Nafsu Sang Duda

Nafsu Sang Duda
Chapter 80


__ADS_3

"Wah, selamat ya mbak Tia," ucap Mawar ikut bahagia mendengar kabar kehamilan Tia.


"Terimakasih Mawar."


"Apa ku bilang, ilmu yang ku berikan pada mu tidak akan meleset kan?"


Wira seolah bangga pada dirinya sendiri.


"Aku sarankan kau membuka tempat les perkasuran saja. Pasti kau akan memiliki banyak murid," ujar Bayu membuat istri mereka tertawa.


"Ide mu bagus juga!" seru Wira.


"Menggelikan sekali," ucap Mawar, "sejak berkumpul dengan kalian, otak ku yang polos ini mendadak tercemar!"


"Jangankan kau, aku bahkan di buat lebih gila dengan suami ku sendiri," timpal Tia.


Bayu melirik Wira, sejak Wira menikah pembahasan mereka tidak jauh dari dunia ranjang jika bertemu.


Wira mengajak Mawar pulang, beginilah keseharian mereka jika pergi hanya berdua karena Al di jaga omanya.


Di dalam mobil, Mawar menguncir rambutnya karena sedikit berantakan. Wira menoleh, pria ini menelan salivanya kasar.


"Kenapa menguncir rambut mu hah?"


"Panas!" jawab Mawar singkat.


"Perasaan ac mobil ini sangat dingin. Kau mencoba menggoda ku ya...?"


"Gak, mas ini kenapa sih?"


Sialan, Wira benar-benar tergoda melihat leher jenjang putih mulus milik istrinya.


Ciiit....


Tiba-tiba saja Wira memarkirkan mobilnya di halaman hotel.


"Eh, ngapain kita ke hotel mas?" tanya Mawar bingung, "mas mau ketemu klien ya?"


"Gak, udah. Turun aja!"


Wira memesan satu kamar, lelaki ini tidak menggubris pertanyaan istrinya. Mereka naik lift, kamar yang di pesan Wira berada di lantai empat.


"Mas, ngapain kita kesini?"


Sekali lagi Mawar bertanya karena penasaran.

__ADS_1


Bukanya menjawab pertanyaan istrinya, Wira malah melepas pakaian dan sepatunya.


Hemm,....jika sudah begini Mawar paham maksud suaminya. Wira mendorong istrinya tersadar di dinding. Pria ini langsung menenggelamkan wajahnya di leher Mawar. Memberi tanda merah di sana dengan sedikit mengeluarkan tenaga.


Aaaa......" Mas sakit...!" ujar Mawar mendorong tubuh suaminya.


"Salah siapa menggoda ku hah?"


Belum sempat menyahut, Wira kembali mencumbu istrinya. Lelaki ini merobek dress yang di kenakan Mawar lalu membuangnya sembarang.


"Aku pulang bagaimana?" tanya Mawar kesal.


"Kain tirai banyak. Gunakan salah satu dari mereka!"


Wira kemudian menggendong istrinya ke atas tempat tidur. Hasratnya telah memuncak tidak tertahankan. Hanya karena melihat leher, bisa-bisanya Wira begitu terpancing.


Masih pukul satu siang, namun ranjang di hotel ini sudah goyah bergoyang. Segala macam bebunyian menggema di sana, Wira sungguh haus akan cinta. Untuk ronde kedua mereka melakukannya di kamar mandi, di bawah guyuran air shower yang di dingin. Entah kenapa hari ini Wira bermain ganas, membuat istrinya terus merintih kesakitan.


Beda lagi dengan Farah dan Joni yang saat ini sedang beradu mulut. Membuat Wiwi hanya bisa duduk manis menonton tingkah konyol sepasang pengantin baru yang tidak jelas ini.


Joni mengajak Farah pergi bulan madu, sedangkan Farah tidak mau karena wanita ini sedikit merasa takut.


"Kau ini munafik sekali, jangan sok polos jika lubang sumur mu sudah menganga lebar!" celetuk Joni membuat darah Farah mendidih.


Hahaa,......Wiwi tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Joni.


Belum juga Joni membalas ucapan Farah, bel berbunyi. Seperti biasa Wiwi lah yang selalu membuka pintu.


Jonas, lagi-lagi pria itu datang ke apartemen. Entah kekurangan pekerjaan atau memang di sengaja.


