NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 1 MEMORY BERKASIH


__ADS_3


. Perkenalkan.. Dia adalah neng sabrinaku. Teman sekolahku sejak SD hingga SMA. Tapi sejak lulus dari SMA, kami terpisah. Dia, si cantik neng Bina panggilannya, memutuskan untuk melanjutkan studynya dilingkup pesantren dirumah kakeknya dijawa tengah.


Dia yang memang notabene adalah putri dari seorang kyai besar didaerahku.


Dialah neng Binaku, seorang gadis berparas cantik, bersenyum manis, berakhlak baik, dan yang pasti, dia beda dari yang lain. inilah aku yang sekarang, pantaskah aku bersanding dengannya???



Pantaskah aku bersanding dengan muslimah? Kurasa tidak. Tapi bagiku, dia adalah semangatku. Bolehkah aku terus memimpikannya Tuhan?


Semangat untukmu yang disana, dan aku yang disini juga akan semangat untukmu.


 


@@@


 


Seperti biasa, aku melaksanakan rutinitas kuliahku.


"Arsya. ..!! " panggil sahabatku rion.


"Apa? " jawabku singkat


"Ya elaah broo, tuh dicariin arina dari tadi"


" mau apa? "


"Astaghfirullah.. Lu jadi cwok gk peka amat sih bro, dia suka sama lu"


"Nggk ah, gw gk suka" jwabku acuh.


"Kapan lu mau move on dari sabrina bro, dia sudah menghilang jauh dibawa angin, nah lu disini masih ngarepin dia".


celotehan rion yang hampir tiap hari berputar" ditelingaku. Tapi aku hanya diam, menyibukkan diri dengan handphone ku.


"Sya, lu ganteng, pinter, tajir, bapak lu orang kaya, kenapa gk lu lamar aja sih tuh sabrina kalo emang lu sayang ma dia. Keburu diembat orang tau rasa lu nanti".


"Nggak, gk berani. Mana mungkin dia mau sama gw."


"Ya elaah, bro."


"Sabrina itu gk seperti yang lu bayangin,rion"


Ketusku yg kemudian meninggalkannya ke kelas.


 


@@@


Tiada hari tanpa mengingatmu. Yah, aku mungkin masih belum punya keberanian untuk meminangmu, tapi dengan berjalannya waktu semoga tuhan menuliskan takdir indahNYA untuk kita berdua.


Setiap hari aku lewat depan rumahmu. Berharap bahwa kau sudah pulang dari pesantren. Meski hari-hari berlalu dengan kekecewaan karena tak kudapati dirimu pulang, tak apa.. Q akan tetap menjaga hatiku untukmu. Meski aku tahu, semasa sekolah dulu kau tak pernah sekalipun bertegur sapa denganku. Hanya senyum manismu yang kau ukir dimasa-masa sekolah.


 


Mungkin kisahku memang seperti difilm\-\-film atau dibuku cerita, menunggu pujaan hatinya yang tak kunjung datang. Tapi memang benar adanya, aku sedang menunggumu Bina, selalu menunggu dan akan terus menunggu.


 


@@@


 


 

__ADS_1


 


DI TERAS RUMAH


 


Tampak papaku yang sedang bersantai menikmati libur akhir pekannya.


 


"Eh, Sya.. Kemarilah" panggil papa


" kenapa, pa? "


" Berapa usiamu sekarang? "


"23" jawabku singkat karena aku tak suka bicara panjang lebar.


" Sudahkah kau punya pacar? Bawa kesini dong sekali-kali. Biar kau tunjukkan pada papa mamamu ini"


Ku Terdiam sejenak. Kemudian angkat bicara.


"Arsya gk punya pacar, pa. Dan arsya gk mau pacaran" tegasku pada papa yang sontak membuatnya terkejut.


"Apa kau bilang, kenapa kau tak mau pacaran. Bukankah kau masih mudah, nak.


Apa kau mau langsung nikah saja nantinya? "


Kalimat itu seolah membuat papaku gemes padaku.


