
Pergi ke mall, bermain di wahana permainan anak. Tapi bukannya Al yang bermain malah sang papah, bocah kecil ini hanya duduk manis dalam pangkuan sang mamah.
"Mas, aku lapar!"
Wira berhenti sebentar lalu menoleh ke arah istrinya.
"Dua menit lagi ya sayang...!"
Huft,....
Mawar hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya.
"Mas, sudah dua menit!"
"Dua menit lagi ya sayang....!" Wira kembali fokus dengan permainannya.
"Mas, sebenarnya yang bayi ini Al atau kamu sih?"
Mawar mulai kesal.
"Hanya mewakili Al untuk bermain. Apa salahnya sih?"
Wira berhenti bermain lalu menghampiri istri dan anaknya.
"Sayang papah, cepat jalan dong. Biar bisa cari cewek!" Wira menggoda anaknya.
Mawar yang mendengar ucapan suaminya langsung mencubit lengan Wira.
"Suka sekali mengajari anaknya seperti itu. Heran,....!"
"Udah ah, jangan marah-marah. Ayo cari makan!" ujar Wira lalu mengambil alih menggendong anaknya.
Sambil menggendong anaknya, dengan gagahnya Wira juga menggandeng sang istri. Sungguh terlihat seperti pasangan yang serasi.
"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Wira yang selalu mengikut dengan selera istrinya.
"Apa aja lah mas, aku sudah lapar."
Tiba-tiba saja,
Buuk.....
"Awwwww.....!"
"Aduh, maaf mbak. Gak sengaja!" ucap seorang pria yang tidak sengaja menabrak Mawar.
Pria tersebut refleks ingin membantu Mawar berdiri.
"Jangan sentuh istri ku!" seru Wira dengan tatapan tajam. Pria ini langsung membantu istrinya berdiri.
"Maaf mas, aku benar-benar gak sengaja!" sekali lagi pria tersebut meminta maaf.
"Udah, aku gak apa-apa kok!" kata Mawar lalu mereka pergi.
Pria tersebut masih menatap Mawar lalu tersenyum tipis.
__ADS_1
"Cantiknya istri orang!" ucap pria tersebut masih memandangi Mawar.
Wira menoleh ke belakang, pria ini langsung menghentikan langkahnya.
"Bajingan itu melihat apa?"
"Siapa mas?" tanya Mawar yang juga menghentikan langkahnya.
"Yang menabrak mu tadi, minta hajar memang!" ucap Wira dengan geramnya.
"Udah ah, gak usah di pedulikan. Ayo cepat, aku sudah lapar!" Mawar menarik tangan suaminya,bahaya jika suaminya main hajar orang yang tidak di kenal.
Makan bakso di mall, pada akhirnya Mawar memilih makan bakso. Wira terus menatap istrinya dengan pandangan dingin, membuat Mawar merasa terganggu dengan tatapan suaminya.
"Mas, kenapa sih kok lihatnya seperti itu?" tanya Mawar heran.
"Apa suami mu ini masih tampan?" Wira bertanya balik.
"Kamu ini sebenarnya kenapa sih?"
"Jawab aja, apa suami mu ini masih tampan dan terlihat muda?"
"Iya, memangnya kenapa?"
"Ya gak kenapa-kenapa, secara kamu lebih muda dari mas. Mas takut aja jika kamu berpindah ke lain hati."
Mawar menghentikan makannya, wanita ini menatap suaminya balik.
"Aku tidak akan pernah berpaling dari mu mas. Kamu adalah laki-laki pertama yang mengubah semua hidup ku menjadi lebih baik. Apa sih, kok tiba-tiba ngomong seperti itu?"
"Awas saja kamu macam-macam!" ancam Wira.
Selesai makan mereka langsung pulang. Di rumah Wira kembali bersikap aneh, pria ini tiba-tiba saja mengomel tidak jelas.
"Mawar, suami kamu kenepa sih?" tanya Asti yang ikutan bingung.
"Gak tahu mah. Ngomel sama laki-laki yang nabrak Mawar di mall tadi. Tapi kan orang itu sudah minta maaf," jawab Mawar menjelaskan.
