
Farah yang mendapatkan kabar dari Wiwi jika ia bertemu dengan mami Ger. Farah mendadak khawatir dengan keselamatan Wiwi, biar bagaimana pun Wiwi adalah teman yang sudah menjadi saudaranya sekarang.
"Jangan khawatir, kakak ku pasti tahu apa yang akan dia lakukan," kata Joni mencoba menenangkan Farah.
"Mami Ger itu memiliki anak buah banyak. Aku tidak menyangka jika dia akan ketemu sama Wiwi di Singapore."
"Di banding aku, kakak ku jauh lebih kejam. Kau lihat saja nanti, dalam waktu satu hari kita akan mendengar kabar dari mereka."
Farah menarik nafas panjang, berharap jika Wiwi tidak ketangkap. Jika sampai hal tersebut terjadi, Farah yakin jika mereka akan menyiksa Wiwi dan mencari dirinya.
Benar kata Joni, kakaknya adalah orang yang sedikit kejam di banding dirinya. Buktinya, Jonas sudah berhasil menangkap mami Ger dan kedua perempuan yang kemarin ikut memukul dan menyeret istrinya.
"Oh, mami. Bukankah dia pria yang kemarin?" tunjuk salah seorang dari mereka.
Mami Ger langsung menoleh, memicingkan matanya kemudian berdiri hendak memukul Jonas.
Buk,....
Bukannya Jonas yang terkena pukulan tapi dirinya yang malah di tendang oleh Jonas hingga menghantam tembok.
"Berapa banyak perempuan tak berdosa yang kau buat seperti istri ku hah?" Jonas bertanya dengan wajah dingin.
Uhuk...uhuk....
Wanita paruh baya itu terbatuk-batuk.
"Bukan urusan mu!" seru mami Ger, "lepaskan aku maka aku akan memberi mu beberapa wanita secara gratis untuk memuaskan nafsu mu!" mami Ger membuat penawaran.
Jonas tersenyum miring, menatap dengan sorot mata tajam.
"Sudah tua bukannya tobat malah menjadi. Katakan pada ku, hukuman seperti apa yang kau minta?"
"Mami,...kami takut!" ucap kedua anak asuh mami Ger.
Jonas langsung merubah pandangannya, menatap bergantian dua perempuan muda yang bersembunyi di belakang mami Ger.
"Hei kau,....!" tunjuk Jonas ke arah perempuan yang berambut pendek, "kemarin kau yang menjambak rambut istri ku. Kau harus menerima balasannya!" ucap Jonas membuat wanita tersebut ketakutan.
"T-tidak,...bukan aku!" kilahnya.
"Petter,....patahkan tangannya di hadapan ku sekarang juga!" titah Jonas pada anak buahnya.
__ADS_1
Dengan wajah sangar Petter maju dan langsung menarik wanita berambut pendek tersebut.
"Ampun,...ampun,....maafkan aku. Aku di suruh mami Ger....!" ucap wanita tersebut ketakutan.
Mami Ger dan salah satu anak asuhnya langsung mundur kebelakang tak berani menolong.
Aaaaaaaaaaaa.............
Wanita berambut pendek tersebut berteriak histeris menahan rasa sakit saat Petter dan seorang temannya menghantam tangan kanan perempuan tersebut dengan balok besar beberapa kali.
Aaaaaaaa...............
Nafas perempuan tersebut nyaris lenyap, ia tergeletak tak berdaya merasakan tulangnya tangannya yang remuk.
"Mami tolongin Siska...!"
"Diam kau,...!" sentak mami Ger yang nyalinya mulai menciut.
Jonas tersenyum sinis, puas melihat perempuan yang menjambak rambut istrinya itu menggelepar kesakitan.
Jonas kembali menatap perempuan yang memiliki postur tubuh kurus tinggi tersebut.
"Jangan main hakim sendiri, semua ini bisa kita bicarakan baik-baik!" kata mami Ger yang ketakutan.
"Tidak ada yang harus kita bicarakan baik-baik!" tegas Jonas.
"Aku hanya membeli Wiwi, orangtuanya lah yang bersalah!"
"Selain kau, mereka juga akan menjadi target ku selanjutnya. Meskipun aku tidak pernah bertemu dengan mertua ku itu, tapi mereka akan membayar harga atas penderitaan istri ku!"
