NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 43. SATU FAKTA TENTANGNYA


__ADS_3

Betapa bahagianya Gus Ali mengetahui bahwa istrinya tengah hamil buah hati mereka.


"jangan-jangan sakit perut tadi malam dan pingsan tadi adalah disebabkan oleh ini?"


tanya Gus Ali penuh selidik sembari menunjukkan kedua testpack yang ada di tangannya.


"ia, Gus.. sebenarnya aku sudah coba testpack tadi malam waktu kamu tidur. tapi aku gk yakin kalo aku benar-benar hamil. makanya aku memutuskan untuk testpack lagi bangun tidur. tapi aku lupa.."


pengakuan penuh senyum dari istrinya itu membuat Gus Ali semakin gemas melihatnya.


"ini juga yang membuat kamu menolak setiap kali mau di periksa atau mau di panggilkan dokter?"


tanya Gus Ali sekali lagi.


"iya, Gus.. karena aku masih kurang yakin karena kita hanya melakukannya semalam saja"


kalimat itu membuat pipi mulusnya bersemu merah karena malu.


"Itu artinya aku top cer dek bina sayang"


bisik lelaki itu di telinga bina membuatnya ia geli dan semakin malu.


setelah membantu istrinya duduk kembali di kasur, lelaki itu bergegas hendak keluar.


"Mau kemana, Gus?"


tanya Sabrina menghentikan langkah suaminya.


"Mau memberi tahu kabar bahagia ini pada yang lain"


kata lelaki itu dengan masih membawa dua testpack di tangannya.


Dengan penuh syukur dan bahagia lelaki itu berjalan cepat menuruni anak tangga. kebetulan diruang keluarga tampak berkumpul semua.


"Ummi' Abi.. bang Alwi dan neng bina"


panggil Gus Ali penuh senyum.


"Ada apa, nak.. bagaimana keadaan istrimu?"


tanya ummi' yang sangat khawatir.


"Dek bina baik-baik saja ummi' dan dia memberikan kita hadiah"


kata Gus Ali sembari menunjukkan dua testpack positif yang ada di tangannya.


suasana menjadi haru. tampak ummi' yang sudah meneteskan air mata bahagianya. semua berucap syukur dan hamdalah atas takdir Allah yang indah.


"Waah.. top cer ya dek..!"


kata Gus Alwi menggoda adik iparnya.


sontak semuanya tertawa.


mendengar berita itu, ummi' dan neng Zahwa hendak bertemu dengan Sabrina di kamarnya. tapi Abi melarang mereka agar Sabrina bisa istirahat dulu. mereka mengerti dengan ucapan Abi.


"waah.. Husein akan punya temen main niih"


kata ummi' pada putra neng Zahwa yang bernama Husein.


semua tersenyum senang dan bahagia.

__ADS_1


@@@


Beberapa bulan kemudian usia kandungan Sabrina sudah memasuki bulan ke 7. perutnya semakin buncit membuat Gus Ali semakin tidak sabar ingin segera menggendong bayinya.


sejak istrinya hamil, Gus Ali memiliki rutinitas baru. ia akan tidur di paha istrinya sambil mencium dan mengelus-elus perut buncit itu.


membuat Sabrina geli tapi senang.


tak henti suaminya melantunkan sholawat dan ayat suci Al-Quran di perut Sabrina.


terasa nyaman dan tenang bagi Sabrina. sekaligus bahagia di beri suami yang Sholeh oleh Allah.


"Gus.."


panggil Sabrina tiba-tiba.


"nanti siang aku mau ikut ummi' dan neng Zahwa belanja ya.. sekalian aku mau beli susu hamil karena stok nya tinggal dikit"


"Ya Allah.. maaf aku lupa membelikan mu susu lagi,sayang.."


"iya gpp, Gus.. aku tau akhir-akhir ini kamu dan bang Alwi sedang sibuk mengurus renovasi pesantren"


"Terimakasih atas pengertiannya,sayang.. sekali lagi maafkn aku ya, dek.. iya gpp kalau kamu mau ikut ummi' dan neng Zahwa nanti. tapi yakin kamu gpp... aku khawatir dengan anak kita dek"


"Insyaallah gpp, Gus.. lagi pula aku suntuk di rumah terus. ingin menghirup udara luar"


jawab Sabrina serius.


