
Setelah hampir 8 jam penerbangan, akhirnya pesawat landing di MAF Airport yang ada di kabupaten Nabire, Papua.
setelah mengambil barang bawaan. kini kedua wanita itu telah berada halaman depan airport.
"Duduk dulu bina, tunggu sebentar lagi om ku akan datang menjemput kita"
kata Bella .
tiba-tiba bayi Sabrina menangis karena masih belum terbiasa dengan udara panas Papua.
untungnya bayi itu segera diam ketika Sabrina langsung menyusuinya.
"lama sekali,bel. jarak rumah kamu dari sini masih jauh ya?"
tanya sabrina yang sudah sangat lelah dan tidak sabar ingin segera beristirahat.
"Sekitar 20 menitan lah.. eh itu om ku"
kata Bella sambil menunjuk sebuah mobil pickup.
"lama kali om nih, kitorang sangat lelah om"
ungkap Bella menggerutu.
"Ya sabar lah, ini om sudah sangat ngebut"
kata orang berkulit hitam yang di panggil om itu.
"Mari masuk.. kau teman Bella bukan?"
"Iya, saya Sabrina teman Bella"
"Bina, kau duduk depan saja ya agar bayimu tidak kepanasan, biar aku duduk di belakang"
kata Bella.
"Jangan,bel.. kamu juga duduk depan ya, insyaallah cukup kok. ya om?"
tanya sabrina.
"iya, betul ko orang"
kata laki-laki itu.
Tak berlama-lama lagi, mobil itu melaju dengan kecepatan sedang karena ada anak bayi kata om nya Bella.
di tengah perjalanan..
"Bel, sepertinya dari tadi yang ku lihat hanya tumbuhan salak kanan kiri jalan?"
tanya Sabrina.
"Betul,bina.. Nabire adalah kota penghasil salak terbesar di seantero kabupaten. om ku ini juga petani salak, benar toh om?"
kata sabrina menyenggol pergelangan laki-laki yang sedang menyetir itu.
"Oh benar sekali adek"
__ADS_1
jawabnya singkat.
dua puluh menit kemudian mereka sampai disebuah rumah. Sabrina yang sudah menuruni tangga tampak melihat sekeliling.
"Ini kontrakan,bel?"
tanya Sabrina ketika melihat rumah berjejer di depannya.
"Bukan, ini perumahan Nabire. ya beginilah perumahan disini, sangat kecil dan tidak semewah di Jogja"
kata Bella menjelaskan.
"Hei Bella, om mo pergi dulu lah"
kata laki-laki itu yang sudah berpamitan karena mau pulang.
"Tak mampir dulu kah om?"
tanya Bella.
"No, lelah rasanya tubuh om. iya toh?"
"Ok, terimakasih om"
"oke lah"
jawab beliau singkat.
"Hei nona berkerudung, semoga ko betah tinggal disini hah?"
kata om itu pada sabrina.
laki-laki itu sudah pergi.
"Memangnya dimana rumah om kamu, bel?"
"Tidak terlalu jauh, hanya beda perumahan saja. ayo masuklah ke rumahku. dan kau jangan khawatir, orang-orang Nabire sudah menggunakan bahasa Indonesia di jaman modern ini. bukan lagi bahasa Papua. jadi kau tidak akan kesulitan memahaminya"
kata Bella menjelaskan.
"Oh begitu, baguslah"
kata Sabrina.
"ini namanya perumahan citra buana Nabire. rumahku di sebelah sana"
kata Bella menunjuk rumahnya yang berada di barisan kedua di antara rumah berjajar berwarna biru itu.
Setelah sampai tepat di depan pintu k
rumah Bella.
"Ayo masuklah, anggap saja rumah sendiri"
kata Bella tersenyum lepas sambil membawakan tas besar Sabrina.
__ADS_1
"Terimakasih,Bella"
"Mace..Pace.. Bella pulang"
kata Bella berteriak memanggil kedua orangtuanya.
karena teriakan Bella yang cukup keras, bayi Sabrina menangis kaget.
"Maaf sayang.. kaget ya"
kata sabrina mencoba menenangkan bayinya.
"Maaf Sabrina, aku lupa kalau ada anak bayi disini"
kata Bella menyesal dan tampak bersalah.
"tidak apa-apa bel.. sebentar lagi dia pasti diam kok"
kata sabrina yang masih mengayun-ayun bayinya dalam gendongannya.
mendengar suara tangis bayi, kedua orang tua Bella kaget.
"Bella, siapa yang ko bawa kemari ini?"
tanya papa bella kaget melihat kedatangan putrinya bersama orang asing.
"ini teman Bella waktu SMA, Pace. sekarang dia sedang pergi dari rumah dan tak ada tujuan pulang, jadi Bella ajak dia orang kemari"
kata Bella menjelaskan.
"Selamat siang, om Tante. saya sabrina dan ini anak saya Nasya"
kata sabrina menjelaskan dan memperkenalkan diri pada orang tua Bella.
"Oh baiklah.. silahkan nona tinggal disini. tapi sepertinya nona muslim? benar toh?"
tanya mama Bella.
"iya, saya muslim"
"ooh.. kitorang Nasrani. tapi kitorang tetap sodara setanah air bukan?"
"iya,Tante"
jawab Sabrina yang sudah mulai terbiasa dengan keluarga barunya.
Ketika Bella mau mengajaknya ke kamarnya, Sabrina berkata..
"Bel, maaf sebelumnya jangan tersinggung dengan ucapan ku ya.."
"ada apa Sabrina?"
"Bukannya aku menolak tinggal disini bersamamu, tapi rumah ini lumayan kecil. aku khawatir kehadiran kami dan tangisan bayiku bisa mengganggu ketenangan rumah ini. apa ada rumah yang mau di sewakan atau di jual disekitar sini?"
tanya sabrina kemudian.
"Oh baiklah aku mengerti, tenang bina.. aku tidak tersinggung dengan ucapanmu. aku mengerti kok. sebentar aku tanyakan Pace dulu, dia pasti tau"
__ADS_1
kata Bella yang sudah masuk ke ruang tengah mencari papanya.
@@@