NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 35. FACE TO FACE


__ADS_3

setelah hampir setengah jam dokter akhirnya keluar dan....


DEGGG...


sontak keduanya terdiam dan bertatapan. dari sorot mata keduanya tampak binar kerinduan yang amat dalam. hening...


seolah hanya ada mereka berdua disana.


hingga akhirnya seorang perawat asisten Arsya berkata dan membubarkan kebisuan mereka.


"maaf mbk... bias urus administrasinya dulu setelah itu kami pindahkan pasien ke ruang inap"


kata suster itu yang membuat Sabrina memalingkan wajahnya dari Arsya.


"tapi suster, saya sedang tidak membawa uang karena terburu-buru, dompet saya ada dirumah"


kata Sabrina panik.


"sebentar saya minta supir untuk kirimkan uang secepatnya"


ucap wanita itu kemudian.


sementara Arsya mencoba mengontrol degup jantungnya.



Arsya masih menatap wanita bercadar itu berjalan menuju administrasi di temani oleh perawat di sampingnya.



Arsya...


dr.Arsya tepatnya sekarang.


dia tetap menatap gadis itu lekat. hatinya kacau. tetap cantik walau lumayan sembab setelah menangis karena khawatir pada kakak iparnya.


'benar.. aku tidak bisa menghapusmu dari hati dan pikiranku,neng'


batin Arsya


@@@


Sabrina yang sudah mengurus administrasinya, ia bertanya dimana ruangan dokter Arsya. karena kebisuan dan keheningan suasana tadi membuat Sabrina lupa untuk menanyakan keadaan neng Zahwa dan bayinya.


begitu juga dengan Arsya yang tidak bisa berkata apa-apa ketika melihat gadis pujaan hatinya. Arsya terpesona dan rindu padanya.

__ADS_1


kini Sabrina berdiri tepat di depan pintu ruang kerja Arsya, yang sekarang menjadi dr. tampan.


wanita bercadar itu tidak kuat menahan kerinduan dan perasaannya pada laki-laki yang ada di dalam itu. tapi ia harus berani demi mengetahui kondisi kakak ipar dan bayinya.



dari kaca kecil berbentuk persegi panjang yang ada di pintu itu, Sabrina sedang menatap lekat wajah seseorang yang diharapkannya.


' Kamu makin tampan dan keren,sya.. satu hal yang bikin aku tambah suka dari kamu. ternyata rasa itu masih ada untukku. aku bisa melihat itu dari tatapan matamu tadi'


batin Sabrina yang kemudian memberanikan diri mengetuk Pintu itu.


tok..tok..tok..


"Masuk..!"


kata seseorang di dalam ruangan itu.


"Assalamualaikum.."


sontak Arsya yang sedang mengotak Atik hp nya menjadi kaget dengan kedatangan si cantik itu.


"Waalaikum salam.. silahkan duduk"


jawab Arsya mencoba mencairkan suasana dan sebisa mungkin mencoba bersikap biasa layaknya dokter kepada keluarga pasiennya.


tanya dokter tampan itu sembari menatap gadis itu yang tengah menundukkan pandangannya.


"bagaimana keadaan neng Zahwa dan bayinya,sya?


kata wanita cantik itu dengan suara agak bergetar mungkin karena canggung atau apalah perasaan yang ada di hatinya.


"iya,neng.. tadi itu hampir saja neng Zahwa kehilangan bayinya. tapi untungnya kamu tepat waktu membawanya kesini. dan lagi.. bayi yang ada di perut neng Zahwa termasuk kuat sehingga dia bisa bertahan."


"astaghfirullah.. "


ucap wanita itu kembali panik.


Arsya mencoba memahami perasaannya saat ini.


"tapi kamu jangan khawatir.. insyaallah mereka sudah baik-baik saja sekarang. neng Zahwa tadi terlalu banyak makan buah nanas yang ada di dapur katanya. sehingga sangat membahayakan keselamatan si bayi yang ada di perutnya."


Arsya kembali menjelaskan.


melihat wanita cantik itu hanya diam dan sibuk dengan pikirannya, Arsya kembali menjelaskan bahwa untuk sementara neng Zahwa menginap disini dulu dan besok baru pulang.

__ADS_1


Sabrina mendengarkan semua penjelasan Arsya. setelah selesai Sabrina memutuskan untuk segera pergi dari ruangan itu.


karena berlama-lama disana dengan melihatnya akan membuat hatinya semakin sakit dan hancur.


"Terimakasih.. aku permisi dulu"


pamit Sabrina yang kemudian bergegas berdiri menuju pintu.


"Neng..."


panggilan itu membuat Sabrina mengurungkan diri untuk menarik gagang pintu itu. tanpa membalas panggilan itu, Sabrina berdiri mematung membelakangi dokter tampan itu.


"... kapan kamu juga akan menyusul neng Zahwa. memilik bayi lucu dengan suamimu?"


lanjut Arsya meneruskan kalimatnya.


tanpa menoleh dan berbalik badan, Sabrina menjawab pertanyaan itu dengan tegas..


"Aku masih suci ,sya"


jawab wanita itu yang kemudian pergi begitu saja meninggalkan Arsya yang sudah berdiri kaget mendengar jawaban wanita bercadar itu.


seketika Arsya berfikir dan mencoba menerka-nerka berdasarkan jawaban dari Sabrina barusan.


'masih suci..?? itu artinya, mereka belum..'


Aaaaaaargh..


perasaan Arsya kacau tapi ada sedikit kebahagiaan dihatinya karena mendengar kalimat singkat itu.


'apakah neng bina masih menungguku?


apa neng bina tidak mau memberikan kesuciannya pada orang lain?


aaah . tidak mungkin.


sudah satu tahun lebih mereka menikah.


tidak mungkin mereka tidak melakukan hal itu'


Arsya seperti orang gila yang tampak berbicara sendiri. dai tengah bergulat dengan hati dan pikirannya.


"Astaghfirullah.. ampuni hamba yang mencintai makhluk cantikmu yang sudah bersuami itu ya Allah"


doa dokter tampan itu sembari membenamkan wajah di kedua tangannya.

__ADS_1


@@@


__ADS_2