"Oh, ayolah. Cukup Siska saja yang kau beri pelajaran. Jangan kami, aku akan membayar sejumlah uang pada mu!"
"Aku tidak butuh uang, uang ku sudah banyak!" sahut Jonas sombong.
"Kalau begitu aku akan mencarikan gadis perawan untuk mu. Tapi, biarkan aku dan kedua anak ku pergi....!"
"Petter,....!" Jonas kembali memanggil anak buahnya.
"Saya siap tuan!"
"Aku tidak mau tahu, buat kaki dan tangan perempuan itu cacat. Dia menyeret istri ku dengan kedua tangannya dan menendang istri ku dengan kaki kirinya!" titah Jonas yang masih ingat betul bagaimana mereka mem
__ADS_1
Wanita tersebut menangkupkan kedua tangannya, memohon pada Jonas untuk di ampuni.
"Ampunkan aku," ucap wanita tersebut, "aku akan melakukan apa saja asal jangan buat aku terluka!"
Tidak ada yang mendengar permohonannya, wanita tersebut di seret kemudian di bawa pergi dengan beberapa anak buah Jonas yang lain.
Tersisa mami Ger, wanita paruh baya ini mundur kebelakang dan semakin mepet dengan dinding gudang. Sedangkan wanita yang di patahkan tangannya tadi sudah tergeletak tak sadarkan diri.
"Jangan sentuh aku, cukup kedua anak-anak ku itu. Aku hanya membeli Wiwi, semua itu bukan salah ku!"
Jonas tidak menyahut, pria ini malah menatap tajam ke arah mami Ger.
"Ku mohon, biarkan aku pergi. Aku akan pulang ke Indonesia dan aku berjanji tidak akan mengganggu Wiwi lagi."
Jonas masih diam, membiarkan wanita paruh baya tersebut mengoceh.
"Menurut kalian, wanita tua ini pantasnya kita apakan?" Jonas bertanya pada anak buahnya di belakang.
"Perempuan ini sangat kejam tuan. Menurut informasi yang saja dapat, dia menculik anak gadis orang lalu menjualnya ke luar negeri untuk memenuhi nafsu pria hidung belang. Seharusnya perempuan kejam seperti ini harus di musnahkan!"
"Oh, kejamnya!" seru Jonas, "siksa dia, sampai mati lalu kirim mayatnya ke rumahnya!" titah Jonas.
"Tidak, aku belum mau mati. Pertemuan aku dan Wiwi, aku akan bersujud di bawah kakinya. Aku minta maaf, biarkan aku hidup."
Mami Ger mulai panik, Jonas begitu kejam. Pria ini tidak ingin mengotori tangannya, membiarkan semua anak buahnya yang bekerja.
Dengan pandangan santai, kedua tangan berada di saku celana. Jonas melihat mami Ger yang di siksa oleh anak buahnya. Sekian jeritan mami Ger, Jonas juga mendengar dengan jelas teriakan perempuan yang sedang di siksa di ruangan samping.
Mami Ger terus memohon, tapi Jonas hanya diam saja menonton. Wajah mami Ger sudah di penuhi darah, nafas tuanya mulai terengah-engah tapi ia masih sempatnya membuat penawaran pada Jonas yang membuat Jonas semakin kehilangan kesabaran.
Dor,.......
Tiba-tiba saja Jonas menembak mati mami Ger. Mami Ger menggelepar seperti ayam di gorok. Siska yang sudah sadar dan menahan sakit di tangannya langsung menjerit ketakutan melihat mayat mami Ger tergeletak di sampingnya.
"J-jangan bunuh aku...!" mohon Siska yang masih menggelepar di lantai kotor penuh darah.
"Kita apakan kedua perempuan ini tuan?" tanya salah satu anak buah Jonas.
"Terserah kalian, mau kalian bunuh silahkan. Mau kalian nikmati juga silahkan. Tapi ingat, jangan bebaskan mereka!" jawab Jonas dengan kejamnya.
Jonas puas, sangat puas melihat orang yang selama ini berbuat kejam pada Wiwi sudah mendapatkan balasannya. Jonas mengambil beberapa gambar lalu mengirimkannya pada Joni.
__ADS_1