NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 8 TUNGGULAH SAMPAI TIBA WAKTUNYA


__ADS_3

 


Pagi itu sungguh indah. Mentari tersenyum lebar kepadaku. Seakan tahu bagaimana perasaanku saat ini.


 ' Tunggu aku neng bina, setelah kau menyelesaikan studymu dipesantren, aku pasti akan datang meminangmu '.


Hatiku benar-benar mantap dengan rencanaku. Tapi sekarang, aku akan fokus menjalani kuliahku dulu. Dan aku pun tak akan mengganggu belajarmu selama kau dipesantren nan jauh disana.


 


@@@


Kujalani hariku dengan bahagia meski tanpa hadirmu. Cukup mengingat tujuanku untuk meminangmu saja, aku sudah tenang.


Cukup mengingat bahwa kau milikku saja, aku sudah bahagia.


Jaga dirimu yang jauh disana, neng sabrinaku.


  Beberapa hari setelah kembalinya neng bina kepesantren, mama dan papa tak hentinya mendesakku untuk segera melamarnya. Tapi aku tidak setuju karena dia belum lulus, akupun masih kuliah.


 


Malam itu kebetulan papa pulang lebih awal. Jadi papa mengajakkku dan mama untuk makan malam diluar.


  Sesampainya direstoran Bintang yang tak lain adalah restoran milik papa, kami dilayani dengan hangat oleh karyawan papa. Aku sendiri jarang keresto ini kalau tidak dengan keluarga. Lebih bebas ditempat lain dengan rion atau teman-temanku yang lain.


  Setelah kami selesai menikmati makan malam, kami tidak terburu-terburu untuk pulang. Bersantai sambil mengobrol dulu.


 


"Jadi bagaimana, kapan papa akan melamar gadis itu untuk kamu?. "


Tanya papa membuka pembahasan tentang neng bina.


"Jangan dulu, pa... Biarkan dia menyelesaikan studynya dulu dipesantren. Lagian arsya kan masih kuliah, pa. Tunggu dia lulus, baru papa meminangnya untukku. "


Ucapku mantap tanpa ragu sedikitpun.


Sementara mama yang menyimak obrolan kami dengan tenang, sedang tersenyum manis sedari tadi.


"Kenapa, ma.. Kok senyum-senyum dari tadi. " tanyaku penasaran.


"Nggak, gk sabar aja mama punya menantu secantik dia nantinya. "


Ungkap mama akhirnya.


"Sabar dong, maa... Anak kita saja bisa sabar menunggunya, masak kita tidak?. "


Ucapan si papa membuatku malu dan seketika semuanya tertawa bersama.


Inilah keluargaku. Hanya ada aku, papa dan mama. Karena aku anak tunggal dikeluarga ini. Tapi kami bahagia. Semoga kebahagiaan ini akan seperti ini selamanya.


  Merasa sudah cukup lama kami disini, akhirnya kami memutuskan untuk pulang.


 


"Pak Sam, masalah tagihan jangan lupa nanti ambilkan diATM saya. "


Perintah papa mengingatkan pada pak samsul, kepala cheff disini. Yang sudah sangat setia pada papa selama kurang lebih 18 tahun sejak berdirinya resto ini.


Papa memang selalu begitu. Beliau selalu membayar walau tempat inibsudah milik neliau sendiri. Karena kata papa, agar pemasukannya teratur dan agar bisa menggaji karyawan dengan teratur dan tepat. Salut sama papa.


 


Ketika hendak membuka pintu keluar, ternyata aku bertemu dengan Hana dan dua temannya.


 


"Han.. " sapaku yang membuatnya sedikit kaget.


"Oh,hey sya... Disini juga?. Selamat malam om, tante. "


Sapanya pada kami.


"Selamat malam... " jawab mama dan papa bersamaan.


"Iya, han.. Kami baru selesai makan malam disini. " jawabku.


"Oh, iya.. " jawabnya singkat.


"Kalian teman anak saya?. " tanya papa kemudian.


"Iya, om.. " jawab mereka bersamaan.

__ADS_1


Tiba-tiba papa memanggil pak sam dan berkata..


"Pak, sam.. Layani mereka dengan baik ya. Masalah tagihan.. Jadikan satu dengan yang tadi. "


"Baik, pak. " jawab pak sam sigap.


Percakapan papa dan pak sam membuat hana dan teman-temannya bingung.


"Maksudnya, om?. "


Tanya hana memastikan.


"Iya, silahkan makan sepuasnya. Selamat menikmati ya. "


Ucap papa yang membuat 3 gadis itu tersipu malu.


"Tidak usah, om.. Kami akan bayar. "


Jawab hana yang kelihatannya sungkan pada papa.


"Tidak apa-apa, makan saja sepuasnya.. Tidak perlu sungkan. "


Kata mama meyakinkan mereka.


"Terimakasih, om tante. Terimakasih, sya. "


"Iya sama-sama. "


Setelah itu kami berpamitan untuk pulang.


 


@@@


 


Keesokan harinya...


Dikampus...


 


Siang itu aku sedang menunggu kelas mulai. Aku dan rion sedang nongkrong ditangga depan. Tiba-tiba dari kejauhan kulihat seorang arina yang berjalan bergandengan tangan dengan seorang cowok. Keduanya berjalan menuju ke arahku dan rion.


