Nafsu Sang Duda

Nafsu Sang Duda
Chapter 52


__ADS_3

"Eh, perut Mawar udah besar aja. Makan apa?" canda Tia yang sudah lama tidak bertemu dengan Mawar.


"Ganas banget ya kan si Wira. Kita aja yang nikah udah tiga tahun belum punya anak, eh dia yang duda karatan terus nikah langsung punya anak," timpal Bayu.


"Itu artinya bibit ku subur. Kau sih, loyo....!!" cibir Wira.


"Mas,....!!" Mawar mencubit lengan suaminya.


"Udah Mawar, biasa aja. Bercandaan seperti ini udah biasa buat kami," kata Tia yang tak mau Mawar salah paham.


"Hehe, iya mbak!!"


"Tia, seharusnya kau membuat ramuan untuk suami mu ini," ujar Wira langsung membuat Bayu penasaran.


"Ehem, ramuan apa?" tanya Tia yang lebih penasaran.


"Telur ayam kampung, di campur madu dan susu xxxx...! di jamin ampuh!" jawab Wira yang sama sekali tidak malu memberitahu.


Perkumpulan manusia jenis apa ini, Mawar pikir hanya suaminya yang otaknya mesum. Ternyata dua orang yang ada di depannya ini tak kalah mesumnya.


Makan siang yang menyenangkan, penuh dengan canda tawa meskipun Mawar masih merasa sungkan pada Bayu dan Tia.


"Sayang, kau kenapa?" tanya Wira yang melihat istrinya gelisah.


"Kaki ku keram dan nyeri mas," jawab Mawar.


Sebagai suami yang siaga dan mencintai Mawar apa adanya, pria ini langsung mengangkat kaki sang istri dan meletakkannya di atas paha Wira. Tanpa malu, Wira memijat kaki Mawar di depan umum.


"Kamu hamil, ngidam apa aja Mawar?" tanya Tia penasaran, "pernah morning sickness gak?"


"Pernah sih, cuma beberapa kali aja. Mas Wira juga mengalami, tapi cuma beberapa kali aja."


"Ngidam sate sama gerobaknya. Nanti, kalau kau hamil minta yang lebih susah dari Mawar ya...!" sahut Wira membuat Bayu kesal.


"Kau ini, jangan mengajari istri ku yang bukan-bukan!"


"Itu kan hal wajar. Ya udah, aku dan Mawar pamit pulang dulu. Jangan lupa malam ini malam jum'at, bikin ramuan biar lebih heboh!"


Mawar hanya bisa menghela nafas ketika mendengar ucapan suaminya. Mau bagaimana lagi, Wira memang seperti itu adanya.


Bayu dan Tia juga pulang, namun sebelum pulang pasangan suami istri ini membeli bahan ramuan yang di ajarkan Wira tadi.


"Sayang, apa kau percaya dengan si Wira itu?" tanya Tia seperti tidak yakin.


"Ah, percaya. Buktinya Mawar hamil...!!"

__ADS_1


Ya sudah, Tia menurut saja. Siapa tahu dirinya bisa ketularan hamil sama seperti Mawar.


Setibanya di rumah, Bayu yang di bantu istrinya langsung mengolah ramuan tersebut lalu meminumnya setelah dingin.


Tidak sabar untuk menunggu malam, padahal jam baru saja menunjukkan pukul tujuh malam tapi Bayu sudah habis dua gelas kecil ramuan.


"Sayang, kok minum lagi...?"


"Biar lebih meresap, siapa tahu ramuan ini mujarab. Aku puas kamu nikmat!" ujar Bayu langsung di sentil istrinya, "sana, ganti pakaian mu dengan pakaian dinas kita...!"


Bergegas Tia mengambil pakaian dinasnya dan langsung menggantinya. Baru saja wanita ini keluar dari kamar mandi dan langsung menjerit ketika melihat tubuh suaminya yang sudah polos.


"Sayang, kok udah berdiri?"


"Gak tahu nih. Lihat foto kamu aja tiba-tiba langsung tegang," jawab Bayu lalu menarik istrinya dan langsung mencumbunya liar.


Nafas lelaki ini ngos-ngosan, terus memagut bibir milik istrinya.


Krek,.....


"Sayang, kok di robek?"


"Nanti beli lagi, aku sudah tidak tahan lagi...!" ujar Bayu lalu menggendong Tia ke atas tempat tidur.


