Nafsu Sang Duda

Nafsu Sang Duda
Chapter 95


__ADS_3

"Selamat pagi istri ku," ucap Jonas sambil menyibakkan tirai yang menutupi dinding kaca di kamarnya.


Wiwi mengerutkan keningnya, sedikit kaget dengan sikap Jonas yang tiba-tiba berubah pagi ini.


"Apa kau sakit?" tanya Wiwi heran.


Kali ini gantian Jonas yang mengerutkan keningnya.


"Aku sehat!" jawab Jonas, "memangnya kenapa?"


"Sejak kapan kau mengakui ku sebagai istri mu?"


Jonas menatap wanita yang masih duduk di atas tempat tidur tersebut.


"Ganti pertanyaan mu, aku tidak suka mendengarnya!"


Acuh, Wiwi tidak peduli dengan ucapan suaminya.


"Mau kemana kau?" tanya Jonas ketika melihat Wiwi beranjak dari tempat tidurnya.


"Aku mau mandi. Aku sudah bilang jika hari ini aku akan pulang!"


"Berani kau keluar dari kamar ini, akan ku cekik kau!" ancam Jonas.


"Sepertinya lebih bagus begitu...!" seru Wiwi seolah menantang.


"Wiwi, aku benar mencintaimu!" ucap Jonas menghentikan langkah Wiwi menuju kamar mandi.


"Aku tidak tahu apa itu cinta. Hati ku telah lama mati dengan rasa yang namanya cinta dan kasih sayang. Percuma saja!" ketus Wiwi.


"Kenapa kau bersikap seperti ini?" Jonas masih menatap mata Wiwi, "biasanya kau tidak pernah membahas masalah perasaan seperti ini."


Wiwi terdiam, wanita ini menunduk. Jonas benar, kenapa dengan dirinya sekarang ini.


"Aku mau mandi, kita bicara nanti saja!" ujar Wiwi langsung masuk ke kamar mandi.


Di kamar mandi, wanita ini tidak langsung pergi mandi melainkan berdiri di depan cermin. Wiwi mengusap dadanya, menatap wajahnya dari pantulan cermin.


"Sebenarnya apa yang sedang aku rasakan saat ini?" Wiwi bertanya pada dirinya sendiri, "ada rasa yang tidak bisa aku jelaskan. Kenapa aku bersikap seperti anak kecil yang mudah merajuk?"


Beberapa menit mencari jawaban namun tidak dapat. Akhirnya Wiwi mengguyur tubuhnya di bawah shower sambil memikirkan kenapa dengan dirinya yang sekarang ini.


Setengah jam berlalu, Wiwi sudah rapi dan cantik. Ternyata Jonas menunggunya sejak tadi.


"Ada Joni dan Farah di luar, ayo turun!"


Jonas memberitahu istrinya.

__ADS_1


Mereka turun bersama, masih tetap sama, ingin sekali Farah mencakar wajah kakak iparnya ini.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Farah, "apa bajingan ini memukul mu lagi?"


Wiwi melirik Jonas lalu menggelengkan kepalanya.


"Apa kau jadi pulang ke Indonesia?"


Farah berharap jika temannya ini tidak jadi pulang.


"Dia tidak boleh pulang tanpa seizin ku!" seru Jonas langsung mendapatkan tatapan tajam dari Farah.


"Kak,....!" Joni ingin bicara tapi langsung di tahan oleh Jonas.


"Dia istri ku, minggu depan aku akan menikahinya secara resmi. Dan kalian berdua, kalian aku beri tugas untuk menyiapkan semuanya!" titah Jonas pada Joni dan Farah.


"Heh, kenapa kau selalu memutuskan semuanya sendiri?" Wiwi tidak terima, "kenapa kau tidak bicara dulu pada ku hah?"


Jonas merangkul pundak Wiwi, menahannya agar wanita ini tidak menjauh.


"Seorang istri harus wajib menurut dengan suaminya. Jadi, ku harap kau diam saja!"


Wiwi yang ingin menonjok perut Jonas langsung di tahan oleh Jonas sendiri.


"Kalau ingin marah-marah, sebaiknya di atas ranjang saja. Ayo....!"


"Kakak mu kenapa?" Farah bertanya dengan wajah datar.


"Aku juga tidak tahu. Sejak kapan dia menjadi mesum seperti itu?"


"Apa kita perlu mengintip mereka?"