 


"Sya, sorry ya.. Gw udah punya cwok sekarang. So,.. Jangan ngarepin gw lagi."


ucapnya membuatku dan rion tertawa geli mendengarnya.


"Eh, rin... Asal loe tahu aja ya, arsya tuh gk pernah cinta sama lo. Lu nya aja yang ngejar-ngejar dia. "


Celetuk rion blak-blakan didepannya.


Sementara aku masih mengatur nafasku untuk dapat berbicara tenang setelah tertawa tak henti rasanya.


"Oke, congrats ya atas jadiannya. "


Ucapku kemudian.


"Thanks. " jawab gadis itu yang semakin bergelayut manja ditangan cowok itu.


"Sorry ya, bro.. Gw ambil arina dari lo. "


Ucap cowok itu yang ku tahu dia bernama arman anak jurusan arsitek.


"Its oke, bro... No problem. Semoga langgeng dan bahagia. " ucapku tulus dari hati.


Hingga akhirnya mereka pamit mau pacaran dulu katanya.


"Kuliyah wooy... Jangan pacaran muluuu... "


Teriak rion pada keduanya.


Sementara aku masih tersenyum geli pada keduanya.


"Itu si arman kan?. "


Tanya rion memastikan.


"Iya, dia anak arsitek. "


Jawabku.

__ADS_1


"Hahahhahhah... Cucok chiiiinnnnn... "


Kata rion menirukan gaya waria dipinggir jalan. Hahah....


"Yaaa... Alhamdulillah kalo gitu, setidaknya gw udah merdeka dari belenggu si nenek sihir itu. " ucapku lega.


"Eh, bro.. Gimana kabar bidadari pujaan lo yang dipesantren itu. "


Tanya rion penuh selidik.


"Gw udah tenang sekarang, bro.. Setidaknya gw udah tau kalau dia punya rasa yang sama sama gw. "


"What???... Darimana lu tahu perasaan dia, emang dia udah ngungkapin cinta ama lu. Lu aja gk pernah nyatain cinta ke dia.. Payah lu. "


Ketus rion.


"Nggak sih. Tapi menurut gw.. Cinta itu gk perlu diungkapin, bro. Cukup kita datengi dia. Temuai orang tuanya dan melamarnya. "


Ucapku sambil tersenyum menerawang ketaman kampus yang penuh bunga.


"Cieeeeeeeeeeeee...... Gwaya lu broo..


Segitunya amat berkata-kata. Hhahahha. "


Rion tak henti menertawakanku


"Itu artinya lu mw meminang dia. "


Tanya rion sekali lagi.


"Pasti dong, bro.. Tapi tunggu waktu yang tepat. Nunggu dia lulus dan gw juga lulus dari sini setelah itu punya kerja buat ngidupin dia dan anak-anak kita nantinya. ".


Ucapku sekali lagi dengan hati yang mantap.


"Ya Allaaaah gustiiiiiiiiiiiiiiii.... Lu mimpi disiang bolong ya bro.. Banguun wooy.. ".


Rion tak henti tertawa mengejek dan menertawaiku.


Biarin aja, biarkan dia berkreasi dengan tawa dan fantasinya.


"Sorry, bro.. Bukan maksud gw nertawain lu. Tapi gw salut aja sama sahabat gw yang hebat. Teguh pendirian dan punya cita-cita kuat dalam menggapai masa depan cinta.


Asssooooyyyyy brooo..... "


Celotehnya membuat bel berbunyi. Tanda kelas mata kuliah sudah dimulai.


Didalam kelas...


Kelas dimulai. Kali ini pak priyono yang menjelaskan materi didepan sana. Aku selalu menyimak dengan seksama setiap materi yang disampaikan oleh para dosenku.


Tapi kulihat rion yang duduk didepanku tampak berjuang mati-matian melawan rasa kantuknya.


Biarlah... Biarkan dia berkreasi dalam mimpinya. Hehe..


Tak lama kemudian...


"Permisi, pak.. Maaf saya telat. "


Ucap seorang gadis yang baru datang dengan nafas terengah-engahnya.


"HANA SAFIRA....... "


Pak pri, begitulah kami memanggil beliau yang seketika berteriak menyebutkan nama hana.


"Sudah jam berapa ini? Kelas sudah berlangsung selama 24 menit... Kamu baru datang. " omelan pak pri membuat hana ketakutan. Yah, karena beliau terkenal sebagai dosen killer disini.


"Maaf, pak. ". Permohonan maaf hana.


" Bukan maaf yang saya inginkan dari setiap mahasiswa disini. Melainkan kedisiplinan, tanggung jawab dan on time, datang tepat waktu... Kamu mengerti???. "


" iya, mengerti pak.. ". Jawab hana merasa bersalah.


"Kalian juga mengerti???. "


Pak pri juga bertanya pada kami.


"Mengerti, pak... "


Serentak kami menjawab pertanyaan beliau.


Kelas kembali berlangsung dengan khidmad. Pak priyono pun melanjutkan materi sebelumnya.


__ADS_1


@@@


__ADS_2