NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 14 PENUH HARU


__ADS_3

 


*Just the way you are*...


 


Nada dering ponselku membangunkanku dari tidur lelapku. Setelah kubuka mata..


Oh sudah jam 07.00 ternyata.


Kulihat sebuah massage dari rion.


Bro, siang ini gue mau kesemarang buat weekend, lo mau ikut nggk??


Dengan malas aku mengabaikan pesan itu. Segera menuju kamar mandi dan setelah itu aku turun untuk sarapan.


Diruang makan...


"Morning all... "


Kusapa semua yang ada disana. Tampak mama dan hana sedang menyiapkan sarapan. Sedangkan papa yang sedang sibuk membaca surat kabar harian pagi ini.


"Makanan sudah siap.. Ayo makan.. "


Seru mama sembari mengambil tempat duduk disebelah papa.


Sarapan berlangsung hingga selesai.


Tapi kami tidak langsung beranjak dari meja makan. Karena seperti biasa sudah menjadi kebiasaan kami makan buah setelah selesai makan sebagai cuci mulut.


Hana yang duduk disampingku mulai membuka obrolan.


"Eeh... Om, tante, arsya... "


Kalimat itu menggantung yang sontak membuat kami menoleh kearahnya.


"Ada apa, sayang? "


Tanya mama


"Begini, tante... Hana memutuskan setelah ini hana mau tinggal sama kakak hana dan membantu mengurus anak-anak kakak. Hana berterimakasih banget sama om,tante terutama buat kamu sya.. Yang udah mau nolong aku dan mengerti keadaanku".


"Loh... Jadi kamu udah mau ninggalin tante?.".


Ucap mama yang tampak sedih.


"Maafin hana, tante.. "


"Hmmm... Iya gpp sayang. Tapi sering-sering main kesini ya. " pinta mama.

__ADS_1


"Insyaallah, tante".


"Kami juga berterimakasih sama kamu nak hana. Karena kehadiran kamu dirumah ini membawa kebahagiaan".


"Hana juga suka kok om sama rumah ini. Keluarga kecil namun kekeluargaannya sungguh luar biasa".


"Kamu sudah beres-beres baju kamu sayang?". Tanya mama


"Sudah tante".


"Biar arsya yang nganterin kamu kesana ya".


"Oooh gk usah tante, kalian sudah terlalu baik sama hana. Biar hana naik taksi aja".


"Udah aku anter aja han, naik mobil papa ya pa? ".


"Iya, kamu boleh bawa mobil papa yang satunya".


Jawab papa.


"Oh ya udah kalo gitu, aku ambil barang-barang aku dulu diatas".


Beberapa menit kemudian, aku membantu hana membawakan kopernya kebagasi mobil.


Tampak wajah tak rela mama untuk melepas kepergian hana.karena mama bilang, hana sudah seperti anak sendiri bagi beliau.


Kedua perempuan itu berpelukan dengan air mata yang mungkin tanpa mereka sadari sudah mengalir dipipi keduanya. Sementara aku dan papa berdiri tengah menyaksikan adegan mengharukan didepan kami. Layaknya sinetron ditv yang sedang adegan perpisahan.


"Insyaallah hana akan sering-sering ngunjungin om dan tante kesini. Karena bagi hana, om dan tante sudah seperti orang tua sendiri".


Setelah itu hana berjalan menuju papa yang tengah berdiri tepat disebelah mama.


"Om, jaga diri baik-baik ya".


"Iya, nak.. Pasti.. Kamu juga ya. Dan jangan lupa, lanjutkan hidup kamu. Jangan melulu kamu menoleh kebelakang. Perjalanan hidup kamu masih panjang. Jadi jangan pernah kamu lelah bahkan putus asa dalam melangkah. Kamu mengerti maksud om kan nak? ".


Hana menjawab pesan papa dengan anggukan mantap.


"Terimakasih om, hana akan selalu mengingat pesan om".


Tak lama kemudian, perlahan aku dan hana meninggalkan mama dan papa yang menatap kami dengan lekat.


Setelah hampir satu jam perjalanan menuju rumah kakak hana, akhirnya kami sampai juga. Sesampainya disana, hana segera mengetuk pintu rumah itu.


Tak lama kemudian, tampak kakak hana membukakan pintu dan terkejut melihat kedatangan kami. Terutama hana.


Lebih terkejut lagi ketika hana mengatakan kalau dia akan tinggal bersamanya.


Setelah semuanya beres, aku memutuskan untuk pamit pulang. Aku menolak tawaran hana dan kakaknya untuk masuk. Karena aku akan segera kerumah rion.

__ADS_1


"Thanks banget ya, sya. Aku gk tau harus balas kebaikan kamu dan orang tua kamu dengan apa". Tutur hana.


"Cukup dengan senyum dan kebahagiaanmu, aku dan orang tuanku akan bahagia".


Kalimatku membuatnya tersenyum manis sekali.


"Aku pamit ya. Jaga diri. Jangan lupa bahagia".


Pesanku sekali lagi pada hana.


Lagi-lagi dia membalas kalimatku dengan anggukan pelan dan masih dengan senyuman.


"Aku pergi". Pamitku.


"Hati-hati". Balasnya.


Haduuh, udah kayak disinetron sunggukan. Benar-benar seperti adegan perpisahan.


Heheh...


Hingga akhirnya kusetir mobilku meninggalkan rumah itu.


Dari kaca spion mobil, tampak hana yang masih berdiri melepas kepergianku.


"Semoga hidupmu dipenuhi kebahagiaan, han. Tetaplah tersenyum".


Batinku berkata.


Triing...


Hp ku berdering. Sebuah massage dari hana.


Thanks,


Udah buat aku tersenyum lagi.


Begitu isi massage itu.


Dengan cepat kubalas..


Berjanjilah padaku..


Tak akan ada air mata lagi dalam hidupmu


pesan itu sukses terkirim. Aku pun mulai melajukan mobilku dengan menambah kecepatan.


"See you hana".


 

__ADS_1


@@@


 


__ADS_2