Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Bakso Setan


__ADS_3

Happy reading


Setelah mandi besar tadi keduanya kembali segar dan memakai pakaian yang tadi mereka gunakan. Gloria mengambil parfum yang ada ditasnya dan menyemprotkan ke bajunya.


"Harum, aku mau!"


"Ini parfum cewek loh, gak malu?" tanya Gloria memperlihatkan parfum miliknya.


"Ya sudah kalau gitu, peluk aja biar wangi kamu nempel," Arthur memeluk Gloria dengan erat.


Gloria membalas pelukan itu hingga setela berberapa menit pelukan itu terlepas.


"Kita makan disini ya!"


"Aku pengen bakso Ar, nanti aja ya," ujar Gloria membayangkan bakso panas dengan sambal di musim hujan begini sungguh menggodanya.


"Serius mau makan bakso?" tanya Arthur menatap Gloria yang mengangguk.


"Aku tahu tempat bakso terenak ada dimana!"


"Dimana?" tanya Gloria.


"Gak jauh dari sini, habis dari danau nanti kita langsung ke sana."


"Dan pulang?" tanya Gloria dan dianggukan oleh Arthur.


"Terus kita jalannya kemana Ar?"


"Kan aku udah bilang tadi. Aku tadi dah menaiki gunung, menuruni lembah dan memasuki gua."


"Itu mah kamu," gumamnya tapi masih didengar oleh Arthur.


Arthur menggandeng pacarnya dan keluar dari ruangan yang sudah kembali rapi dan bersih itu. Dan semua itu berkat siapa? Gloria. Ya wanita itu terlebih dahulu membersihkan ruangan yang digunakan untuk ehem-ehem mereka.


"Pak tadi ada Bu Klarisa yang datang ke sini ngamuk-ngamuk pak, dia bilang mau hancurin hubungan kalian gitu teriaknya," ucap seorang wanita berpakaian rapi dengan jas ia pakai.


"Biarkan saja," jawab Arthur acuh, ia tak peduli akan hal itu. Begitun dengan Gloria yang tak peduli, karena ia juga belum ada rasa dengan Arthur hanya rasa nyaman saja.

__ADS_1


Setelah itu Arthur mengajak Gloria ke danau sebentar hanya untuk melihat dan merasakan dingin alami dari sama. Entah ada atmosfir apa di danau itu hingga berbeda dengan disekitarnya.


Tak sampai setengah jam mereka disana, Arthur mengajak Gloria untuk pergi dari tempat itu karena semakin sore hawa dingin disana semakin menajam.


"Warung bakso ya Ar," ujar Gloria yang sudah duduk di jok belakang motor sport Arthur.


"Iya Ri," jawabnya mulai menjalankan motornya meninggalkan tempat itu.


"Peluk Ri, aku kedinginan," ucap Arthur dibalik helm full face itu.


Cielah Arthur modus.


Tanpa menjawab, Gloria memasukkan tangannya kedalam saku jaket Arthur dan memeluk perut kotak kotak itu.


"Keras," batin Gloria merasa perut Arthur begitu keras itu.


Arthur melakukan motornya menuju warung bakso paling enak yang pernah ia makan. Dan sampailah mereka disebuah warung bakso yang cukup besar menurut Gloria.


"Ini mah bukan warung namanya," batin Gloria melihat bangunan itu.


Mereka berjalan menuju meja pendek itu, tak ada kursi disana. Mereka duduk lesehan disana.


"Ini menu bakso yang ada diwarung kami, silahkan dilihat dulu nanti kalau mau pesen bisa panggil saya," ujar salah satu pelayan warung itu dan diangguki oleh Gloria.


Di kertas manu itu ada banyak jenis bakso mulai dari bakso biasa sampai bakso beranak mercon dengan berat 3 kg.


"Mau pesen yang mana?" tanya Arthur menatap sang pacarnya yang masih fokus pada menu menu itu.


"Mau ini ya!" Gloria memperlihatkan bakso yang ada diurutan nomor 4.


"Yakin kamu kuat habisin?" tanya Arthur menatap tak percaya Gloria.


"Yakin lah, dingin-dingin gini enak tahu makan bakso alalagi yang pedas," jawabnya dengan senyum.


"Heem."


Arthur memesan bakso yang ia pilih dan pilihan Gloria, mereka sama-sama pecinta pedas tak heran jika pilihan mereka hampir sama.

__ADS_1


Tak lama pesanan mereka datang, plus dengan 2 gelasbair putih dan 2 jus jeruk.


"Yakin kuat habisin ini?" tanya Arthur pada Gloria yang sudah ngiler sendiri dibuatnya.


"Heem."


Gloria memakan bakso beranak dengan nama Bakso Setan itu dengan lahap. Sedangkan Arthur yang melihat pacarnya tak ada malu-malunya makan lahap didepannya itu mengulas senyum. Sesekali ia mengusap noda merah disudut bibir Gloria.


"Pedes Ar, kamu mau?" tawar Gloria pada Arthur yang menatapnya itu.


"Gak! aku ini aja. Lihat kamu makan udah buat aku kenyang Ri," jawabnya menuangkan sambal dibakso miliknya.


"Dih, nanti kamu yang bayar ya," ujar Gloria tanpa malu.


"Emang uang yang aku kasih kemarin habis?" tanya Arthur yang tak biasa ada perempuan yang menyuruhnya membayar makanannya walau ia akan membayarnya.


"Belum sih, masih banyak. Karena kamu sebagai pacar aku sekarang jadi kamu yang bayar. Itung itung buat bayar yang tadi," jawab Gloria.


"Oh jadi kamu gak ikhlas?" tanya Arthur menatap Gloria yang habis meminum air putihnya itu.


"Ikhlas gaak ikhlas sebenarnya, 80% gak ikhlas. Tapi karena aku terikat penjanjian denganmu jadi 20% aku ikhlaskan," jawabnya tanpa beban. Sunggu sangat kebal nyali Gloria.


"Oh... Oke, aku pastikan kamu akan segera ikhlas 100% dalam berberapa bulan ini," ujar Arthur mantap.


"Oke aku tunggu," balasnya tak kalah santai.


Mereka menghabiskan bakso yang sudah di pesan dengan sekuat tenaga, rasa pedan dengan hawa yang dingun adalah kombinasi yang pas.


Setelah menghabiskan baksonya, Arthur membayar bakso yang mereka makan dan memutuskan untuk pulang sebelum hari berganti malam.


Bersambung


📌Stuck Marriage (On going) Kisah Anak Gloria dan Arthur.


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2