
*Rindu...
Pantaskah ku rasa..???
Rindu...
Padamu nan jauh disana*...
Entah mengapa malam ini aku benar-benar sedang merindu. Merindukanmu neng sabrinaku.
Hingga bayangmu mengusik ketenangan tidurku.
Kuambil laptopku. Ku buka dan kupandangi foto-fotomu. Iya... Karena hanya foto yang bisa mengobati kerinduanku padamu saat ini.
Kutatap satu fotomu dilayar laptopku. Kupandangi elok wajahmu. Kupandangi manisnya senyummu. Aku rindu, neng..
Tak sabar ingin segera meminangmu, tapi masih belum waktunya. Karena kau masih harus menyelesaikan studymu dulu disana. Dan selama itu, aku sudah berjanji tak akan mengganggu belajarmu. ku juga akan fokus dengan studyku disini.
Kita sedang sama-sama berjuang neng.
Aku yakin, suatu saat nanti tuhan akan memberikan hasil terbaik untuk kita.
Tanpa terasa malam itu aku terlelap dengan fotomu yang menemani tidurku.
Selamat malam bidadariku...
Keesokan harinya...
Aku tengah bersiap berangkat kuliah. Pagi itu hana sedang menyiapkan sarapan bersama mama. Kulihat papa juga bersiap sarapan sebelum berangkat kerja.
"Morning all.. ". Sapaku pada semuanya.
"Morning".. Semuanya menjawab.
Tak lama kemudian kami pun mulai sarapan.
@@@
Dikampus...
Tepatnya ditamsn kampus, Aku dan hana sedang duduk bersantai sembari menunggu kelas mulai.
"Sya, pulang kuliah nanti ada waktu gk?. ".
Tanya hana.
"Emm, ada.. Knp han?. "
"Boleh minta tolong anterin aku kerumah kakakku?. "
"Oke". Jawabku singkat.
Tak lama kemudian..
"Echeemm..."
__ADS_1
Zaky teman sekelas kami datang.
" waduuh.. Lengket banget lu berdua bro. Seisi alam jadi pada ngiri sama loe berdua. "
Sergahnya.
Mendengar celotehannya yang ngawur, sontak aku dan hana tertawa geli.
"HHhhhh.... ".
"Lah kok kalian jadi ketawa sih?. "
Tanya zaky yang tampak kebingungan.
"Sini duduk dulu, bro."
Kataku sambil menariknya duduk disebelahku.
"Denger, kita.. Gue dan hana maksudnya.. Kita gk jadian, bro. Kita cuma temenan aja. Iya gk han?. "
"He'em, loe aja yang salah paham. "
Sambung hana yang kemudian kembali tertawa.
"Tapi seisi kampus ngira kalo lu udah jadian bro sama dia. "
"Hahhha... Biarin, mau seisi dunia kek, seisi alam kek, seisi kampus kek.. Gk peduli mereka bilang apa. Dan pada nyatanya, kita hanya tmen. Iya kan han?. "
"He'em.. " jawab hana.
Bel berbunyi. Kelas dimulai.
@@@
Sesuai janjiku pada hana, aku mengantarnya kerumah kakaknya.
Sesampainya disana.
"Assalamualaikum... "
"Waalaikum salam, hana... "
Wanita itu kaget melihat kedatangan hana dan langsung memeluknya.
"Kamu sehat, dek?. "
Tanya wanita itu penuh kekhawatiran.
"Alhamdulillah aku sehat, mbk.. Mbak gimana?. "
"Alhamdulillah mbk sehat. Ayuk masuk dulu. "
Didalam rumah aku hanya menjadi pendengar setia dari keduanya. Yang sedang merindu satu sama lain.
Kakak hana sedang membuatkan minuman untuk kami. Sementara hana sedang tertawa ria bermain dengan kedua keponakannya yang lucu.
Kulihat kakak hana sudah kembari dari dapur. Dengan sebuah nampan berisi dua gelas minuman segar untuk kami.
"Mari silahkan diminum dulu dek. "
__ADS_1
Panggil wanita itu.
"Silahkan diminum dulu dek arsya. "
"Iya, mbk.. "
Kuambil segelas minuman segar itu dan kuteguk pelan isinya. Karena aku sedang haus.
Kakak hana dedek berhadapan denganku.
Dan kami pun mulai mengobrol dari hal sepele sampai serius.
"Dek arsya sudah punya pacar?. "
Tanya wanita itu.
"Emm belum, mbk. "
Setengah tersenyum, kulihat wanita itu menatapku lekat.
"Kamu suka sama hana?. "
DEGG...
"maaf mbk, bukannya aku gk suka sama dia. dia cantik, baik juga.. tapi aku masih vokus kuliah dulu mbk. "
jawabku sedikit gugup. karena aku tak mau membagi hatiku dengan yang lain. hati ini hanya untuk dia yang ada dipesantren.
"Oh.. Bagus kalo gitu. "
Kata kakak hana yang kutebak dia kecewa dengan perkataanku. Maaf..
Setelah panjang lebar mengobrol dan bermain dengan keponakan-keponkan kecilnya, hana mengajakku pulang.
"Sya, balik yuk. Ntar mama kamu nyari'in lagi." ajak hana.
"Iya. "
Kami pamit pulang.
"Jangan sungkan main kesini ya, sya.. "
Kata kakak hana kepadaku yang tengah menstater motorku.
"Insyaallah, mbk.. " jawabku.
"Kamu juga, main-main kesini ya.. Mbak kan kangen dek.. "
"Iya mbk tenang aja. Kami balik dulu ya. Salam sama mas alfan. "
Ucap hana sebelum pulang.
"Iya insyaAllah nanti mbak sampaikan. Hati-hati ya kalian.. "
"Iya mbak. ". Jawabku dan hana bersamaan.
Setelah mengucap salam, akhirnya kami mulai meninggalkan rumah itu.
@@@
__ADS_1