Jonas tidak memperdulikan Wiwi, pria ini menerobos masuk ketika mendengar suara keributan di dalam.


Joni dan Farah terdiam, mereka saling pandang. Untuk beberapa saat keempat manusia ini hening, Joni mulai mendapatkan ide gilanya.


Joni berdiri, menghampiri Wiwi lalu menarik tangan Jonas dan Wiwi kemudian mendorong mereka keluar dari apartemen.


"Bawa Wiwi pergi dari sini sampai besok. Jika kau mengembalikannya ke sini, akan ku bakar kantor mu!"


Jonas dan Wiwi saling pandang tidak mengerti dengan perkataan Joni.


"Kenapa aku harus membawa perempuan ini hah?" tanya Jonas geram.


"Aku mau indehoy sama istri ku. Bawa dia pergi, nanti dia mengganggu ku!" jawab Joni langsung menutup pintu lalu menguncinya.


Wiwi tidak terima, wanita ini mencoba mendobrak pintu namun tidak bisa.

__ADS_1


"Apa ini, kenapa aku di buang. Kalian berdua memang sialan!" ucap Wiwi kesal lalu menendang pintu tersebut dengan kakinya.


Awwww....


Wiwi mengeram kesakitan, Jonas hanya bisa menertawakan wanita gila di depannya.


"Mau kemana kau?" tanya Wiwi ketika melihat Jonas pergi.


"Ya pergi lah. Ngapain ganggu orang bikin anak?''


"Ikut,....!" rengek Wiwi langsung di tolak Jonas, "jadi, apa aku harus duduk di depan pintu ini sampai mereka selesai membuat anak? benar-benar gila...!"


"Bukan urusan ku. Itu derita mu!" sahut Jonas membuat Wiwi semakin kesal.


Wiwi maju, hendak menendang kaki Jonas namun malah dia sendiri yang terjatuh. Saat Wiwi terjatuh ada sepasang suami istri yang melintas hendak keluar dari apartemen setelah bertemu dari rumah teman mereka.


"Ya ampun, kenapa kau bersikap kasar pada istri mu. Kalau ada masalah rumah tangga, ada baiknya di selesaikan dengan kepala dingin," ucap perempuan yang lewat membuat Jonas tercengang. Di sinilah Wiwi pandai memainkan dramanya.


"Ini hanya pertengkaran kecil bu, suami ku minta lima ronde sedangkan aku hanya kuat dua ronde. Jadi dia marah!'' racau Wiwi semakin membuat Jonas geram.


Oh sudahlah, sepasang suami istri tersebut paham dan langsung pergi.


"Dasar perempuan gila!" umpat Jonas.


"Ikut,...!" sekali lagi Wiwi merengek. Mau tidak mau Jonas membawa pergi wanita ini.


"Punya adik tidak punya otak. Menyusahkan ku saja!"batin Jonas yang ingin sekali menghajar Joni.


Sementara itu, Joni dan Farah yang masih berdebat entah apa yang di debatkan pada akhirnya membuat Joni kehilangan kesabaran. Pria ini langsung menggendong Farah menuju kamar tidurnya.


Farah berontak, dengan sekuat tenaga wanita ini ingin menghajar suaminya namun kalah kuat. Di tindih sekali oleh Joni, membuat Farah mati gerak.


Krekk.....


Joni merobek semua pakaian Farah, membuat wanita ini langsung mengumpat kesal.


Joni melepas semua pakaiannya, pria ini nampak santai melepaskan Farah yang ingin kabur. Setelah pakaian semua terlepas, Joni menarik Farah yang mencoba membuka kunci pintu kamar, pria ini lagi-lagi menggendong Farah naik ke atas tempat tidur.


Tidak ada drama ciuman, Joni hanya ingin memberi pelajaran pada wanita yang sejak kemarin menolak melayaninya ini.


Jleb,.....


Farah menjerit ketika Joni menancapkan rudal lokalnya tanpa permisi.


"Joni, brengsek kau!" umpat Farah hendak melawan namun tidak bisa.

__ADS_1


Kedua tangan Farah terikat dasi, Joni benar-benar gila.


Lelaki ini mulai menggenjot, tidak peduli dengan sumpah serapah yang di lontarkan padanya. Kemungkinan Farah sudah lelah, akhirnya wanita ini pasrah ketika Joni menikmati tubuhnya.


__ADS_2