
Setelah mengakhiri obrolannya dengan neng zahwa, Arsya mengembalikan hp Sabrina pada posisi semula.
namun ia kembali menatap layar hp itu.
dengan wallpaper warna biru polos namun terdapat huruf A di bagian pojoknya.
'apakah huruf A itu artinya Arsya?'
Arsya tersenyum dengan PD nya mengira bahwa inisial huruf A itu adalah namanya.
kebahagiaan kembali menyelimuti Arsya.
memastikan bahwa Sabrina dan bayinya masih terlelap, Arsya kemudian membaringkan tubuhnya di sofa panjang kamar rumah sakit itu.
benar, Sabrina berada di ruang VIP yang segala fasilitasnya memadai.
Arsya yang kini sudah merebahkan tubuhnya di atas sofa itu kaget merasakan getaran hp yang ada di sakunya.
iya selalu men cilent hp nya saat sedang bertugas.
arsya kembali bangun dan keluar dari ruangan itu untuk menerima telpon dari mamanya.
"Assalamualaikum, ma.."
"Wa'alaikum salam.. kok belum pulang nak, bukannya jam kerja kamu sudah selesai?"
"iya ma.. malam ini arsya harus lembur ma karena banyak dokumen yang harus arsya pelajari"
kata arsya berbohong agar mamanya tidak berpikiran macam-macam.
kemudian keduanya mengakhiri percakapan dan Arsya langsung kembali masuk ke ruangan itu.
"Neng..."
ucap Arsya kaget melihat Sabrina hendak sudah bangun dan hendak berjalan.
laki-laki itu berlari menuju posisi Sabrina berada.
"Mau kemana?"
tanya Arsya lembut.
"Mau ke kamar mandi dulu"
ucap Sabrina yang dengan susah memaksa tubuhnya yang masih sedikit lemas setelah melahirkan.
dengan sigap Arsya langsung mengambil infus yang tergantung di tiang besi itu dan mendekatkannya pada Sabrina.
"Aku bantu ya?"
ucap arsya menawarkan.
"Gak usah,sya.. aku bisa sendiri"
kata Sabrina meminta infus itu dari tangan Arsya.
"Tapi kamu masih lemas neng"
kata Arsya panik.
"insyaallah gpp kok"
kata wanita itu meyakinkan Arsya.
tiba-tiba Arsya menyerahkan infus itu pada sabrina setelah melihat bagian bawah matanya terangkat. Arsya tau bahwa wanita itu tersenyum di balik cadarnya.
lelaki itu terus mengawasi sabrina hingga masuk ke dalam kamar mandi. memastikan bahwa wanita itu baik-baik saja.
beberapa menit kemudian Sabrina sudah keluar dari kamar mandi. ia kaget melihat bayinya sudah dalam gendongan Arsya.
"Loh.. bangun ya?"
tanya Sabrina sembari berjalan menuju Arsya dan bayinya.
__ADS_1
"iya.. sepertinya dia haus neng"
kata Arsya sembari menyerahkan bayi itu pada Sabrina.
"Baiklah aku mau menyusui dia dulu ya,sya"
kata Sabrina membuat laki-laki itu hendak keluar karena mengerti maksud Sabrina.
"Mau kemana?"
pertanyaan itu membuat Arsya menghentikan langkahnya.
"Aku tunggu di luar. kasian bayi kamu haus neng"
kata Arsya.
"Gak usah.. tunggu di sofa saja.. aku bisa berbalik badan kok"
kata Sabrina membuat laki-laki itu menuruti perintahnya.
Arsya duduk di sofa panjang itu dan langsung mengambil hp nya. dengan posisi menghadap ke luar jendela, ia pura-pura sibuk dengan hp padahal pikirannya sedang kemana-mana.
'Ya Allah.. terimakasih kau memberiku kesempatan untuk bisa bersamanya. menemaninya dalam kebahagiaan nya'
batin Arsya yang kemudian membayangkan bahwa mereka adalah sepasang suami istri sesungguhnya.
tak lama kemudian..
"sudah Sya.."
kata Sabrina yang sontak membuat Arsya kembali berbalik badan menghadapnya.
"Astaghfirullah.. "
ucap Sabrina kaget tiba-tiba.
"Ada apa neng?"
tanya Arsya yang langsung berjalan menuju Sabrina.
"Oh gak apa-apa neng. dia gumoh..."
kata Arsya yang sudah mengambil tisu di meja yang berada di sebelahnya.
"... itu artinya bayi kamu kekenyangan"
kata Arsya melanjutkan ucapannya sembari membersihkan bekas gumoh itu dari mulut si kecil.
sedangkan Sabrina hanya diam melihat apa yang di lakukan arsya.
"Permisi.."
tiba-tiba seorang perawat datang dan kaget melihat Arsya.
"Loh.. dokter kok belum pulang, bukannya jam kerja dokter sudah selesai sejak tadi?"
tanya perawat itu kaget.
"Iya gpp sus.. ini saya sedang menemani teman saya"
kata Arsya tenang. namun ia tau bahwa wanita di sebelahnya kaget mendengar pertanyaan sekaligus jawaban dari dirinya.
"Ooh.. kalian serasi sekali loh dok.. eh maaf Bu"
kata suster itu ketika melihat Sabrina menatapnya.
"Ada apa sus?"
tanya Arsya kemudian.
"saya mau memberikan vitamin untuk ibu Sabrina"
kata suster itu kemudian.
__ADS_1
"Oh berikan padaku"
kata Arsya.
kemudian perawat itu keluar.
"Ini vitamin untuk ibu menyusui agar kandungan ASI kamu jadi bagus untuk si kecil"
kata Arsya sambil memperlihatkan obat itu.
"Mau di minum sekarang?"
tanya Arsya tegas.
"Aku... aku lapar,sya"
kata Sabrina kemudian. ia malu untuk mengatakan itu.
"sebentar aku ambilkan makanan dulu"
kata arsya.
"Tapi...."
kata Sabrina menggantung ucapannya.
"Tapi apa neng?"
tanya Arsya yang saat ini berdiri tepat di hadapan wanita itu.
"Tapi.. aku gak mau makanan rumah sakit. aku pingin makan yang lain"
kata Sabrina yang terlihat sedikit manja membuat Arsya gemas melihatnya.
"ingin makan apa?"
tanya Arsya.
"Aku pingin nasi goreng.. boleh?"
tanya Sabrina membuat lelaki itu tersenyum.
"iya boleh.. tapi setelah itu vitaminnya diminum ya..!"
perintah arsya membuat wanita itu menganggukkan kepalanya. seolah anak kecil yang nurut diperintah untuk minum obat oleh orang tuanya.
lagi-lagi wanita itu membuat Arsya gemas dan bahagia.
"tunggu sebentar aku belikan dulu"
kata Arsya yang sudah berjalan menuju pintu.
"Sya...!"
panggil Sabrina.
"Ada apa?"
"Maaf merepotkan mu"
kata sabrina.
"Gpp neng.. selagi aku bisa"
kata Arsya kembali memamerkan senyum tampannya. bukan merasa direpotkan, tapi lelaki itu merasa sangat bahagia bisa melihat sifat manja wanita itu.
laki-laki itu kini sudah hilang dibalik pintu.
sementara Sabrina masih menggendong bayi kecilnya yang sudah tidur kembali.
"Kemana ayah kamu sayang? kenapa om Arsya yang menjaga kamu?"
ucap Sabrina pada bayinya.
__ADS_1
@@@