NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 41. LAGI DAN LAGI HARUS PUASA


__ADS_3

jam menunjukkan pukul 20.30 kala itu. Gus Ali yang sedari tadi tidak tenang ketika mengajar dan khawatir pada istrinya yang sedang sakit.


SESAMPAINYA DI KAMAR...


Lelaki itu berjalan menuju tempat tidurnya. dimana disana terdapat wanita yang sangat di cintainya Tengah tertidur pulas masih dengan hijabnya.


perlahan Gus Ali melepas hijab istrinya agar bisa tidur dengan nyaman.


lelaki itu mencium kening istrinya penuh kasih sayang.


'jangan sakit begini, sayang.. karena hatiku terasa sakit melihatmu seperti ini'


batinnya sesak.


Kemudian ia berganti pakaian dan bersiap-siap untuk tidur.


ditempat tidur..


ketika lelaki itu memeluk istrinya dari belakang, tiba-tiba ...


"Gus.."


panggil wanita itu perlahan seketika berbalik menghadap suaminya.


"Maaf.. aku membangunkan mu ya, sayang?"


tanya Gus Ali menyesal.


"Gpp.. "


jawabnya lembut.


"Maaf.. aku tidak bisa menepati janjiku untuk melayanimu malam ini"


ucapnya sangat menyesal.


"Tidak apa-apa.. jangan memikirkan itu, sayang... yang penting kamu sehat aku sudah senang"


kata gus Ali tulus.


walau sebenarnya ia sedikit kecewa tapi keadaan tampaknya sedang tidak bersahabat dengannya. dan mengharuskannya untuk kembali menahan hasratnya.


"Bagaimana perut kamu,dek.. masih sakit?"


tanya laki-laki itu yang sudah memegang perut istrinya.


"udah gk lagi,Gus... "


"Alhamdulillah kalo gitu. istirahatlah.. semoga besok kau sehat kembali karena aku akan mengajakmu jalan-jalan"

__ADS_1


kata Gus Ali berniat menghibur istrinya.


"Kemana,Gus?"


tanya Sabrina penuh semangat.


"ke suatu tempat yang pasti kamu suka"


kata lelaki itu yang kemudian memeluk istrinya.


"Selamat malam,sayang"


ucap Gus Ali yang kemudian tidur dengan posisi bibirnya tepat di atas kening istrinya.


"Selamat malam.. "


balas wanita itu dengan singkat hingga ia memejamkan mata dan tidur dalam pelukan hangat suaminya.


KEESOKAN HARINYA...


setelah sarapan bersama, Sabrina pergi ke kamar neng Zahwa dan bermain bersama si kecil.


"Neng Zahwa seng banget,dek.. akhirnya kamu mau membuka hati untuk suamimu"


kata neng Zahwa sambil menggendong si kecil.


ucap Sabrina sambil senyum-senyum.


"cieee.. "


goda neng Zahwa.


"tau gk ,dek.. bang Alwi sering bilang ke neng katanya seneng liat kalian berdua seperti pengantin baru"


kata neng Zahwa tersenyum gemas.


"iya... pengantin baru setelah satu tahun lebih menikah"


kata Sabrina yang kemudian keduanya tertawa bersama hingga akhirnya Sabrina pamit untuk berangkat mengajar para santri.


ketika Sabrina sudah bersiap-siap berangkat mengajar, suaminya yang baru saja menemani bang Alwi untuk belanja alat tulis untuk para santri sudah datang.


"Assalamualaikum"


kata Gus Ali yang langsung disambut oleh sang istri.


"waalaikum salam.. sudah pulang, Gus?"


"Sudah,dek.. kamu mau berangkat ngajar?"

__ADS_1


"iya, Gus.. jadi kan nanti ngajak aku jalan-jalan?"


kata Sabrina yang sudah bergelayut manja di tanah suaminya.


"Hhmmmm... sejak kapan istriku jadi manja seperti ini hah?"


kata suaminya gemas sambil memberi kecupan manis di bibir istrinya.


"insyaallah jadi dong, sayang.."


"Terimakasih, Gus.. kalo begitu aku berangkat dulu."


"iya, sayang.. aku juga akan berangkat 10 menit lagi karena ada materi tambahan untuk para santri"


Satu jam kemudian..


kelas sudah berakhir. halaman pesantren mulai sesak oleh para santri putri dan santri putra yang sudah selesai belajar.


pesantren milik Abi Sabrina tidak mencampur antara santri putra dan santri putri .


mereka berada di kelas masing-masing walau tetap dalam satu halaman.


Kala itu Gus Ali dan salah satu ustad disana sedang berjalan di halaman pesantren. para santri seolah berbaris memberi hormat ta'dzim kepada guru mereka. inilah salah satu akhlak yang di ajarkan oleh pesantren ini. menghormati dan memuliakan guru kita.



Langkah keduanya terhenti ketika melihat kerumunan santri putri yang tiba-tiba itu. penasaran apa yang terjadi disana. Gus Ali dan ustad Hasan yang ada disampingnya langsung bergegas mencari tahu apa yang terjadi.



Betapa kagetnya Gus Ali ketika melihat istrinya sedang pingsan disana. sontak lelaki itu berlari dan meraih tubuh istrinya.


"Neng.. neng bina.."


kata Gus Ali mencoba menyadarkan istrinya.


"apa yang terjadi pada neng sabrina, ustadzah?"


tanya Gus Ali panik pada kedua ustadzah yang ada di sana.


"Tidak tahu, Gus.. kami berjalan bersama tiba-tiba neng Sabrina pingsan"


mendengar penjelasan itu, Gus Ali langsung menitipkan kitabnya pada ustad Hasan dan menggendong istrinya kerumah.


para santri yang melihat kejadian itu bukannya sedih, khawatir, atau panik.. melainkan baper melihat neng Dan Gus nya yang romantis menurut mereka.


tapi tidak bagi Gus Ali yang benar-benar panik melihat istrinya yang tiba-tiba pingsan padahal tadi dia baik-baik saja.


@@@

__ADS_1


__ADS_2