Nafsu Sang Duda

Nafsu Sang Duda
Chapter 86


__ADS_3

Acara yang sangat menyebalkan, untuk pertama kalinya Mawar di ajak mertuanya pergi ke acara ibu-ibu arisan. Tidak, tidak hanya Mawar kaum muda yang ikut tetapi hampir semua ibu-ibu ada yang mengajak anak atau pun menantu perempuannya.


Jika di lihat dari segi penampilan dan cara berpakaian, hanya Mawar yang nampak sederhana namun tetap cantik bahkan kecantikannya terlihat natural.


"Aih jeng Asti, anak jeng itu kan tampan dan kaya. Kok penampilan istrinya gak glamor seperti menantu ku sih?"


Asti menoleh ke arah Mawar, mengusap rambut menantunya dengan penuh kasih sayang.


"Penampilan glamor buat apa kalau gak jago di ranjang. Anak ku itu ya, bisa sampai satu minggu gak keluar kamar kalau udah main sama istrinya ini," sahut Asti membuat semua orang tertawa tidak dengan Mawar yang terlihat malu.


"Ah, masa sih tante. Lelaki mah sekai **** langsung udah!" salah satu menantu dari teman Asti tidak percaya.


"Mungkin suami mbaknya aja kali yang sekali ****. Nyatanya suami ku bisa bikin aku puas dan aku bisa bikin **** suami ku berkali-kali...!" ujar Mawar yang sudah tidak peduli dengan rasa malu lagi.


"Hih, emang gak capek apa?"


"Gak capek lah, pasti mbaknya belum pernah ******* ya...?" tebak Mawar langsung membuat wajah perempuan tersebut malu, "cobain deh mbak, rasanya aah...mantap!"


Asti tersenyum bangga, ternyata Mawar bisa juga membalas omongan mereka. Beberapa orang hanya tertawa mencibir pada yang memberi pertanyaan.


"Anak ku tidak suka melihat istrinya berpenampilan lebih. Takut di tikung sama suami orang, enakan seperti ini lihatnya. Adem, cantik, uh...Mawar istri yang sempurna untuk Wira...!" tutur Asti terus membanggakan.


Mawar menyibakkan rambutnya kebelakang, mata para ibu-ibu beserta anak atau menantu perempuannya langsung melotot ketika melihat kalung yang di kenakan Mawar. Kalung berlian dua karat dengan kisaran harga kurang lebih tujuh ratus juta.


"Ehem,...itu kalungnya asli?" tanya salah seorang ibu-ibu yang mendadak panas.


Mawar tidak tahu kalung jenis apa yang dia pakai dan harganya juga berapa dia tidak tahu karena ini adalah hadiah pemberian dari suaminya.


"Tentu asli, anak ku tidak pernah membelikan barang palsu untuk istrinya!" jawab Asti yang mengerti jika menantunya ini sedang bingung.


"Aku bisa menebak jika harganya hampir satu miliar. Masa anak mu yang mantan duda itu seroyal ini sama istrinya?" seorang teman Asti yang mengerti tentang berlian merasa syok.

__ADS_1


Mawar juga syok ketika mengetahui harga kalung yang dia pakai semahal itu. Dirinya tidak pernah bertanya pada Wira begitu juga dengan Wira tidak pernah memberitahu berapa harga dari kalung tersebut.


Mulai panas, acara kumpul-kumpul tersebut semakin panas. Masing-masing dari mereka mulai sibuk membandingkan apa yang mereka pakai kecuali Mawar yang sama sekali tidak mengerti tentang brand.


"Mah, ini kalung harganya beneran segitu?" tanya Mawar penasaran.


Asti dengan santai mengganti popok Al lalu menjawab, "jadi kamu seriusan gak tahu harga kalung itu?"


Mawar bergeleng kepala, dirinya merasa ngeri sendiri, "besok aku gak mau keluar pakai kalung ini. Ngeri, takut di rampok!"


Asti tertawa, aneh sekali dengan Mawar ini.


"Santai aja ah. Kalau mereka julid lagi, gak apa-apa kamu ngomongnya lebih tinggi aja. Balas, jangan mau kalah!" ujar Asti mengajari menantunya.


