Nafsu Sang Duda

Nafsu Sang Duda
Chapter 81


__ADS_3

Joni tersenyum puas melihat Farah yang terlelap di balik selimutnya. Penolakan yang di berikan Farah nyatanya di nikmati juga.


"Dasar perempuan, di beri enak sedikit langsung luluh. Farah....Farah,...kau belum merasakan goyangan ku kan?"


Joni terkekeh, pria ini meneguk habis minuman kalengnya kemudian pergi mandi.


Begitu juga dengan Mawar, wanita ini bingung ingin mengenakan pakaian apa setelah dirinya selesai mandi. Wira telah merobek pakaian, membuat wanita ini kesal setengah mati.


"Aku gak mau keluar kalau seperti ini. Mas Wira benar-benar keterlaluan hari ini," ucap Mawar marah.


"Berhenti mengomel, mas sudah belikan pakaian baru untuk kamu. Tuh, di sana...!" Wira menunjuk sofa.


"Sejak kapan mas pergi membelinya?"


"Saat kamu tidur tadi."


Huft,....


Mawar membuang nafas kasar, bergegas wanita ini mengenakan pakaian yang baru tersebut.


"Istri mas sudah cantik, senyum dong Mawar ku!" goda Wira.


"Lain kali jangan seperti ini mas. Menyebalkan!"


"Salah siapa menggoda mas hah?"


"Nafsu mu itu di kecilkan sedikit. Heran deh!"


"Sama istri sendiri itu halal. Kamu mau mas sama perempuan lain?"


"Coba saja, akan ku pecahkan telur unta mu itu...!"


"Apa telur mas sebesar itu sayang?"


"Udah ah, ayo pulang. Kasihan Al di rumah!"


Wira tertawa, suka sekali mengerjai istrinya ini. Sepanjang perjalanan pulang, wajah Mawar terus di tekuk.


"Senyum dong Mawar ku!" goda Wira lagi.


"Menyebalkan!"


"Gak senyum mas sumpal sama telur nih. Mau....?"


"Mas,....!"


Geram betul Mawar, ingin sekali menjambak rambut suaminya namun tidak bisa karena Wira sedang menyetir sekarang.

__ADS_1


Setibanya di rumah, Mawar langsung masuk tanpa menghiraukan suaminya.


"Dari mana kalian hah, seharian gak ingat pulang?" Asti marah.


"Maaf mah," ucap Wira, "Mawar tadi ngajak mampir ke hotel. Eh malah ketiduran!"


Mata Mawar melotot lebar, bisa-bisanya Wira memutar balikan fakta.


"Bohong mah!" seru Mawar, "mas Wira yang sudah menculik dan menyekap ku di hotel!"


Asti hanya bisa bergeleng kepala, di banding mengurus Wira dan Mawar, lebih baik dirinya mengurus Al. Setiap hari ada saja keributan yang di buat Wira.


Mawar mengambil anaknya, seharian tidak bertemu membuat rindu. Belum juga puas mencium Al, Wira malah mengambil alih anaknya dari gendongan Mawar.


"Kenapa suami ku begitu menyebalkan Tuhan....!"


Mawar hanya bisa berguling-guling di atas karpet. Jangankan masalah ranjang, masalah anak saja mereka terkadang rebutan. Tak jarang Al menangis hanya karena ulah papahnya, tentu saja itu membuat Asti marah. Hampir setiap hari Asti mengusir Wira dan Mawar yang suka sekali bertengkar. Bukanya apa, Wira sangat senang membuat Mawar menangis dan marah.


"Kamu itu Wir, suka sekali membuat istri mu marah. Untung aja Mawar itu perempuan sabar, kalau gak udah di tendang kamu sebagai suaminya." Asti bergeleng kepala dengan kelakuan anaknya.


"Ya sengaja aja mah. Wira suka mengganggu Mawar."


"Kamu itu, kalau sifat Al menurun dari kamu bagaimana Wira. Aduuh,..mamah gak kebayang kalau cucu kesayangan mamah ini suka mempermainkan perempuan."


"Awas aja kalau berani, akan ku gantung Al di pohon mangga depan!"


Plak.....


"Enak aja kamu mau gantung cucu mamah. Yang ada kamu mamah kutuk!"


Menyebalkan sekali, sejak Al lahir mamahnya ini lebih suka membela Al. Tak jarang pula Asti menyumpahi Wira. Bukan salah Asti, Wira sendiri yang suka cari gara-gara.


Sementara itu, Jonas bingung ingin mengajak Wiwi pergi kemana. Sudah hampir tiga jam mutar-mutar di jalanan hingga membuat Wiwi pusing. Perutnya terasa mual apa pagi sejak siang dirinya belum makan.


Wajah Wiwi mendadak pucat, membuat Jonas panik.


"Heh perempuan, jangan mati di mobil ku!" kata Jonas panik.


