
keesokan harinya..
tampak mama,papa,nenek, ayu dan Roni suami ayu yang baru datang bekerja merantau ke luar kota tengah berkumpul di ruang tamu.
Arsya yang baru pulang dari rumah sakit langsung kaget melihat beberapa koper berada di ruang tamu rumahnya.
"Assalamualaikum ada apa ini?"
tanya Arsya heran
"Mas.."
sapa Roni suami Ayu.
""Kapan datang,Ron?"
tanya Arsya sambil menepuk pelan pundak Roni.
"Tadi subuh mas"
"ooh iya.. "
jawab Arsya singkat.
Arsya diam saja karena ia mengira bahwa koper-koper itu milik Roni yang baru datang bekerja jauh.
"Arsya.. Mereka akan meninggalkan kita, nak"
kata mamanya yang tiba-tiba menangis memeluk ibu mertuanya yang tak lain adalah nenek Arsya.
"Maksudnya?"
tanya arsya yang mengernyitkan dahinya tanda tidak mengerti maksud perkataan mamanya.
"Jadi begini mas Arsya, Alhamdulillah Roni sudah bisa beli rumah sendiri sekarang. walaupun tidak besar.. tapi setidaknya bisa kita tempati. dan Roni ingin membawa ayu dan Caca untuk tinggal di rumah baru kita"
kata Roni menjelaskan.
"Alhamdulillah bagus kalau gitu Ron..
itu artinya kamu sudah sukses .
tapi nenek tetap disini sama Arsya kan?"
tanya Arsya yang sekarang berdiri di hadapan neneknya.
"Nenek mau ikut ayu saja nak.. nenek pusing tinggal dirumah sebesar ini. "
kata nenek membuat semuanya tertawa.
"ibu yakin mau tinggal bersama ayu?"
tanya mama Arsya memastikan keputusan ibu mertuanya.
"iya.. ibu tidak betah tinggal di rumah besar. ibu mau tinggal di rumah sederhana saja"
pengakuan nenek
__ADS_1
"Baiklah kalau itu keputusan ibu.. tapi ibu jaga kesehatan disana ya.. kami akan sering-sering mengunjungi ibu disana"
kata mama Arsya sambil memeluk ibu mertuanya.
"Mas.. ayu pamit ya.. ayu harap mas Arsya bisa bahagia selamanya"
kata ayu yang sudah berkaca-kaca.
Arsya langsung memeluk adik sepupunya itu.
"kamu tenang saja,dek.. aku sudah menemukan kebahagiaan baru bersama Indira. jadi kamu tidak perlu khawatir. mas mu ini akan hidup bahagia selamanya. walau berat dan tidak punya teman curhat lagi. tapi tidak apa-apa asalkan kamu bahagia bersama keluarga kecilmu"
kata Arsya panjang lebar.
setelah memasukkan semua koper ke dalam bagasi mobil keluarga. Arsya berpesan pada Roni..
"Ron.. kalau ada apa-apa langsung hubungi kamu ya.."
"siap mas"
kata Roni.
"kalau kalian butuh apa-apa.. terlebih lagi nenek.. jangan sungkan beritahu kami ya.."
"siap mas.. kami berterima kasih pada mas Arsya, pada om dan tante yang sudah berbaik hati menampung kami disini. kami tidak bisa membalas apa-apa. tapi doa kami akan selalu menyertai keluarga ini"
kata Roni sambil memeluk Arsya.
"Terimakasih,Ron.."
kini mereka benar-benar sudah pergi meninggalkan rumah itu. meninggalkan Arsya dan mamanya yang masih berat melepas kepergian mereka.
@@@
malam itu..
DI RUMAH SAKIT...
Arsya baru saja selesai memeriksa pasien. ia baru ingat bahwa dirinya punya janji dengan Indira.
seketika Arsya menelpon wanita itu..
"Hallo assalamualaikum,Dira.."
"waalaikum salam.. iya kak?"
"Nanti selesai kerja aku langsung jemput kamu ya"
"iya kak"
"ya sudah.. aku lanjut kerja dulu. kamu tunggu aku ya"
kata Arsya yang sudah tidak sabar ingin segera menemui wanita itu.
"iya kak"
Arsya sudah mengakhiri telponnya.
__ADS_1
beberapa menit kemudian..
jam kerja Arsya sudah selesai. ia sudah on the way ke rumah Indira.
Ting toong...
Arsya memencet bel rumah Indira.
tiba-tiba mama Indira yang membuka pintu.
"Assalamualaikum Tante"
"Waalaikum salam, Arsya.."
"Indiranya ada, Tan?"
"Loh.. bukannya dia pergi sama kamu?"
kata mama Indira penuh selidik.
"Arsya memang sudah ada janji mau jemput Indira, Tan.. tapi ini Arsya baru selesai kerja dan langsung kesini untuk jemput Indira"
ucapan Arsya membuat mama Indira kaget dan heran.
"Tadi ada mobil hitam persis seperti mobil kamu yang jemput Indira. Tante pikir itu kamu sayang"
kata mama Indira yang semakin bingung.
"Ooh gitu ya Tante.. iya tidak apa-apa Tan, nanti biar Arsya hubungi Indira. kalau begitu arsya pamit pulang dulu Tante. assalamualaikum"
"Waalaikum salam. terimakasih ya nak Arsya"
"iya Tante"
Arsya kembali melajukan mobilnya. sembari terus mencoba menghubungi nomer indira yang kini sudah tidak aktif.
Arsya khawatir terjadi apa-apa pada wanita itu.
"Kamu pergi kemana,Dira..?"
gumam Arsya yang tampak bingung mencari tunangannya. tapi satu hal yang pasti.. bahwa Indira pergi tidak sendiri. melainkan ada seorang bersama dengannya.
"apa Indira berselingkuh di belakangku?"
batin Arsya
beberapa menit kemudian, Arsya menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah rumah makan Padang yang ada di seberang jalan.
terjawab sudah pertanyaan batinnya.
tampak jelas.. bahwa wanita cantik itu sedang berpelukan bersama laki-laki lain.
"ooh jadi begini kelakuanmu di belakangku"
gumam Arsya yang kemudian melajukan mobilnya.
Arsya memutuskan untuk pulang karena lelah seharian bekerja. besok saja ia akan meminta penjelasan dari Indira.
__ADS_1
@@@