"Udah, diam aja. Kalau di ladeni makin panjang urusannya nanti...!"
Tidak memperdulikan Wira, Asti dan Mawar asyik bermain dengan Al yang sudah pandai mengoceh.
Dua hari berlalu, hari ini Wira dan Mawar ada acara pesta pernikahan dari salah satu rekan bisnis Wira. Tentu saja mereka datang, hanya Wira dan Mawar karena Asti tidak mengizinkan cucunya di bawa malam-malam.
Pesta yang sangat meriah, Mawar hanya duduk santai menikmati minuman dan musik yang sedang berlangsung.
"Loh, ini mbaknya yang kemarin di mall itu kan?"
Tiba-tiba saja Mawar di hampir seorang pria.
"Maaf, siapa ya?" Mawar sedikit lupa karena memang dirinya tidak terlalu memperhatikan pria yang menabraknya dua hari yang lalu.
"Itu mbak, aku yang gak sengaja nabrak mbak sewaktu di mall itu."
"Oh, ada apa ya mas?" tanya Mawar terlihat biasa saja.
__ADS_1
Pria tersebut celingukan, "emm,...mbaknya sendiri ya. Boleh aku temani gak?"
Deg,....
Mawar langsung risih, matanya mulai sibuk mencari suaminya yang katanya tadi izin ke toilet.
"Maaf mas, aku gak sendirian. Aku datang bersama suami ku!"
"Kalau datang sama suami, mana suaminya? kok gak ada, mbak bohong ya...!"
Mawar semakin risih.
"Maaf mas, gak usah ganggu aku!" pinta Mawar namun tidak di pedulikan pria tersebut.
Pria tersebut malah mengulurkan tangannya mengajak Mawar berkenalan.
"Kenalan yuk mbak, nama ku Valdi. Nama mbaknya siapa? kok cantik banget gitu, manis gak bosenin...!"
"Nama saya Wira dan saya suaminya!" ucap Wira yang tiba-tiba muncul membalas uluran tangan Valdi.
Dengan keras Wira meremas tangan Valdi hingga membuat pria tersebut kesakitan.
"Jangan coba-coba merayu apa lagi menyentuh istri ku. Akan ku patahkan batang leher mu!" ucap Wira penuh penekanan.
"Aduh mas, lepas. Sakit mas,....!" Valdi berusaha menarik tanganya namun Wira semakin erat meremasnya.
"Aku gak kenal dia mas. Aku merasa terganggu!" Mawar mengadu pada suaminya.
"Jika kau tidak ingin malu, sebaiknya pergi dan jangan tampakan lagi wajah buruk rupa mu ini di hadapan aku dan istri ku!"
Gap.....
Wira sedikit mendorong Valdi agar menjauh dari Mawar. Hati Mawar takut ketika melihat wajah dingin suaminya. Sejak kenal Wira dan menikah, baru sekarang Mawar melihat aura kemarahan dari Wira.
"Kita pulang!" ajak Wira dengan nada datarnya. Tanpa sengaja Wira menarik tangan Mawar dengan sedikit kasar.
Sepanjang perjalanan pulang, Wira hanya diam saja membuat Mawar serba salah.
"Mas, aku benar-benar tidak tahu jika pria itu akan menghampiri ku!"
Mawar mencoba menjelaskan.
"Aku tahu!" sahut Wira singkat.
"Mas jangan marah sama aku dong. Aku benar-benar tidak tahu!"
"Mas gak marah sama kamu!" seru Wira.
"Tapi kenapa mas dingin seperti ini?" tanya Mawar sangat takut jika suaminya marah.
"Karena mas gak suka aja kalau ada laki-laki lain yang berusaha mendekati kamu. Najis....!"
"Aku juga gak mau di dekati. Aku udah punya suami dan anak, gak mungkin aku berbuat macam-macam sedangkan mas Wira adalah suami yang paling sempurna untuk ku."
"Mas percaya sama kamu. Mas hanya cemburu saja. Buat jaminan agar mas gak cemburu!"
__ADS_1
"Jaminan seperti apa yang mas maksud?" tanya Mawar bingung.
"Puaskan mas malam ini...!"