
Sabrina yang berbaring lemah dalam pingsannya membuat neng Zahwa tak kuasa menahan tangisnya. Sabrina belum sadarkan diri.
neng Zahwa dengan hati sedih menggendong bayi Sabrina yang sedari tadi tak berhenti menangis.
"Sepertinya dia sedang stress berat hingga membuat tubuhnya lemah dan jatuh pingsan. ini bahaya Bu karena bisa mempengaruhi sikis dan produksi ASI nya"
kata dokter yang memeriksa Sabrina
"Saya sarankan agar pasien jangan di buat stres Bu. kasihan si kecil nantinya"
kata dokter itu melanjutkan ucapannya pada neng Zahwa yang masih menenangkan bayi Sabrina.
"Terimakasih dokter"
kata Zahwa kemudian.
"Sebentar lagi dokter Mira yang bertanggung jawab atas pasien akan segera datang. biar beliau saja yang melakukan pemeriksaan lanjutan"
kata dokter itu yang kemudian pamit keluar.
tak lama kemudian ummi' nya datang.
"Assalamualaikum.. ya Allah, apa yang terjadi pada adikmu,Zahwa?"
tanya ummi' yang begitu kaget melihat Sabrina tidak sadarkan diri.
"Dek bina pingsan ummi' ".
kata Zahwa yang masih menenangkan keponakannya yang semakin menjadi dalam tangisnya.
melihat cucunya yang menangis, ummi' langsung mengambil alih untuk menenangkan cucunya.
"Sepertinya dia sedang haus Zahwa"
kata ummi' yang masih mencoba menenangkan cucunya.
Tak lama kemudian Sabrina sadar dari pingsan membuat ummi' dan neng Zahwa mendekatinya.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar dek?"
kata Zahwa memegang tangan Sabrina. tapi wanita itu hanya diam membisu.
"Kamu kenapa bisa pingsan sayang?"
tanya ummi' yang masih berjuang untuk menenangkan cucunya.
"Sabrina gpp kok ummi' "
kata sabrina mengelak dari ummi' nya karena khawatir ummi' nya marah besar jika tahu yang sebenarnya.
__ADS_1
"sepertinya bayimu haus nak"
kata ummi' yang memberikan bayi itu pada sabrina.
dengan sedikit lemah Sabrina menyusui bayi itu. tetapi bayinya kembali menangis ketika ASI Sabrina hanya sedikit dan tidak memuaskan si kecil.
bayi itu kembali menangis di pangkuan Sabrina.
'Apa kamu merasakan kesedihan bunda, sayang?'
batin Sabrina menahan tangisnya sambil memeluk bayinya.
"Zahwa, apa yang sebenarnya terjadi pada adikmu?"
tanya ummi' penuh selidik pada neng Zahwa yang sedari tadi hanya diam prihatin melihat keadaan adik iparnya.
Zahwa menggelengkan kepala karena ia bingung harus menjawab apa.
hingga seorang dokter datang.
"Permisi.. assalamualaikum "
ucap seorang dokter cantik dengan rambut diikat di belakang kepala.
"Waalaikum salam dokter"
jawab kedua wanita itu bersamaan. tapi tidak dengan Sabrina yang masih berperang melawan kekacauan hatinya.
kata dokter Mira memperkenalkan diri.
mendengar nama dokter Mira, sontak Sabrina mengangkat pandangannya melihat dokter cantik itu.
"Dokter Mira.."
gumam Sabrina pelan tapi masih terdengar oleh orang-orang yang ada di sana.
"Iya bunda.. "
"Dokter Arsya?"
kalimat Sabrina Hanya berhenti di situ.
"Dokter Arsya sudah kembali bertugas sesuai dengan bagiannya. jadi beliau yang menggantikan saya ketika kemarin sedang sakit"
kata dokter Mira menjelaskan.
Sabrina tidak kaget mendengar penjelasan itu. karena tadi Arsya sudah memberi tahunya terlebih dahulu.
"Baik saya periksa dulu ya bunda. setelah itu saya cek perkembangan bayinya"
__ADS_1
kata dokter Mira yang mulai memeriksa Sabrina. sementara bayinya sudah di gendong jidah / neneknya.
"jangan stres bunda. rilex saja ya. jangan terlalu banyak pikiran"
saran dari dokter Mira yang tahu bahwa pasiennya sedang stres.
kemudian neng Zahwa mengatakan pada dokter kalau produksi ASI Sabrina sangat sedikit sehingga si kecil terus menangis dan tidak mau menyusu.
dokter Mira menjelaskan bahwa hal itu di sebabkan oleh sikis atau mental di ibu yang sedang stres atau sedang banyak pikiran.
kini dokter Mira mencoba menenangkan bayi yang kembali menangis itu. mensiasati sebagai pengganti ASI, dokter memberikan sebuah dot kecil pada bayi Sabrina.
tapi tetap tidak berhenti sampai segala cara ia lakukan untuk menenangkan bayi itu. semua cara yang biasa dia lakukan pada pasien bayi sebelumnya sudah ia praktekkan, tapi bayi Sabrina terus menangis.
Sabrina yang ikut bingung melihat bayinya tak henti menangis. kini ia juga hampir menangis tidak tega melihat bayinya.
"Bagaimana ini dokter?"
tanya ummi' yang juga bingung melihat cucunya tak henti menangis.
"Maaf Bu.. segala cara yang biasa saya praktekkan pada bayi lain selalu saja berhasil. tapi saya juga bingung kenapa bayi ini masih terus menangis"
kata dokter Mira yang masih berusaha untuk menenangkan bayi itu.
"Assalamualaikum"
suara itu mengagetkan semua wanita yang ada di ruangan itu.
Sabrina yang tahu bahwa siapa orang yang datang langsung membelalakkan matanya kaget sekaligus bahagia melihat laki-laki itu kembali.
"Assalamualaikum ummi'"
kata Arsya kemudian mencium tangan wanita bergamis hitam itu.
"Waalaikum salam dokter Arsya"
"Ada yang bisa saya bantu, dokter Arsya?"
tanya dokter Mira yang masih mencoba menenangkan bayi itu tanpa henti.
"Oh tidak. kebetulan tadi saya lewat dan mendengar suara tangis bayi yang begitu keras tanpa henti. jadi saya memutuskan untuk masuk "
kata Arsya menjelaskan.
dokter Mira pun menjelaskan penyebab tidak jelas kenapa bayi itu terus menangis tanpa henti walau sudah berbagai cara dan media yang ia berikan.
"Boleh saya coba menenangkannya?"
izin Arsya pada dokter Mira dan ummi'Sabrina.
__ADS_1
laki-laki itu tidak menoleh sedikit pun ke arah sabrina. karena ia takut semakin terluka melihat wanita itu lemah dan tak berdaya yang senasib seperti dirinya.
@@@