diucapkan Niken, Arthur adalah anak tunggal. Jadi wajar jika Papa Emanuel menyiapkan semuanya dengan bagus.
Berbeda dengan dikamar yang ditempati Arthur. Mempelai itu malah dibuat kesal oleh pasangan sepupu itu. Bahagimana tidak Nathan dan Nabila seakan tak tahu tempat malah bercumbu diranjang sana.
"Mending kalian pulang aja kalau mau gituan," kesal Arthur pada kedua sahabatnya.
"Isi bilang bos," ledek Nathan terus mengecup leher Nabila.
"Udah deh Nath, gara gara kamu gaunku lungset," ujarnya bangun dari pangkuan Nathan.
__ADS_1
Nabila membenahi lipstiknya agar lebih segar.
Tak lama Papa Emanuel memanggil Arthur untuk melakukan ijab kabul dibawah.
Deg deg deg
Jantung Arthur berdetak tak normal saat melihat kursi yang sangat cantik dihias itu. Arthur mendengarkan apa yang diucapkan pak penghulu. Disana juga ada wali Gloria yang tak lain adalah kakak dari almarhum Ayah Arga.
"SAH"
Kata itu terdengar sampai dikamar Gloria, yah Arthur mengucapkan ijab kabul dengan sekali tarikan nafas. Tak sia-sia latihannya bersama sang ayah dahulu.
"Boleh panggilkan mempelai wanitanya."
Merekapun mengangguk dan memanggil Gloria yang sudah meneteskan air matanya itu.
"Selamat sahabatku, udah gak resmi jadi milik orang nih," goda Niken memeluk Gloria begitupun dengan Keyra.
Ibu Riska dan Mama Kirana masuk kedalam kamar itu dan memeluk Gloria yag sudah resmi menjadi istri itu.
"Ibu jangan nangis, nanti ayah dan Gloria ikut sedih loh."
Gloria menghapus pelan air mata saang ibu, mereka keluar dari kamar dan diikuti Niken dan Keyra dibelakang.
Tak! Tak! Tak!
Suara sepatu itu mengalihkan pandangan semua orang kearah tangga. Arthur yang melihat istrinya tanpa sadar tersenyum.
"Kenapa dia secantik itu? Uhhh aku bahkan tak rela untuk mengeluarkannya dari kamar nanti," batinnya tersenyum.
Gloria tersenyum malu dan duduk disamping Arthur yang menatapnya tanpa berkedip itu.
"Sangat cantik, dan sekarang kau istriku," ucapnya berbisik tepat disamping telinga Gloria.
__ADS_1
Gloria tak menjawab, mereka fokus pada apa yang diiucapkan pak penghulu pada pengantin baru ini.
Hingga sampai ditahap tukar cincin, Arthur memakaikan cincin dari rancangan ternama itu dijari manis Gloria begitupun Gloria yang memakaikan cincin itu di jari Arthur.
Selanjutnya Gloria mencium punggung tangan Arthur yang membuat aliran darah Arthur seakan berhenti. Rasa bahagia kini menyerang hatinya yang menghangat. Arthur membalas kecupan dikening Gloria dengan lembut tak lupa juga ada bisikan tersendiri yang Arthur ucapkan tentu itu hanya Arthur yang tahu.
Berbeda dengan Arthur dan Gloria yang sedang berbahagia akan pernikahannya. Disisi lain, Kerya tengah patah hati melihat orang yang menolongnya dulu bergandengan mesra dengan cewek cantik dan seksih itu. Dan laki-laki itu adalah Nathan dan Nabila yang sengaja duduk dipojok belakang agar puas dengan apa yang mereka lakukan.
Niken yang melihat tatapan sendu sahabatnya itu mengikuti arah pandang Keyra.
"Kenapa lu?"
"Penyelamat gue ternyata dah punya cewek Ken, tu.... Huaa sedih aku tuh, apalagi lihat tuh pakai cium-cium tangan segala," ujarnya dengan mata berkaca.
"Astaga buaya kek lu mana bisa tahan sama satu cowok sih ha?"
"Sakit tahu Ken, gue pikir dia masih lajang eh ternyata dah ada yang punya."
"Terus lu mau apa kalau dia dah ada gandengan?"
"Gak tahu juga, selagi janur kuning belum melengkung aku akan tetap mengejarnya."
"Kalau udah melengkung?" tanya Niken yang tak mau sahabatnya berbuat yang tidak tidak apalagi merebut cowok lain.
"Terpaksa cari janur lain," jawabnya seraya menghapus air matanya.
Niken hanya bisa menyemangati Keyra agar mendapat cowok yang baik dan bisa merubah sifatnya.
Bersambung
Alhamdulillah pernikahan sederhana Arthur dan Gloria lancar tanpa kendala. Hahaha jangan lupa hadiah pernikahannya ya!!๐ ๐๐
Maaf upnya cuma satu satu, uthor lagi kurang sehat. Biasalah sakit musiman. Maaf ya semuanya๐๐
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
๐Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur