Nafsu Sang Duda

Nafsu Sang Duda
Chapter 93


__ADS_3

"Mau kemana kamu?" tanya Jonas yang sikapnya masih ketus pada Wiwi tapi hampir setiap malam memangsa istrinya.


"Suka-suka aku lah kemana, dari pada di rumah bosan!'' sahut Wiwi tak kalah ketusnya.


"Pakaian mu kenapa sangat tergoda? laki-laki mana yang ingin kau pikat hah?"


"Yang mana aja yang penting mau mengakui ku. Bukan seperti lelaki di depan ku ini, sok jual mahal tapi setiap malam suka main enjotan!" singgung Wiwi membuat mata Jonas melebar tidak terima.


"Kau menyinggung ku kah?"


"Aku tidak menyinggung siapa pun. Kalau kau merasa ya terserah!"


Dengan santainya Wiwi berlalu pergi, Jonas yang tidak suka melihat cara berpakaian Wiwi yang cukup terbuka langsung menyeret wanita itu masuk kedalam kamar.


"Jonas, kau mau apa hah?" Wiwi mencoba berontak.


"Kau tidak boleh pergi tanpa seizin ku. Ingat, kau istri ku!"


"Aku bosan di rumah!" seru Wiwi benar-benar kesal pada Jonas, "setiap hari kau pergi bekerja, malam kau hanya menikmati tubuh ku kemudian tidur begitu saja. Apa ini modus mu hah, kau menikahi ku agar kau bisa menikmati tubuh ku secara gratis?"


Plak,....


Tanpa sadar Jonas menampar wajah Wiwi. Wiwi meringis kesakitan, matanya tajam menatap ke arah Jonas.


"M-maafkan aku, aku tidak bermaksud memukul mu!" ucap Jonas merasa bersalah.


Wiwi tersenyum sinis, sudah biasa dirinya di perlakukan oleh laki-laki seperti ini.


"Setelah memukul wajah ku kau bilang tidak bermaksud. Ternyata semua laki-laki sama saja!" ucap Wiwi kemudian berlalu pergi.


Entah kenapa hatinya begitu sakit, wanita ini berlari meninggalkan rumah mewah Jonas. Jonas hanya mematung untuk beberapa saat kemudian langsung mengejar Wiwi.


Wiwi terus berlari, entah kemana tidak tahu hingga tanpa Wiwi sadari dirinya sudah keluar dari komplek perumahan mewah Jonas. Jonas yang mengejar dari belakang, dirinya tidak menemukan Wiwi.


"Ah, brengsek!" umpat Jonas, "seumur hidup baru sekarang aku memukul perempuan!"


Jonas memerintahkan sopirnya untuk datang menjemputnya. Pria ini kemudian mencari Wiwi di sepanjang jalan. Jonas ingat jika Wiwi belum begitu hafal jalanan di negara ini karena Wiwi juga jarang pergi.


Terus mencari, hingga jam sudah menunjukkan pukul satu malam. Akhirnya Jonas memutuskan untuk pergi ke apartemen Joni.


"Apa mata mu buta hah, kenapa kau datang ke sini jam segini?" Joni yang sangat mengantuk sangat kesal dengan kedatangan kakaknya.


"Di mana Wiwi?" tanya Jonas membuat mata Joni langsung terang.

__ADS_1


"Apa kau mengantuk atau mabuk? kenapa kau mencari istri mu ke sini?"


"Suami ku, manusia bodoh mana yang datang di tengah malam seperti ini?" tanya Farah dengan sempoyongan keluar.


"Bajingan ini mencari teman mu ke sini. Entah apa yang di lakukannya lagi?" adu Joni pada istrinya.


Mata Farah langsung terang, wanita ini marah.


"Kau apa kan lagi teman ku hah? di mana dia?" tanya Farah dengan nada tinggi.


"A-aku, aku tidak sengaja menamparnya tadi. Dia pergi sampai sekarang aku tidak tahu Wiwi di mana!"


Jonas yang polos bicara jujur.


Plak,.....


Farah yang geram langsung memukul wajah kakak iparnya.


"Aku tidak peduli kau bos atau kakak ipar ku. Asal kau tahu, menikah adalah impian Wiwi agar dia bisa membangun keluarga bahagianya sendiri. Tapi, kau malah merusak semua impiannya!" ucap Farah begitu geramnya.


Farah kemudian mengajak suaminya untuk mencari Wiwi. Meskipun mereka tidak ada hubungan saudara tapi Farah sudah menganggap Wiwi sebagai keluarganya.


