NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 75. HARI KEDUA SABRINA DI KAMAR


__ADS_3

"Ada apa sebenarnya dek? apa yang kamu sembunyikan dariku?"


laki-laki itu langsung melontarkan pertanyaan yang sedari tadi terngiang-ngiang di otaknya.


Deegggg....


Zahwa kaget seketika mendengar pertanyaan suaminya.


'jadi.. mas Alwi mendengar ucapan ku pada dek bina tadi'


batin Zahwa yang kaget.


"Dek, tolong.. jujur padaku apa yang sebenarnya terjadi? atau jangan-jangan ini tentang dek bina?"


kata Gus Alwi yang sekarang sudah menarik kursi kecil untuk duduk berhadapan dengan istrinya.


Zahwa masih diam menatap suaminya.


"Kamu tau tentang dek bina dan dokter Arsya itu? ceritakan padaku dek. biar aku tau semuanya"


pinta Gus Alwi yang sekarang benar-benar memaksa istrinya untuk bersuara.


"Jika aku ceritakan semuanya, pasti mas Alwi tidak akan percaya dan bahkan akan marah besar padaku dan pada dek bina"


ucapan istrinya membuat lelaki itu mengernyitkan dahi tanda tidak mengerti dengan ucapan istrinya.


"Maaf mas.. Zahwa tidak bisa menceritakannya sekarang, biar dek bina saja yang menceritakan sendiri pada kalian semua. untuk saat ini, maaf.. demi dek bina dan bayinya, aku akan tutup mulut sampai waktunya tiba akan ku ceritakan semuanya"


lagi lagi ucapan istrinya membuat Alwi bingung tidak mengerti maksudnya.


"Untuk saat ini.. Zahwa mohon jangan biarkan dia semakin tertekan dengan keadaan ini. kasihan dek bina mas. dia sudah sangat menderita selama ini. batinnya tersiksa. tolong.. jangan tambah kesedihannya lagi"


pinta Zahwa dengan memohon pada suaminya.


air mata deras menetes dari mata cantik itu. membuat Gus Alwi menariknya dalam pelukan.


"Sudah jangan bahas lagi. walaupun setiap kalimatmu membuatku bertanya-tanya, tapi aku tidak akan memaksamu untuk menceritakan semuanya. sekarang istirahat ya"

__ADS_1


ajak Gus Alwi penuh kelembutan pada istrinya yang masih diam dalam tangisnya.


beberapa menit kemudian setelah keduanya selesai berganti baju tidur, kini mereka sudah merebahkan tubuhnya di kasur itu. mereka tidur bertiga bersama Azam putra nya.


Gus Alwi tidak bisa tidur. ia sedang memikirkan tentang istri dan adik nya.


'apa yang sebenarnya kalian sembunyikan dari kita sayang?'


batin Alwi sembari melihat istrinya yang sudah memejamkan mata.


'kalau kau tidak mau memberitahukan apa yang terjadi sebenarnya, besok aku akan bertanya langsung pada dek bina'


batin Gus Alwi yang kemudian memejamkan matanya.


Keesokan harinya..


pagi itu sangat cerah. mentari bersinar terang memenuhi bumi pesantren dan rumah besar itu.


"Mas.. tolong jangan bahas tentang pembicaraan kita tadi malam pada ummi' dan Abi ya"


pinta Zahwa di sela-sela ia memakai hijabnya.


tok..tok..tok..


"Gus.. neng.. sudah di tunggu kyai di ruang makan"


panggilan abdi ndalem pada keduanya.


"baik Bu.."


jawab Zahwa dengan sedikit mengeraskan suaranya agar orang di balik pintu itu mendengar.


tak lama kemudian,


Gus Alwi dan istrinya sudah sampai di meja makan. tampak Abi dan ummi' nya sudah duduk di sana.


sebelum memulai makan, seperti biasa Abi memastikan bahwa semua anggota keluarga ikut sarapan bersama.

__ADS_1


beliau bertanya kemana Sabrina.


"Neng Sabrina tidak keluar kamar sejak kemarin itu kyai. makanan yang neng Zahwa siapkan di depan pintu kamarnya tidak di sentuh sama sekali. apalagi semalaman bayinya sering menangis"


kata abdi ndalem menjelaskan.


mendengar penjelasan itu membuat Gus Alwi berdiri seketika.


"Bu.. tolong ambilkan kunci serep kamar dek bina"


pinta Gus Alwi yang kemudian setengah berlari menuju lantai dua kamar Sabrina.


laki-laki itu panik, khawatir terjadi sesuatu pada adiknya.


sementara di ruang makan..


Zahwa ingin menyusul suaminya tapi ia tidak bisa karena sedang menyuapi anaknya.


sedangkan ummi' makan seperti biasa.


dan Abi tampak enggan untuk makan melihat Alwi yang mencoba membuka kamar itu.


lelaki tua itu memasrahkan semuanya pada Alwi putranya.


"Zahwa.. "


"iya Abi"


"kapan kamu meletakkan makanan itu disana?"


tanya Abi sambil menunjuk meja dorong penuh makanan dan minuman yang berada di depan kamar putrinya.


"tadi malam,bi.. sebelum Zahwa tidur. Zahwa khawatir karena dek bina tidak makan seharian"


kata Zahwa.


"Makanlah.. jangan mengobrol dulu"

__ADS_1


kata ummi' datar memotong pembicaraan Abi dan Zahwa.


@@@


__ADS_2