Joni menarik tangan Farah, "tidak usah. Sebaiknya kita pulang, kita kan punya ranjang sendiri...!"


Di kamar, Wiwi terus mengomel tidak jelas membuat telinga Jonas merasa gatal. Pria ini langsung membungkam mulut istrinya dengan satu ciuman panas.


Wiwi tidak menolak, bisa-bisanya ia membalas ciuman dari Jonas. Wiwi terus mengumpati dirinya di dalam hati.


Pagi itu, ciuman panas nyatanya berakhir dengan bercinta. Sepasang suami istri yang tidak jelas ini saling menggeliat manja di atas ranjang. Mendesah resah saling menikmati permainan.


Untuk sejenak keduanya lupa pada permasalahan tadi malam. Jonas yang mulai pandai bercinta berkat belajar dari Wiwi akhirnya bisa memuaskan istrinya.


Lelah sudah pasti, Wiwi tertidur begitu pulasnya setelah di gempur pagi ini. Jonas menarik selimut, menutupi sedikit bagian tubuh istrinya yang terbuka.


"Aku tahu masa lalu mu dan aku tidak pernah mempermasalahkannya. Menurut ku, semua itu bukan kesalahan mu. Kau hanya butuh sebuah keluarga yang hangat," gumam Jonas sambil mengusap wajah istrinya.


Membiarkan sang istri tidur, apa lagi semalaman Wiwi tidak tidur begitu juga dengan Jonas tapi lelaki ini harus menyelesaikan sedikit pekerjaannya hari ini.

__ADS_1


Valdi, pria ini berusaha mencari celah agar bisa menemui Mawar. Pria ini mencoba mencari tahu tentang kegiatan Mawar sehari-sehari dengan cara mencari sosial medianya.


Valdi tidak tahu saja jika Mawar tidak memiliki sosial media kalau pun ada sudah pasti di pegang oleh Wira.


Ketemu, Valdi menemukan satu akun Instagram atas nama Bunga Mawar.


"Apaan, kenapa semua fotonya bersama Wira dan anaknya?"


Valdi kesal melihat foto-foto tersebut.


"Apa lagi ini, foto tes kehamilan?"


Valdi kemudian membaca caption di bawah foto yang membuat hatinya panas.


"Hamil anak kedua? ah, tidak mungkin!"


Valdi terus berseluncur di akun tersebut, berharap bisa menemukan foto Mawar seorang diri. Tidak ada, nyatanya hanya foto Mawar dan Wira serta Al saja yang ada.


Valdi mencoba mengirim pesan pribadi, berharap jika Mawar sudi membalasnya.


Di rumah, Wira yang sedikit sibuk dengan beberapa berkasnya di kejutkan dengan satu notifikasi. Pria ini langsung membukanya.


"Bajingan, lelaki mana yang berani meminta nomor ponsel istri ku?"


Wira geram, sejenak ia berpikir.


"Em, ada baiknya aku mengerjai manusia seperti ini. Aku ingin tahu, siapa dia?"


Wira kemudian membalas pesan tersebut, sedikit berbasa basi berlaga seperti perempuan. Valdi yang senang karena pesannya di balas sudah tidak bisa berpikir panjang, pria ini masuk kedalam jebakan Wira.


Dengan sengaja Wira memberikan nomor pribadinya, mengganti semua foto dan nama di aplikasi whatsappnya.


"Awas saja kau, akan ku buat kau seperti sambal teri...!"


Wira benar-benar kesal.


"Sudah lama aku tidak mengerjai orang, mungkin ini saatnya!" ucap Wira lalu tertawa lucu.


Dari Instagram keduanya berbalas pesan di Whatsapp. Valdi tidak tahu jika yang membalas pesannya adalah Wira begitu juga sebaliknya.


Geram, sumpah serapah Wira terus keluar dari mulutnya ketika pria yang di kerjainya ini terus memuji istrinya. Pekerjaan yang menumpuk akhirnya terbengkalai, Wira lebih senang mengerjai Valdi.


"Aku harus meminta fotonya!" batin Wira yang penasaran.


Kembali mengetik lalu mengirim pesan. Beberapa saat menunggu akhirnya ada notifikasi yang masuk lagi.


Wira terkejut, semua nama binatang di absennya ketika mengetahui pria yang memuji istrinya dari tadi adalah Valdi.

__ADS_1


__ADS_2