"Si bodoh ini, enak sekali mengatai ku ingin mati. Aku kelaparan. Hiks...hiks.....!"


"Kalau lapar ya makan. Turun sana cari makanan!"


"Aku tidak punya uang, lihat sendiri kalau Joni main menyeret ku keluar."


"Kalian bertiga memang suka merepotkan aku. Dasar manusia-manusia gila...!"


Mau tidak mau Jonas mencari restoran terdekat. Dirinya juga baru ingat jika belum makan sejak siang.

__ADS_1


Mereka memesan makanan, tak berapa lama pesanan datang dan Wiwi langsung menghajar semua makanan.


"Astaga, kau ini rakus sekali. Membuat ku malu saja!"


"Aku kelaparan, kau mengajak ku berputar seharian tanpa makan dan minum. Bodoh....!"


"Wah, mulut mu ini memang sambar geledek. Kalau ngomong seenak dengkul mu!"


Tidak peduli dan tidak ingin menanggapi, Wiwi hanya sibuk menghabiskan makanannya.


Selesai makan, mereka bingung lagi ingin kemana. Jonas tidak mungkin mengantar Wiwi kembali ke apartemen apa lagi Joni sudah mengirim pesan menitipkan Wiwi selama dua hari di tambah lagi ancaman yang di keluarkan Joni pada kakaknya ini.


Mau tidak mau Jonas membawa Wiwi ke salah satu apartemen pribadi miliknya.


"ingat, jangan menyentuh barang apa pun di sini. Aku akan keluar sebentar!"


"Terserah kau!"


Jonas memutar bola matanya dengan malas, hanya karena tingkah adiknya semua pekerjaan Jonas terbengkalai hari ini.


Gerah, Wiwi gerah dan ingin mandi. Dengan beraninya wanita ini masuk kedalam kamar dan menggunakan kamar mandi milik Jonas.


"Bodoh amat, yang penting mandi....!" ucap Wiwi lalu melepas semua pakaiannya kemudian pergi mandi sebentar.


Jonas kembali, pria ini bingung tidak mendapati Wiwi di ruang tamu. Telinganya berdiri merah ketika melihat pintu kamar yang terbuka.


"Perempuan ini, harus di beri pelajaran!" ucap Jonas geram. Jonas masuk kedalam kamar, sedangkan Wiwi keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk setengah badan.


Aaaaaa........


Kedua manusia ini berteriak kaget. Handuk yang di kenakan Wiwi melorot hingga membuat tubuh polosnya jelas terlihat oleh Jonas.


Wiwi panik, tiba-tiba saja wanita ini memeluk Jonas. Tubuh Jonas kaku, aliran darah dan nafasnya seketika terhenti ketika Wiwi memeluknya dengan tubuh polos.


Cup,.....


Suka sekali menyambar, Wiwi tiba-tiba saja mencium bibir Jonas. Jonas semakin syok, matanya melebar bingung ingin berbuat apa. Jonas berusaha melepaskan diri, tapi gejolak dalam dirinya menolak.


Hup.....


Jonas membalas ciuman Wiwi, pria ini lalu merangkul pinggang ramping wanita yang sudah memeluknya itu. Jonas terhipnotis dengan aroma sabun yang keluar dari tubuh Wiwi, tiba-tiba saja ada yang menegang di bawah sana.


Untuk pertama kalinya Jonas merasakan gejolak yang tidak bisa dia tolak. Lelaki ini telah hanyut dalam ciuman Wiwi, apa lagi tangan kekarnya tanpa terasa mengusap punggung Wiwi.


Hebat, semakin panas ciuman. Wiwi mendorong tubuh Jonas ke atas tempat tidur, perlahan namun pasti. Jonas pasrah ketika Wiwi melepaskan semua pakaiannya. Jonas seperti laki-laki bodoh, dirinya hanya menurut permainan Wiwi. Entah kenapa ada perasaan dalam dirinya yang meminta lebih.


Jleb,....

__ADS_1


Wiwi yang berada di atas tiba-tiba saja menancapkan rudal asia milik Jonas dalam sumur tanpa batasnya. Sekali lagi, Jonas tidak menolak, apa lagi Wiwi sangat pandai membuat pria ini hanyut dalam kenikmatan. Jonas benar-benar pasrah, pria ini membiarkan Wiwi berada di atas bermain sesuka hatinya. Jonas belum berpengalaman masalah ranjang, dia adalah seorang jomblo suci yang belum pernah merasakan nikmatnya tubuh perempuan. Sikap dan karakter Jonas dan Joni sangat berbeda jauh.


Sebenarnya, dalam hati Wiwi terus mengumpati dirinya sendiri. Sudah kepalang tanggung, Wiwi tidak peduli jika selesai ini Jonas akan menuntut dan menendangnya masuk kedalam penjara. Yang penting di goyang saja dulu, siapa tahu Jonas bisa luluh. Begitu batin Wiwi terus berkomat kamit.


__ADS_2