NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 76. DUA HAL YANG SANGAT DI BENCI ALLAH


__ADS_3

Gus Alwi masih memaksa Sabrina untuk membukakan pintu untuknya.


tok..tok..tok..


"Dek.. buka pintunya dek"


pinta Gus Alwi yang semakin khawatir pada adiknya.


tak lama kemudian abdi ndalem datang memberikan kunci serep kamar Sabrina.


dengan cepat laki-laki itu membuka pintu dan..


betapa kagetnya lelaki itu saat melihat apa yang ada di hadapannya.


"Dek bina..."


ucapnya dengan kaget.


Alwi berjalan masuk ke kamar itu. hatinya sedih melihat adiknya duduk meringkuk di depan kasur sambil memeluk kedua kakinya.


menenggelamkan wajahnya ke dalam tumpuan kaki itu.


Gus Alwi juga merasa sedih melihat bayi kecil keponakannya tidur pulas di atas kasur.


"Dek...ada apa?"


tanya Gus Alwi yang sudah tidak tahan menahan kesedihannya.


tapi Sabrina masih enggan untuk mengangkat kepalanya.


"Dek.. "


panggilan itu akhirnya membuat Sabrina perlahan mendongakkan kepalanya menghadap Alwi.


Alwi yang kaget melihat penampilan adiknya yang sangat kacau. rambut acak-acakan tanpa hijab. mata yang sangat sembab hingga seolah tak mampu lagi untuk terbuka. lingkaran hitam yang memenuhi bagian kantung matanya. membuat Alwi seketika memeluk adiknya.


sedetik kemudian, Alwi merasakan getaran dari tubuh yang di peluknya itu. suara tangis kembali terdengar dari mulut Sabrina.


"Apa yang terjadi sebenarnya dek? "

__ADS_1


tanya Alwi sekali lagi dengan masih memeluk tubuh bergetar itu.


"U.. ummi' masih marah sama bina, bang?"


dengan suara getir, wanita itu mengucapkan sesuatu pada abangnya.


"Sudah jangan pikirkan ummi', biar Abi yang menenangkan ummi' "


ucapan Alwi membuat Sabrina menarik pelukannya.


"kalian tidak marah padaku setelah apa yang aku perbuat?"


kata Sabrina dengan suara getirnya.


"memangnya apa yang sudah kau perbuat sehingga ummi' seperti itu,dek?"


tanya Alwi lembut.


"aku sudah melampaui batas,bang. aku sudah menyalah gunakan kepercayaan keluarga ini dan aku sudah melanggar syariat Islam"


kata Sabrina menundukkan kepalanya.


tanya Alwi sembari merapikan rambut adiknya yang berantakan.


"jauh sebelum Gus Ali datang kerumah ini, hatiku sudah menjadi milik Arsya sejak lama bang"


pengakuan Sabrina membuat lelaki itu kaget bukan main.


"..kita saling mencintai,bang. dia sudah berjanji akan menikahi ku, tapi terlambat oleh Gus Ali yang lebih dulu melamar bina. sejak saat itu bina dan arsya tersiksa dengan perasaan ini bang.."


seketika Sabrina kembali menghadirkan air mata.


'jadi.. ini semua ada hubungannya dengan dokter Arsya itu'


batin Alwi seketika.


Seberapa keras usaha bina untuk melupakan Arsya, semakin Allah memperkuat cinta kita. begitu sebaliknya, seberapa besar bina berusaha menerima Gus Ali sepenuhnya, hati ini semakin sedih dan sakit"


Alwi memberikan waktu untuk adiknya menjelaskan semuanya. agar semua beban pikirannya berkurang.

__ADS_1


"di satu sisi bina sangat kecewa pada Gus Ali yang hanya melihat anaknya dalam hitungan menit saja. setelah itu meninggalkan kami tanpa memberi kabar sama sekali. di saat itulah, Allah mengirim Arsya untuk menggantikan Gus Ali sebagai peran seorang ayah bagi anakku. coba bayangkan gimana hati abang saat itu kalau berada di posisiku?


kami berdua hanyut dalam kebahagiaan hingga kami tidak sadar dengan apa yang kami lakukan. bukan Arsya yang memeluk duluan, dia sangat menjaga jarak dariku. tapi akulah yang hanyut dalam keadaan itu bang. aku merasa nyaman bersamanya. hingga aku memeluknya dan ummi' melihat kita. itulah mengapa ummi' sangat marah padaku.."


tanpa di tanya, Sabrina menjelaskan panjang lebar pada abangnya yang sedari tadi menatap dirinya.


"kita memang salah, tapi cinta bina tidak salah. bina sangat mencintai Arsya "


kalimat itu membuat Gus Alwi semakin bungkam dengan pengakuan Sabrina yang sangat jujur itu.


"Bina sudah tidak sangat hina di mata Allah dan di mata keluarga ini. bina tidak tahan lagi dengan semua beban di hati dan pikiran bina selama ini. bina capek bang.. hati bina sudah terluka bertahun-tahun dengan keadaan ini. bina capek.."


ungkap Sabrina yang kembali menangis.


"Lalu mau kamu apa sekarang,dek?"


tanya Gus Alwi kemudian yang melihat adiknya sudah tidak kuasa menahan tangisnya.


"Andai Allah tidak melarang dan membenci dua hal, maka bina akan melakukannya sudah sejak dulu bang"


kata Sabrina kemudian.


"Maksud kamu apa dek?"


tanya Alwi yang tidak faham dengan ucapan adiknya.


"Andai tuhan kita tidak membenci perceraian, maka sudah lama aku minta talak pada Gus Ali..."


pengakuan itu membuat Alwi kaget seketika dan berpikir bahwa selama ini adiknya tidak benar-benar bahagia bersama Ali.


"Dan andai tuhan kita tidak melarang hamba-NYA untuk mengakhiri hidupnya, maka sudah sejak kemarin aku melakukannya"


kata Sabrina sembari menunjukkan sesuatu pada abangnya.


"Astaghfirullah.. istighfar,dek"


kata Gus Alwi kemudian setelah melihat apa yang di tunjuk Sabrina.


tampak sebuah tali menggantung di pojok kamarnya. sontak laki-laki itu berjalan menuju tali yang menggantung dan tanpa membuang waktu, Alwi langsung menarik dan melepaskan tali itu.

__ADS_1


@@@


__ADS_2