NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 52. CINTA YANG BARU


__ADS_3

satu bulan lebih Arsya tidak bertemu dengan sabrina. kesibukannya membuat ia lupa pada wanita itu. sebenarnya bukan lupa, tapi sengaja melupakan karena Arsya ingin melanjutkan hidup bersama indira calon istrinya.


"Assalamualaikum,Dira.. nanti aku jemput kamu di rumah ya.. ok assalamualaikum"


Arsya mengakhiri telponnya dengan indira. sesuai perintah mama Arsya,


lelaki itu ingin mengajak Indira fitting baju pengantin di butik mamanya.


pernikahan mereka akan di gelar bulan depan. di tengah kesibukan Arsya, ia menyempatkan diri untuk mengurus persiapan pernikahannya.


Tepat setelah jam kerja Arsya selesai, ia langsung menuju ke rumah Indira. menjemputnya dan mengajaknya ke butik.


sesampainya di rumah Indira..


"Assalamualaikum.."


"Waalaikum salam.. kak Arsya"


ternyata Indira yang membuka pintu.


"Sudah siap?"


"sudah kak.. gk mau masuk dulu?"


"Gk usah.. kita langsung berangkat saja ya.."


kata Arsya


"oh gitu. sebentar aku ambil tas dulu ya kak"


"Iya.. aku tunggu di mobil ya"


kata Arsya.


beberapa detik kemudian Indira sudah menutup pintu rumah dan langsung masuk mobil Arsya.


"mama papa kemana,Dira.. kok sepi?"


tanya Arsya sambil menyetir mobilnya.


"Papa lagi kerja kak. kalau mama baru saja keluar buat ngambil undangan di percetakan"


"oh gitu.."


"iya,kak.. Kak Arsya apa kabar?"


"Alhamdulillah baik.. kamu?"


"Alhamdulillah aku juga baik kak. bagaimana dinas kakak di luar kota kemarin?"


"Alhamdulillah lancar,dir... sehingga aku bisa menyelesaikannya dengan cepat"


"Bagus kalau gitu, kak"


begitulah mereka terus mengobrol di dalam mobil hingga akhirnya sampai di butik mama Arsya.


"Ada yang bisa saya bantu mas,Arsya?"


tanya salah satu pegawai mama Arsya.


"Ini calon istri saya mbk.. kita mau fitting baju pengantin sesuai design mama. tapi biarkan Indira dulu mbk. aku tunggu di sini "


kata Arsya menjelaskan pada pegawai mamanya.


"Dira.. ikut dia dulu. aku tunggu disini"


kata Arsya yang sudah duduk di sofa yang berada di ruangan itu.


beberapa menit kemudian mbak Mila asisten mama Arsya menghampirinya.


"Maaf permisi mas Arsya.."


"ada apa mbak?"


"jadi begini mas.. ini design dan Rancangan mama mas Arsya. sudah kami siapkan segala macam detailnya tapi masalahnya, mbak Indira ya minta bagian pinggang dan perut untuk di tambah aksesoris rumbai mas.

__ADS_1


ini tidak sesuai dengan design dari nyonya.


bagaimana mas?"


"Memangnya apa alasan Indira meminta begitu?"


kata Arsya penuh selidik.


"Alasannya mbak Indira malu untuk memamerkan bentuk tubuhnya mas"


kata mbak Mila menjelaskan.


"Oh.. turuti saja apa maunya. urusan mama biar nanti aku yang menjelaskan sendiri"


kata Arsya mencoba memahami kemauan calon istrinya.


"Baik mas"


tak lama kemudian Indira sudah keluar dari ruang fitting.


"Maaf nunggu lama, kak"


kata Indira.


"Gpp.. gimana, udah selesai fittingnya?"


tanya Arsya pada Indira.


"Sudah, kak.. "


"Baguslah.. aku lapar, kita makan dulu ya"


ajak arsya yang sudah memegang tangan calon istrinya.


"Loh.. kak Arsya gk fitting juga?"


tanya Indira heran


"Gampang kalau aku..mbak Mila, fitting ku seperti biasanya ya.. mama sudah tau kok"


kata Arsya sambil pamit pergi.


sesampainya di restoran milik papa Arsya..


keduanya kini sudah duduk berhadapan sembari menikmati pesanan mereka.


"Lahap sekali makannya?"


goda Arsya yang gemas melihat calon istrinya makan dengan lahap.


"maaf kak.. aku tadi aku gk sarapan"


kata Indira malu mengakuinya.


pengakuan itu membuat Arsya tersenyum gemas.


"iya tidak apa-apa.. mau nambah mungkin?"


tawar Arsya.


"hmmm.."


wanita itu tersenyum malu untuk berkata iya.


tapi Arsya memahaminya karena dia belum sarapan tadi.


"Maaf kak.."


kata Indira sekali lagi.


"Gpp.. aku seneng kok lihatnya. biar semakin gembul pipi kamu itu"


kata Arsya sambil tertawa menggoda calon istrinya.


setelah Arsya memesan satu lagi makanan untuk Indira, wanita itu kembali memakannya dengan lahap.

__ADS_1


Arsya yang sudah menghabiskan makanannya kini tengah mengamati calon istrinya makan. sesekali Arsya tersenyum memandangi wajah cantik wanita itu.


entah sejak kapan iya memiliki rasa pada wanita itu.


yang jelas.. selama satu bulan kemarin di Sulawesi ketika menjalankan tugas, Arsya sangat merindukan wanita yang kini berada di hadapannya.


"Ya Allah.. jika dia adalah makhluk yang kau kirimkan untuk masa depanku, izinkan aku menamakan rasa cinta di hati ini"


doa Arsya dalam hatinya.


"aku sudah kenyang kak"


kata Indira yang masih meminum orange jus di hadapannya.


"Maaf kak.. mungkin kak Arsya menganggap ku sebagai orang kelaparan. tapi aku benar-benar lapar kak"


kata Indira kemudian.


"Gpp.. biar kamu tambah gemuk"


bisik Arsya yang kemudian berdiri untuk membayar.


keduanya kini sudah dalam perjalanan pulang. mengantarkan indira ke rumahnya.


sesampainya di depan rumah Indira..


Arsya membukakan pintu mobil untuk calon istrinya.


"Dir.. "


panggil Arsya sembari memegang kedua tangan Indira.


"Terimakasih sudah hadir dalam hidupku"


kata Arsya yang seketika membuat wanita cantik itu tersenyum.


"Pernikahan kita sebentar lagi.. aku harap kamu siap hidup denganku"


kata Arsya sembari menatap lekat wajah cantik di hadapannya.


"Jika Arsya bersedia menerimaku dalam hidupmu.. maka aku juga siap kak"


kata Indira dengan senyum manisnya.


senyum itu membuat Arsya sontak menarik Indira dalam pelukannya.


hening..


keduanya terdiam dalam pelukan.


merasakan degup jantung masing-masing yang berdetak kencang.


rasanya hangat..


karena ini adalah pertama kalinya Arsya merasakan pelukan penuh cinta.


"Besok jalan lagi ya.. "


kata Arsya yang sudah melepas pelukannya.


"iya kak.."


jawab Indira lembut.


"masuklah.. aku pulang dulu. salam sama mama dan papa"


"iya nanti aku sampaikan kak"


"Selamat malam.."


kata Arsya


"Selamat malam,kak"


balas indira

__ADS_1


kini Arsya sudah pulang meninggalkan wanita cantik itu. perasaan bahagia dan jatuh cinta menyelimuti hati Arsya.


@@@


__ADS_2