"Iya, pa"


Jawaban singkatku, lagi-lagi membuat papa kaget terperanjat.


" kenapa anakku, apa kau sedang menunggu seseorang? Hmm?? "


"Doakan anakmu ini, pah.. Agar segera bertemu dengannya". Ucapku pada papa yang kemudian kutinggalkan beliau dengan wajah yang tampak bingung dengan perkataanku.


 


@@@


Senja semakin menguning. Siluet pun sudah tak sabar ingin segera beranjak pulang ke peradun. Deburan pantai yang begitu berisik. Benar\-benar mengusik kesunyianku.


 


"Sudah hampir 3 tahun aku menunggu kedatanganmu, neng. Tapi kau tak kunjung datang". Gumamku ditengah kesendirianku.


"Assalamualaikum".


Suara itu membuatku terperanjat kaget. Tak sabar ku balikkan badan mengahadap sumber suara itu.


"Neng bina".


Mataku benar-benar terbelalak melihatnya. Degup jantungku seolah berdetak 1000 kali lipat dari biasanya.


"Benarkah itu kau, neng bina? " tanyaku memastikan. Takut-takut itu hanya mimpi.


Dihadapanku, dia hanya menjawab pertanyaanku dengan anggukan lembut dan senyum yang masih tetap indah sebagaimana dulu.


Masih tetap berhadapan, dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


"Kau menugguku, kak? " tanyanya lembut.


"Iya, aku selalu menunggumu neng. Tapi sekarang kau telah kembali".


Senyum seolah tak hilang dari bibirku.

__ADS_1


Ya Allah, inilah pujaan hatiku.


Kini ia telah kembali.


"Tapi maaf, kak.. Q mohon jangan menungguku lagi. Karena aku tak mengaharapkan itu darimu".


Ucapannya membuat hatiku seketika seolah tersayat pedang tajam.


"Apa maksudmu, neng. Kenapa kamu bilang gitu? " tanyaku keheranan.


" Jalani hidupmu dengan baik, kak. Jangan sampai hari-harimu gk berarti hanya dengan menanti dan memikirkanku. Aku mohon padamu kak! ".


Kulihat butir air mata halus menetes dari mata cantiknya.


"Kenapa, neng..? Apa aku tak pantas mendapatkanmu".


Pertanyaanku seolah tak ia hiraukan. Hingga akhirnya ia berlari dan pergi meninggalkanku seorang diri.


"Neng Binaaaa....!!! "


 


Astaghfirullahal 'adziim.. Ternyata mimpi. Ya Allah, kenapa kau hadirkan dia dalam mimpiku seperti ini. apa artinya mimpi ini ya Allah?


 


KEESOKAN HARINYA....


 


Hatiku benar-benar tak bersahabat hari ini.


 


 


Hadirmu dalam mimpiku, telah mengusik ketenanganku neng. Kau benar\-benar membuatku semakin keluh dan tak berdaya.


 


Kau semangatku, tapi kenapa kau hadir membuat keyakinanku goyah akan cintaku padamu. Meski hanya mimpi, tapi mimpi itu cukup membuatku sesak memikirkan setiap kalimat dan kata yang kau ucapkan dalam mimpiku.


"Aaaaarrggghhhhhhh..... "


Mungkin aku sudah benar-benar gila.


Gila padamu.


Yah benar, tak terasa sudah hampir 3 tahun kita berpisah neng. Tak pernah kudengar sedikitpun kabar tentangmu. Karena aku memang tidak berani bertanya pada orang tuamu. Bahkan, aku pun tak pantas untuk menghadap orang tuamu.


Neng bina...


kapan kau kembali?


Kapan kau akan mengukir senyum lagi?


Kapan kau akan membuatku tenang dengan melihatmu?


Kembalilah...


Aku disini akan terus menunggumu..


Hingga takdir tuhan benar-benar indah untuk kita berdua.


 


@@@

__ADS_1


 


__ADS_2