NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 23 NASI TELAH MENJADI BUBUR


__ADS_3

 


Sore itu didepan masjid,tiba-tiba Sabrina pingsan. semua keluarga tampak panik dan segera melarikannya ke rumah sakit.


 


ketika dirumah sakit...


setelah ditangani dokter.


Sabrina mulai sadar.


"bagaimana keadaan kamu nak?"


tanya umik neng bina yang sangat cemas dengan keadaan putrinya.


"bina gak apa-apa kok mik."


ucap gadis itu dengan bibir pucatnya.


"bener kamu gpp nak?"


neng bina hanya mengangguk pelan dan memaksakan senyumnya.


sementara Abinya hanya diam.dan sesekali tersenyum kearahnya.


"Mik, ikut Abi sebentar"


kata Abinya tiba-tiba.


"ada apa,bi?"


"ada yang mau Abi bicarakan dengan umik.


Zahwa,Abi titip bina sebentar ya."


"baik,bi".


Diruang tunggu rumah sakit. umik dan Abinya duduk sambil berbincang.


"ada apa sih,Bi?"


tanya umik Sabrina penasaran.


"Bagaimana ini,mik.. Abi tidak tega melihatnya."

__ADS_1


"maksud Abi apa,umik tidak mengerti bi."


"tadi,ketika dimasjid, ketika Abi masih berdzikir. Abi pikir tinggal Abi sendiri dimasjid itu,mik. ternyata ada satu pemuda yang sangat khusyu' dengan dzikirnya. ditengah-tengah dzikir kami,tiba-tiba pemudah itu setengah berteriak menyebut nama "NENG BINA" gitu mik. Abi langsung kaget dan menoleh kebelakang."


"terus,bi"


"setelah Abi menoleh kebelakang,ternyata pemuda itu Arsya,putra pak Saiful rekan bisnis Abi. yang tak lain,dia adalah pemuda yang pernah meminang putri bungsu kita."


"Ya Allah.. Sholeh sekali dia,bi"


"sejak itu tadi Abi berpikir bahwa pemuda itu masih belum bisa melupakan anak kita,mik.


ketika Abi mau keluar dari masjid,tiba-tiba Abi melihat pemuda itu dan Sabrina anak kita sedang berhadapan,saling diam dan saling menundukkan pandangan. Abi yakin kalau putri kita menyukai pemuda itu."


"Ya Allah.. jadi seperti itu ceritanya. pantesan bi,umik heran kok tiba-tiba bina pingsan."


"waktu putri kita pingsan pun,Abi melihat pemuda itu terdiam seolah takut menghampiri putri kita. tanpa sengaja Abi melihat pemuda itu menyeka air matanya ketika melihat putri kita pingsan."


"MasyaAllah.. sampai segitunya,bi. lalu bagaimana sekarang bi. kita sudah terlanjur menerima lamaran putra kyai Habibi. "


"Wallahu a'lam mik.. biar Allah saja yang menentukan mana yang terbaik untuk anak kita."


obrolan umik dan Abi Sabrina berakhir sampai disitu.


keduanya berjanji tidak akan memberitahukan cerita itu pada anak-anaknya.


 


@@@


Sesampainya dirumah..


Sabrina sudah beristirahat dikamarnya.


"Sya, kenapa serumit ini kisah cinta kita."


gumam gadis itu sembari meneteskan air mata.


Dua hari kemudian...


Sabrina sudah tampak sehat kembali. ia beraktifitas seperti biasanya.


pagi itu Sabrina sedang bermain dengan keponakannya yang tak lain adalah anak neng zahwa dan kakaknya.


tiba-tiba terdengar suara mobil datang dari depan rumah. tak lama kemudian, Bu Azizah pembantu rumah tangga memanggilku.

__ADS_1


" Neng Sabrina dipanggil kyai."


" iya, Bu.. trimakasih"


aku meminta neng zahwa menemaniku kedepan,karena aku takut Abi membicarakan perihal perjodohanku.


Sesampainya diruang tamu,kulihat ibunyai dan kyaiku pemilik pesantren dijawatimur,tempat dimana akau ditugaskan disana sewaktu masih nyantri.


Dengan hormat dan heran,aku segera bersalaman dengan beliau.


eh baru sadar ternyata Gus Ali putranya juga ikut.


"Nah,ustadzah Sabrina juga sudah ada disini,jadi langsung saja saya akan mengatakan perihal tujuan kedatangan kami jauh-jauh dari jawatimir kesini, begini pak kyai..


saya bermaksud ingin menegaskan perihal lamaran anak saya. dan saya datang kemari ingin bermusyawarah perihal tanggal pernikahan Ali anak saya dan ustadzah Sabrina putri panjenengan."


mendengar penuturan kyaiku,seketika aku merasa lemas. ternyata Gus Ali yang telah melamar ku.


hatiku menangis ya Allah..


kenapa bukan Arsya yang engkau jadikan calon imamku.


setelah beberapa menit musyawarah keluarga,akhirnya ditentukan juga tanggal pernikahanku.. bualn depan.



Setelah kyai dan bunyaiku pulang,aku segera lari kekamar. kuhemapskan tubuhku diatas kasur. aku menangis. menangis sejadi\-jadinya...


Tampak umik dan neng zahwa menyusul langkahku.


"Bina sayang,ada apa nak"


tanya umik lembut sembari mengelus rambutku.


"mik,kenapa Abi dan umik gak bilang sama bina,kalo Gus Ali yang melamar bina,mik. bina gak suka sama dia. dia itu orangnya tempramen mik. dia pemarah."


pengakuanku sontak membuat umik dan neng zahwa kaget.


"benarkah,umik tidak tau nak. maafkan umik. umik dan Abi merasa tidak enak hati jika menolak pinangan kyai kamu."


kata umik.


Aku hanya diam enggan berkata\-kata.


nasi telah menjadi bubur. semuanya sudah terlanjur. aku hanya bisa pasrah dengan keadaan.

__ADS_1


@@@


__ADS_2