Bayu kembali mencium bibir istrinya, mencumbu menyesap dan meremas dua bukit kenyal milik istrinya. Tia melenguh, terdengar manja di telinga suaminya. Tanda merah di atas dada sudah tercap di sana, tanpa aba-aba Bayu langsung menancapkan singkong lokalnya di lubang milik istrinya.


Plak,....plok,....plak....plok,.....


"Sayang, aku ini kenapa?" tanya Tia yang merasa tubuhnya menegang.


"Ada apa?"


"Ada yang sesuatu yang ingin keluar....!!"


Bayu tidak peduli, terus melanjutkan gerakannya apa lagi tangan Tia tiba-tiba saja mengarahkan kepala suaminya menuju put*ngnya. Bayu mengisap di sana, membuat tubuh Tia semakin kaku di tambah lagi wanita ini mengeluarkan suara erangan penuh kenikmatan.


Bayu sangat terkejut ketika mendapati istri bisa bersenggama, tiga tahun menikah ini adalah kali pertama dirinya bisa memuaskan sang istri.


Huft,....


Perlahan namun pasti, tubuh Tia melemas. Wanita ini seperti mendapatkan sebuah kepuasan yang membuat hatinya ingin lagi dan lagi.


"Ini sangat nikmat, sayang aku mau lagi....!!" bisik Tia yang sudah kecanduan.


"Ok,baiklah. Mari kita melakukannya lagi....!"

__ADS_1


Kembali bermain, Bayu mulai paham jika titik kelemahan seorang perempuan jika sedang main kuda-kudaan ada di bukit kenyalnya.


Aaaah,......


"Sayang, kau membuat melayang!" ucap Tia dengan manjanya ketika Bayu kembali mengisap dan menjilat put*ng istrinya.


Sambil menggoyang di bawah sana, Bayu terus mengisap. Gerakan semakin cepat itu artinya Bayu akan keluar.


"Sebentar lagi ku akan keluar,...!" bisik Bayu di telinga istrinya.


"Aku juga,...!!''


Bak...buk,...bak,...buk,...


Plak,...plok,....plak,...plok,....


Nyaring sekali bunyinya, Bayu terus menambah kecepatan gerakannya.


Aaaah....aaaaah.....


Aaaah.....aaaaah.....


Pasangan suami istri ini berada di puncaknya, untuk yang pertama kalinya Bayu dan Tia melakukan senggama bersama. Pendingin ruangan tak mampu mengusir hawa panas dalam tubuh keduanya, keringat mereka saling menyatu. Untuk pertama kalinya juga cairan kental mereka saling menyatu penuh cinta.


"Aku puas,....!!" ucap Bayu.


"Aku mau lagi,....!!" sahut Tia benar-benar kecanduan.


"Kalau begitu, gas lagi....!!" seru Bayu.


Sepasang suami istri yang sudah lama menikah ini merasa seperti pengantin baru. Berkat ramuan abal-abal yang di berikan Wira malam ini Tia benar-benar merasa di atas awan. Selama ini jika melakukan hubungan suami istri hanya suaminya yang bisa keluar, mungkin saja Bayu kurang hot dalam bermain.


Malam telah berganti pagi, selesai sarapan Bayu dan Tia yang nampak segar dan bahagia langsung pergi untuk membeli hadiah dan langsung pergi ke rumah Wira.


Wira merasa heran dengan kedatangan suami istri ini. Biasanya mereka hanya sibuk bekerja tanpa sempat mampir.


Mawar menerima hadiah dari Tia dengan perasaan bingung karena dirinya merasa tidak ulang tahun.


"Hadiah ini untuk kalian berdua. Terimakasih!" ucap Bayu membuat Wira dan Mawar saling pandang kebingungan.


"Hadiah? terimakasih? apa gak salah Bay,?" tanya Wira semakin bingung.


"Tidak, mungkin hadiah ini tidak seberapa. Tapi, ini semua tanda terimakasih dari aku dan Tia...!"


"Maaf mbak, maksudnya gimana sih?" tanya Mawar yang tidak mengerti.

__ADS_1


"Kalian berdua ini kesambet setan apa sih?" tanya Wira, "tiba-tiba datang ke rumah ku, senyam senyum seperti orang tidak waras!"


__ADS_2