NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 9 HANA


__ADS_3

 


Karena datang telat, hana mendapat hukuman dari pak priyono dosen killer kita.


 


Kelas usai...


Aku dan rion masih stay dibangku kami. Memperhatikan hana yang tengah duduk sembari menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan cantiknya.


"Han... Tumben lo telat, padahal kan lo gk pernah telat sebelumnya?. "


Tanya rion hati-hati khawatir gadis itu tersinggung dengan kalimatnya.


"Han.. Lo sakit?. "


Tanya rion sekali lagi.


Melihat gadis itu yang tak menggubris satupun pertanyaan rion, membuatku penasaran apa yang sedang terjadi padanya.


Akhirnya aku memutuskan untuk menghampirinya. Sementara rion masih tetap dibangkunya.


"Han, are you oke?. " tanyaku sembari berjalan kearahnya. Gadis itu tetap pada posisinya.


"Han... " panggilku sekali lagi.


Gadis itu tetap diam.


Ketika aku berdiri tepat disebelahnya...


"Han... Are you oke?. " tanyaku sekali lagi.


Seketika gadis itu membuka kedua telapak tangan yang sedari tadi menutupi wajahnya.


Kulihat wajahnya begitu sendu..


Matanya begitu sembab..


Dan bibirnya seakan kelu untuk mengucap kata...


Dengan mata sembab yang berkaca-kaca, dia menatapku seolah mengisyaratkan sesuatu...


Aku duduk berlutut didepannya agar posisi kami semakin akrab, agar dia merasa nyaman untuk mengatakan apa yang sedang terjadi padanya.


"Ada masalah?. " tanyaku sembari berlutut.


Bukannya menjawab, tapi malah ia memelukku erat. Aku kaget menerima pelukannya. Seketika aku menoleh pada rion yang juga tampak kaget melihat hana memelukku. Tapi dia malah mengangkat kedua tangan tanda juga tak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan ini.


"Ada masalah. Mau cerita sama kita? Siapa tahu gw sama rion bisa bantu, ya broo... "


ucapku melempar pertanyaan pada rion agar dia juga ikut bicara menenangkan hana yang sedang pilu dengan tangisnya. Tetap diam.


Beberapa detik kemudian, hana melepaskan pelukannya dariku. Dia menyeka air mata yang masih menetes dipipinya.


"Maaf merepotkan kalian. Maaf membuat kalian bingung. "


Ucapnya kemudian.


"Gpp, han.. Santai aja. " jawab rion yang mulai berdiri menghampiku dan hana.


Meliahat jaket yang kukenakan basah dibagian pundakku, ia berkata...


"Maaf, sya.. Jaket kamu jadi basah karena air mataku. " ucapnya merasa bersalah padaku.


"Gpp, han.. Kalo dengan begini bisa membuatmu sedikit tenang, gk masalah kok.. Kita kan.... "


Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, kembali, gadis itu memelukku.


Dan ia pun kembali sesenggukan dipelukanku.


Rion kembali terdiam, bingung apa yang harus dilakukannya. Aku pun hanya diam mencoba menenangkannya.

__ADS_1


Tak lama kemudian ia kembali melepaskan pelukannya dariku dan seketika berdiri, ia kemudian mengambil tasnya dan...


"Sorry.. "


Ucapnya kemudian berlari meninggalkan aku dan rion. Kami tidak berusaha mengejar, karena kami rasa dia butuh waktu untuk menenangkan diri. Akhirnya aku dan rion memutuskan untuk pulang.


 


@@@


 


Beberapa hari kemudian...


 


Kelas sedang berlangsung. Tapi sudah beberapa hari hana tidak ikut kelas. Dia absent sekitar tiga hari yang lalu.


 


"Mungkin dia sakit. "


Kata rion kemaren. Tapi kami belum sempat menjenguknya.


Tiba-tiba...


Tok.. Tok.. Tok..


"Permisi, pak.. Assalamualaikum... "


Seorang wanita berhijab dengan menggendong anak kecil sekitar usia 2 tahunan datang kekelas kami.


Semua mata tertuju padanya.


Mataku tak lepas menatapnya, seolah familar dengan wanita itu.


"Itu kan kakaknya hana. " gumamku pelan tapi ternyata rion yang duduk tepat didepanku mendengar.


Tanyanya.