"Baiklah.. tapi kamu harus hati-hati ya, dek.. tapi maaf aku gak bisa menemanimu belanja karena aku dan di ajak Abi menghadiri undangan di komplek sebelah. sementara bang Alwi yang handle renov di pesantren"


penjelasan suaminya yang penuh penyesalan karena tidak bisa menemani istrinya.


@@@


Langit begitu cerah hari itu. ketiga wanita berhijab itu sudah sampai di mall.


setelah hampir satu jam di dalam, akhirnya mereka sudah selesai belanja dan sekarang menuju parkiran mobil.


ketika supir bersiap menyetir mobilnya, tiba-tiba neng Zahwa izin ke toilet karena Husein putranya sedang pup. ummi' ikut menemani neng Zahwa khawatir kerepotan. sedangkan aku memilih menunggu di dalam mobil bersama supir keluargaku.


tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang berdiri menggendong seorang anak kecil.


Sabrina memutuskan keluar dan menghampirinya.


"Assalamualaikum.."


ucapnya lembut.


"Waalaikum salam, neng Sabrina ya.."


kata wanita berambut panjang sembari menggendong anaknya.


"iya.. darimana kamu tahu kalau namaku Sabrina?"


kata Sabrina keheranan.


"Mas Arsya sudah menceritakan semua tentang kamu, neng"


kata wanita itu penuh senyum.


Mendengar kalimat itu membuat Sabrina ingat bahwa dia adalah istri Arsya yang dia lihat di parkiran rumah sakit waktu itu.

__ADS_1



melihat wanita bercadar itu terdiam, tiba-tiba..


"Perkenalkan saya Ayu, neng.. adik sepupu mas Arsya dari kampung. ini anak saya Caca. karena sebangkara di kampung, mas Arsya mengajak aku dan nenek tinggal dirumahnya. suamiku pergi ninggalin aku dengan selingkuhannya, neng.. tapi Alhamdulillah sekarang aku sudah menikah lagi. dan itu suamiku"


kata Ayu sembari menunjuk seorang laki-laki yang tampak membeli buah di seberang jalan.


sengaja menjelaskan begitu detail pada Sabrina karena dia tahu bahwa selama ini ia salah paham atas apa yang di lihatnya saat itu.


"Maaf aku tidak bermaksud membuatmu mengingat masa lalu itu"


ucap Sabrina kemudian penuh penyesalan.


satu fakta terungkap bahwa dia bukan istri Arsya.


kenyataan itu membuat hati Sabrina merasa lega. tembok cintanya kembali goyah oleh fakta itu.


"Sudah berapa bulan, neng?"


tanya Ayu kemudian


"Alhamdulillah sudah 7 bulan "


jawab wanita itu dengan santai.


"Semoga lahirannya lancar ya , neng. tapi sayangnya mas Arsya tidak akan bisa melihat bayimu yang lucu nantinya"


kalimat itu penuh tanda tanya di pikiran Sabrina.


"Maksud kamu?"


kata Sabrina penasaran apa maksud ucapan wanita itu.


"Sejak mas Arsya melihatmu melewati kami di parkiran rumah sakit Waktu itu, sejak saat itulah ia memutuskan untuk pergi jauh meninggalkan Indonesia. tapi kamu jangan khawatir, neng. dia pasti baik-baik saja kok"


Ayu dengan mudahnya mengatakan hal-hal itu. bukannya sok tau, tapi Ayu sudah tau semua tentang mereka dari kakak sepupunya itu.


Lamunan Sabrina di buyarkan oleh panggilan neng Zahwa .


"Dek bina.. ayo pulang"


kata neng Zahwa di belakang sana.


"iya, neng.."


"Ayu, terimakasih atas pertemuannya hari ini. semoga kamu bahagia dengan kehidupan baru mu ya.. salam sama Tante "


kata Sabrina sambil mengelus rambut bayinya.


"Aku pulang dulu. Assalamualaikum"


"Waalaikum salam, neng"


kedua wanita itu berpisah disana. Ayu terus melihat mobil yang di tumpangi wanita hamil itu sampai jauh.


"Pantas saja mas Arsya tergila-gila padamu, neng.. wajah cantik dan sikap sopan mu lah yang membuat saudaraku terpesona dan tersiksa hingga saat ini"


gumamnya lirih.


@@@

__ADS_1


__ADS_2