
"Assalamualaikum"
ucap Arsya yang sudah menutup pintu kembali.
"Waalaikum salam"
jawab Sabrina sambil menoleh kearah Arsya yang saat ini berjalan menuju dirinya.
"Makan yuk..."
ajak Arsya sambil memperlihatkan kantong plastik putih berisi dua bungkus nasi goreng.
membuat wanita itu kembali tersenyum dibalik cadarnya.
laki-laki itu tidak lupa membawa dua piring dan sendok untuk memudahkan makan.
dengan cekatan Arsya menyiapkan nasi goreng itu.
"Hmmmm.. subhanallah wanginya enak sekali"
kata Sabrina yang tak melepaskan pandangannya dari nasi goreng itu.lagi-lagi membuat Arsya tersenyum gemas melihatnya.
"ini nasi goreng langganan ku,neng. makanlah.. mau aku suapi?"
kata Arsya menggoda sabrina. Arsya tidak tau bahwa pipi wanita itu merona karena malu.
"Terimakasih.. aku bisa makan sendiri"
kata Sabrina.
mendengar ucapan itu Arsya langsung menyerahkan sepiring nasi goreng itu pada sabrina. wanita itu segera mengambilnya dan memakannya.
sementara Arsya duduk di sofa dan memakan nasi goreng miliknya sembari sesekali melihat Sabrina yang duduk membelakangi dirinya karena wanita itu melepas cadarnya untuk memudahkan makan.
Arsya memaklumi hal itu.
"uhuuk..uhuuk"
Sabrina tersedak.
Arsya segera berlari memberikan segelas air pada wanita itu.
"Minum dulu neng...!"
perintah Arsya sambil menyodorkan segelas air putih pada wanita itu.
Sabrina langsung mengambil gelas itu dan segera meminumnya.
'Subhanallah.. sudah lama aku tidak melihat wajah cantikmu neng'
__ADS_1
batin Arsya yang terpesona melihat wanita itu dengan keadaan membuka cadarnya.
"Trimakasih"
kata Sabrina membuyarkan tatapan Arsya.
seolah sadar bahwa cadarnya terbuka di hadapan lelaki yang bukan mahramnya, sontak Sabrina memakai kembali cadar itu.
"Maaf neng aku gk sengaja"
kata Arsya sambil berbalik badan.
"Gpp,sya.. aku yang teledor"
kata sabrina sambil menyodorkan piring berisi nasi goreng yang sudah habis itu.
"Mau nambah lagi neng?"
tanya Arsya.
"Tidak.. aku sudah kenyang. Terimakasih,sya"
kata Sabrina menatap mata Arsya.
"iya sama-sama neng"
kata Arsya sambil membereskan bekas piring itu.
kata Arsya sambil memperlihatkan dua piring yang ada di tangannya.
wanita itu mengangguk menuruti perintah Arsya.
Setelah mengembalikan piring-piring itu ke dapur rumah sakit, Arsya kembali ke kamar Sabrina dan kembali merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang yang berada tak jauh dari tempat Sabrina berada.
melihat dan memastikan bahwa wanita itu sudah terlelap, Arsya juga sudah memejamkan matanya.
Malam itu diruang serba putih itu. dua makhluk Allah tidur satu ruang dengan membawa kebahagiaan di masing-masing hatinya. sunyi.. hanya dentuman jarum jam yang menggema di seisi ruangan itu.
tak lama kemudian suara tangis bayi membangunkan tidur Arsya.
dengan sigap, layaknya seorang ayah yang mendengar tangis anaknya. Arsya langsung berjalan menuju ranjang bayi yang ada di sebelah Sabrina.
melihat sabrina yang terlihat sangat nyenyak dalam tidurnya membuat Arsya menggendong bayi itu dan menenangkan.
Arsya tidak mau membangunkan wanita itu karena terlalu pulas bahkan suara tangis bayi pun tidak membuatnya terbangun.
Dengan susah payah Arsya menenangkan bayi itu hingga akhirnya bayi kecil itu kembali terlelap dalam gendongan Arsya.
"Lihat dirimu sayang.. kau sangat cantik persis seperti ibumu"
__ADS_1
kata Arsya sambil mencium bayi kecil itu.
Betapa bahagianya Arsya malam itu. ia benar-benar merasa bahwa ia adalah suami sekaligus ayah dari bayi kecil itu.
'Ya Rabb.. izinkan kebahagiaan dan kegilaan ku ini berjalan lancar walau hanya semalam'
batin arsya.
Dirasa bahwa si kecil sudah terlelap kembali membuat arsya kembali menidurkan bayi itu di tempatnya.
"Jangan rewel ya sayang.. ibumu sedang capek" gumam Arsya sembari menyelimuti si kecil.
jam menunjukkan pukul 23.00
Arsya kembali merebahkan tubuhnya di sofa.
melihat Sabrina dan bayi kecil itu bergantian.
'Selamat tidur sayang'
batin Arsya pada keduanya. ia benar-benar merasa gila oleh keadaan.
Beberapa jam kemudian suara tangis bayi kembali menggema di ruangan itu.
Sabrina yang sudah duduk menyusui si kecil tampak lekat menatap laki-laki tampan yang sedang tertidur disana.
'Meski kita tidak bisa bersatu, setidaknya kita masih di beri kesempatan untuk bersama'
batin Sabrina.
setelah selesai menyusui si kecil, Sabrina berjalan menuju kamar mandi.
setelah keluar dari kamar mandi, Sabrina menyelimuti tubuh Arsya yang tampak gagah dengan otot-otot di tubuhnya.
Sabrina tersenyum semakin menyadari bahwa lelaki itu benar-benar tampan dan baik hati.
setelah itu Sabrina kembali ke tempatnya dan kembali berbicara pada putri kecilnya.
"Sayang.. jangan berisik ya. om Arsya sedang tidur"
ucapnya pelan seolah berbisik pada bayinya.
Sabrina kembali memejamkan matanya setelah melihat jam yang tergantung di atas Arsya.
kini laki-laki itu tetap terlelap dalam tidurnya karena ia merasa lelah setelah seharian bekerja.
'Selamat malam,sya..'
batin Sabrina menatap lelaki tampan yang sedang tertidur pulas di sana.
__ADS_1
kini ruangan itu kembali sunyi karena penghuninya kembali terlelap dalam tidurnya.
@@@