NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 17 SELANGKAH LAGI PERJUANGANKU


__ADS_3

Setahun berlalu. Kini kau telah lulus dari pesantren. Masih ada waktu satu tahun lagi untuk kau menjalankan tugas mengajarmu kejawa timur.


Itu artinya, penantianku kurang setahun lagi untuk meminangmu.


Sudah hampir seminggu kau pulang dari pesantrenmu. Kini kan bersiap untuk menjalankan tugasmu.


Pagi tadi saira memberi kabar padaku. Bahwa neng bina akan berangkat nanti sore kejawa timur, ketempat dimana dia akan ditugaskan.



Tepat jam 14.30 aku melihat gadis cantik itu keluar rumah. Semuanya ada disana. Abi dan umiknya, kakak dan kakak iparnya, dan juga saira.



Dari kejauhan kulihat mereka tampak memberi semangat dan pesan\-pesan pada neng bina.


Senyumnya begitu indah...


Aku menikmati senyum itu..


Tiba-tiba hpku berdering..


"Halo, iya ra.. "


Saira menghubungiku.


"Ada dimana?. "


"Dibawah pohon rindang diseberang jalan rumah neng bina. "


Jawabku lengkap.


"Oh.. Keliatan neng bina kan darisana? "


Saira bertanya.


"Jelas.. Jelas banget wajah cantiknya. "


Jawabku.


"Udah dulu ya sya. "


Kata saira yang langsung mematikan sambungan telepon kami. Ia aku mengerti, karena kulihat neng bina tiba-tiba saja berbisik pada saira.


Entah apa yang dikatakannya.


Tanpa sengaja, aku melihat neng zahwa kakak ipar neng bina melihat kearahku dan tersenyum.


Waduh gawat...

__ADS_1


Pikirku panik karena takut ketahuan yang lain.


Akhirnya, kupakai helm motorku untuk menutupi wajahku.


Bukan karena aku pengecut, tapi aku belum siap untuk menemui mereka.


Belum saatnya.


Dari kejauhan samar\-samar kudengar..


"Sudah siap nak? "


Tanya lelaki bergamis putih itu yang merupakan abi neng bina.


"Iya abi. "


Jawab gadis itu lembut.


Kulihat neng bina mulai memasuki mobil bersama umik dan abinya. Mobilpun berjalan perlahan meninggalkan rumah.


Mobil itu tidak melewatiku. Melainkan berbalik arah dengan posisiku. Aku sudah tahu itu. San aku sengaja agar mereka tidak melihatku.


Tapi, sebelum mobil itu berbelok dan melaju..


Kulihat kaca mobil belakang tampak separuh terbuka. Dan dibalik kaca itu, kulihat neng bina yang sedang tersenyum kearahku.


Kubalas senyum manisnya. Dengan pandangan lekat kearahnya. Pandangan yang mengandung pesan agar dia menjaga diri disana. Entah pesanku sampai atau tidak padanya, yang penting..


Semoga Allah srlalu melindunginya.


"Selamat jalan bidadariku. Sampai jumpa tahun depan dalam ikatan suci pernikahan."


Batinku berkata.


Begitulah kulepas keberangkatannya dalam menjalankan tugas mulianya dari pesantren. Masih kupandangi jalan beraspal itu. Meski mobil hitam yang dinaiki bidadariku telah hilang dari pandangan.


Setelah mobil itu benar-benar menghilang dari pandanganku, aku bersiap untuk pulang. Tapi saira memanggilku. Ia mengentikan motornya tepat disebelahku.


"Ada apa, ra? " tanyaku.


"Sya, ada salam dari neng bina.. Katanya semangat. "


"Semangat... "


Ucapku mengulangi kata itu.


"Gitu aja?? ".


Tanyaku penasaran.

__ADS_1


"Iya, gitu aja. Mungkin semangat buat nunggu dia. Hehe.. "


Kata saira.


"Insyaallah pasti kalo itu, ra.. Jangan khawatir. Aku gk akan lelah menunggunya. "


"Aseeeekk... Sip. "


Kata saira sambil tertawa medengar kalinatku yang mantap katanya.


"Oh iya, sya.. Aku mau ngasih tau kamu sesuatu. "


"Sesuatu apa, ra?. "


"Tadi pas lagi kumpul diruang tamu, abinya neng bina nanya kedia, gimana kalo ada orang yang mau meminangnya? Soalnya kan udah tugas enaknya langsung nikah kata abinya. "


Tutur saira mengagetkanku.


"Astaghfirulloohhhhh... Terus gimana tanggapan neng bina?. "


Dia bilang..


'Tunggu sampai ada yang pas dan cocok bi'


Gitu katanya, sya.


"Ya Allah.. Posisiku benar-benar terancam. Semoga dalam setahun ini gk ada yang ngelamar dia lagi, sampai aku datang meminangnya. "


Ucapku sedikit sedih.


"Doain semoga kita berjodoh ya, ra. "


"Amin.. Insyaallah aku akan doain kalina terus. "


Kata saira.


"Thanks ya.. Udah baik banget sama aku."


Ucapku merasa banyak hutang budi pada gadis itu.


"Iya sama-sama, sya.. Aku ikhlas kok. Yang penting sahabatku neng bina bisa bahagia dengan orang yang dia cintai. Dan semoga itu kamu.. "


"Amiin. "


Ucapku mengamini setiap kata dan doanya.


Setelah itu, kami memutuskan untuk pulang.


@@@

__ADS_1


__ADS_2