Jonas hanya mengikut dari belakang, Jonas sadar jika dirinya bersalah. Belum mengenal siapa Wiwi, kehidupan pahit seperti apa yang dia jalani selama ini. Jonas yang kaku pada wanita bingung ingin bersikap seperti apa.


Sementara itu, Wiwi yang sedang duduk di pinggir jalan sepi merasa jika hatinya saat ini sangat sakit. Wiwi merasa jika ini bukan dirinya, seharusnya Wiwi biasa saja ketika Jonas menamparnya tadi karena dulu jika ada laki-laki yang tidak puas dengan pelayanannya langsung menghajar dirinya.


"Aku ini kenapa sebenarnya?" Wiwi bertanya pada dirinya sendiri.


Terus melamun, tanpa sadar ada tiga orang pria menghampiri Wiwi.


"Beautiful, wow...!!" ucap salah seorang pria setengah mabuk.


"Santapan tengah malam!" timpal teman pria lainnya.


"Mau apa kalian hah?" Wiwi mulai takut.


"Cantik, layani kami dong!!" salah seorang dari mereka mencolek wajah Wiwi namun dengan cepat di tepis oleh Wiwi.


Wiwi sadar jika dirinya berada dalam masalah. Wanita ini sudah mengambil ancang-ancang untuk kabur. Berhitung dalam hati, dengan langkah seribu Wiwi berlari.


Ketiga pria tersebut mengejar Wiwi.


"Brengsek!" umpat Wiwi, "gak di mana-mana pasti ada aja bajingan seperti mereka!" ucapnya dengan nafas yang terengah-engah.

__ADS_1


Terus berlari, entah kemana tujuannya. Tapi, Wiwi yang kehabisan tenaga sudah tidak kuat lagi, wanita ini tiba-tiba saja terjatuh.


Hahahaha......


Ketiga pria tersebut menertawakan Wiwi.


"Jangan sok jual mahal. Di beri enak kok nolak. Ayo ikut kami....!"


"Lepaskan aku,...!" Wiwi berontak saat dua dari mereka menyeret Wiwi secara paksa.


Tak begitu jauh dari seberang jalan, Farah menunjuk ke arah Wiwi. Wanita ini langsung keluar untuk menyelamatkan temannya begitu juga dengan Jonas dan Joni.


Lari Farah begitu cepat, dengan sekuat tenaga Farah menendang salah satu dari tiga orang pria yang jahat tersebut.


"Farah,....!" lirih Wiwi.


Perkelahian terjadi antara Joni, Jonas dan ketiga pria tersebut. Sedangkan Wiwi sudah berada di mobil bersama Farah.


"Kau ini suka sekali kabur, sudah lah tidak tahu jalan. Jika kau kenapa-kenapa bagaimana?" Farah khawatir pada temannya ini.


"Aku minta maaf jika aku selalu menyusahkan mu. Aku marah sama Jonas tadi."


"Sudahlah, jangan di bahas. Wajah mu berdarah, apa mereka memukul mu atau bekas pukulan Jonas tadi?" tanya Wiwi yang sudah naik darah.


"Mereka memukul ku tadi, aku tidak kenal dengan mereka!" jawab Wiwi yang masih terlihat kuat.


Tak berapa lama Jonas dan Joni kembali ke mobil. Jonas yang melihat wajah istrinya memar dan berdarah semakin merasa bersalah.


"Jangan sentuh aku!"


Wiwi menepis tangan Jonas ketika pria ini hendak menyentuhnya.


"Maafkan aku," ucap Jonas menyesal.


"Aku tidak butuh maaf mu. Farah, besok aku akan pulang ke Indonesia, tempat ini tidak cocok bagi ku!"


"Jika kau tertangkap mami Ger bagaimana?" tanya Farah semakin khawatir.


"Aku tidak peduli...!" jawab Wiwi yang sudah pasrah dengan kehidupannya.


"Aku benar-benar minta maaf, masalah ini bisa kita bicarakan baik-baik," ujar Jonas berusaha membujuk.


"Aku memang salah, aku yang salah sudah tidur dengan kau. Seharusnya kau cukup membayar ku dengan uang, kita tidak harus menikah malam itu. Aku lebih baik di bayar dari pada harus hidup dengan laki-laki seperti mu. Kau hanya mau tubuh ku, tapi tidak dengan hati ku!"

__ADS_1


Seisi mobil mendadak diam dengan ucapan Wiwi. Baru sekarang Farah melihat Wiwi menangis, Jonas juga hanya diam saja. Lelaki bodoh ini bingung ingin bersikap seperti apa.


__ADS_2