Mawar hanya mengiyakan, mungkin hanya hari ini Mawar ikut acara mertuanya dan besok-besok gak lagi.


pulang ke rumah, Wira hanya tertawa mendengar cerita dari istri dan mamahnya ini.


"Aku yakin kau akan jera ikut mamah. Teman-temannya semua ngeri...!"


"Yah kamu ini, mamah ajak perang pamer kok gak mau!" celetuk Asti.


Wira hanya bergeleng kepala, sudah biasa dengan sikap perkumpulan mamahnya. Maksud Wira mengizinkan Mawar ikut agar sang istri bisa lebih mengenal banyak orang dan memiliki teman, tapi nyatanya Mawar malah tidak ingin pergi lagi.


Wiwi dan Jonas, baru satu hari tinggal bersama namun mereka bingung ingin berbuat apa. Jonas tidak mengajak Wiwi kembali apartemen melainkan pulang ke rumah pribadinya.


Canggung, keduanya nampak canggung apa lagi mereka sekarang satu kamar. Saking canggungnya Jonas pada Wiwi, Jonas sampai tidak pergi ke kantor hari ini.


"Aku mandi dulu, sudah sore...!" kata Wiwi dengan wajah yang gugup.


"Terserah kau!" sahut Jonas dengan ketusnya.

__ADS_1


Mata Wiwi melebar, dirinya tidak suka dengan sikap Jonas yang acuh.


"Kau tidak mandi kah?" tanya Wiwi sekedar mencairkan suasana, "sudah pukul lima lewat."


"Kau saja sana, aku akan mandi di kamar yang lain...!" sahut Jonas semakin ketus.


"Laki-laki brengsek!" umpat Wiwi, "akan ku hajar kau!"


Dengan sekuat tenaga Wiwi menjambak rambut Jonas, menghajar pria tersebut lalu menyeretnya. Jonas lelaki, tapi kalah tenaga. Jurus menggelitik membuat Jonas kalah.


"Kenapa kau menyeret ku ke kamar mandi hah? dasar perempuan gila....!"


"Perempuan gila ini yang akan membuat kau bertekuk lutut nanti....!"


Wiwi terus menggelitik tubuh Jonas, membuat Jonas yang risih kehabisan tenaga. Gila betul tenaga Wiwi ini, bisa-bisanya dia merobek semua pakaian Jonas dan hanya tinggal kolor saja.


"Perempuan gila, apa kau tidak malu sudah menelanjangi ku hah?"


"Aku sudah biasa melihat bentuk tubuh lelaki. Akan ku buat kau lebih gila lagi....!" ujar Wiwi mulai mengejar Jonas di kamar mandi.


Jonas geli dengan sikap Wiwi, sebisa mungkin pria ini menghindarinya. Ketika Jonas hendak keluar dari kamar mandi, Wiwi berhasil memeluknya dari belakang.


Wiwi mendorong tubuh polos Jonas ke dinding lalu mencium bibir pria tersebut dengan sembarang. Jonas kaku, lebih kaku lagi ketika dua bukit kenyal milik Wiwi menggesek kulit dadanya. Tangan nakal Wiwi mulai nakal, wanita ini meremas batang Jonas sampai tegang.


"Akan ku buat gila kau sore ini bajingan gila...!" batin Wiwi geram.


Terus mencium, mengecup dan mengisap kulit tubuh di tambah remasan manja di bagian bawah membuat Jonas mulai bergairah.


Wiwi berjongkok, dengan sengaja lidahnya menjilat ujung kepala tongkol yang membuat Jonas semakin syok dan tegang.


Dengan segala pengalamannya yang pandai membuat lelaki puas, untuk beberapa waktu Wiwi menjilat di bawah. Jonas mengeram kenikmatan, lelaki ini masuk dalam perangkap Wiwi.

__ADS_1


Jonas menarik Wiwi untuk berdiri, wajah mereka saling berhadapan meskipun tinggi Wiwi hanya sebatas leher Jonas.


Lelaki yang telah mabuk dan haus akan bercinta ini langsung mencium bibir istrinya, panas sekali ciuman mereka terus merayap di dinding hingga sampai di bawah Shower. Wiwi dengan sengaja menghidupkan shower, wanita ini ingin memberikan sensasi yang akan membuat Jonas candu.


__ADS_2