"Iya, gw pernah ketemu wanita itu pas nganterin hana pulang waktu itu, tapi gw lupa namanya. "


"Hmmm... Cantik ya, coba kalo hana berhijab.. Pasti dia juga cantik banget dah pastinya.. "


Celotehan rion membuatku tanpa sadar mengatakan "iya. "


Seketika, rion menoleh kebelakang dan mendekatkan wajahnya padaku..


"Ingat, brooo... Ada neng sabrina nan jauh disana. Hahah... "


Rion mengingatkanku. Lagi pula, hatiku hanya untuk neng bina seorang.


Masih tetap dipintu..


Keduanya bercakap-cakap..


"Ada yang bisa saya bantu?. "


Tanya pak handy dosen kami.


"Begini, pak.. Saya mau mencari adik saya hana. Sudah tiga hari ini dia tidak pulang kerumah pak. Berhubung saya tinggal bersama suami, jadi saya baru tahu kabar ini.


Tapi saya lihat, sepertinya dia sedang tidak ikut kelas hari ini?. "


Tanya wanita berhijab itu penuh khawatir.


"Oh jadi itu alasan kenapa hana tidak masuk kuliah." kata pak handy


"Jadi, kemarin dia juga tidak ikut kelas, pak?. "


Tanyanya kaget.

__ADS_1


Pak handy menginformasikan bahwa hana memang sudah tidak masuk kuliah sejak tiga hari yang lalu. Setelah mendengar penuturan dosen, akhirnya kakak hana berpamitan pulang.


Beberapa menit kemudian, kelas selesai. Aku mengajak rion untuk segera ikut bersamaku menyusul kakak hana. Mungkin dia masih didepan sana pikirku.


Aku dan rion berlari menuju parkiraan, bergegas hendak mengambil motorku. Tapi ternyata, kulihat kakak hana masih berdiri disamping mobilnya. Dia bersama seorang laki-laki yang kutebak dia adalah suaminya.


Segera aku dan rion berjalan kearah mereka.


"Assalamualaikum, kak?. "


Sapaku.


"Waalaikum salam.. "


Jawab keduanya bersamaan.


"Masih ingat saya, kak... Temannya hana. "


Ucapku.


Kakak hana sedang mengingat-ingat wajahku.


"Oh iya, kamu yang pernah nganterin hana pulang waktu itu ya?. "


Sergahnya.


"Iya.kenalin ini rion sahabat saya kak. Teman sekelas hana juga. Jadi gimana hana kak? Dia kabur dari rumah? "


Tanyaku memastikan.


"Iya, kamu tau sendiri kan waktu itu. Papa sama mama bertengkar terus gara-gara selingkuhannya masing-masing. Keduanya tidak ada yang mau mengaku atau bahkan mengalah. Hana dari dulu mencoba memperbaiki hubungan mereka, tapi dia ternyata sudah nyerah karena mama memilih minggat dari rumah, dan papa pun juga minggat ke luar negeri. Hana mungkin hancur. Dia sendiri karena kakak tidak disampingnya. Setelah itu, pembantu rumah mengabarkan kesaya kalau dek hana juga gak pulang-pulang. "


Penuturan panjang dari kakak hana tentang kronologi masalanya.


Sementara kami hanya prihatin mendengarnya.


"Tolong bantu kami ya dek.. Bantu kami untuk mencari hana. "


Permohonan itu membuat kami memang berniat untuk membantu mereka mencarikan hana. Karena dia teman kita dan dia juga gadis baik dan perhatian pada semua temannya.


"Iya, kak.. Insyaallah kami akan membantu mencari hana semampu kami. "


Janjiku pada mereka.


"Terimakasih. "


"Kakak tenang aja, nanti kalo kami sudah bertemu dengan dia, kami akan mengabari kalian. "


Imbuh rion yang juga turut bicara.


"Terimakasih, dek.. Kalian memang teman-teman hana yang terbaik. Dia beruntung punya teman sebaik kalian.


Sekali lagi kami berterimakasih banyak atas kebaikan kalian. "


Penuturan suami kakak hana.


Setelah itu, mereka pamit pulang karena anak mereka butuh istirahat.


 


Hari itu juga aku dan rion mencari hana. Entahlah, tidak tau mau mencari kemana, yang jelas kami mencoba menyusuri jalanan dulu. Berharap bisa menemukan gadis itu.


 


Matahari sudah hampir tenggelam. Aku dan rion memutuskan pulang dulu dan beristirahat. Dan kami akan melanjutkan pencarian besok lagi.


 


@@@


 

__ADS_1


__ADS_2